• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Gara-gara Kartu

07/05/2016
in Khazanah
74
SHARES
573
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

image

Chanelmuslim.com – “Mah aku minta uang untuk jajan ya, hari ini kan aku belum jajan,” ujar Imran anakku yang akan menginjak usia 7 tahun.

Aku kemudian memberikan uang Rp 2.000 seraya berpesan, “habis jajan langsung pulang ya tidak bermain dulu, ini kan masih siang panas terik.”

Dan tidak lama Imran kembali dengan membawa jajanannya. Aku melihat sekilas, dia membeli coklat yang berhadiah kartu. Aduh mulai lagi otakku kembali berputar, memikirkan apa yang harus dilakukan karena masalah kartu ini hampir menyita seluruh pembicaraannya setiap hari. Tidak hanya bersama teman, tetapi juga dengan adik dan aku ibunya.

“Mah hebat deh kartu ini…bla bla…” sambil menceritakan poin atau tokoh superhero dalam kartunya.

Mungkin tampak sepele, hanya kartu saja, dengan harga yang tidak seberapa. Tapi, jika kartu itu sudah menjadi seperti candu aku menjadi khawatir. Belum lagi dengan perkataan hebat kartunya begini begitu.

Anak baru mau 7 tahun udah ribet ah segala main kartu aja ribut. Mungkin ada orang tua yang berpikiran seperti itu. Tapi masalah kartu ini memang membuatku mememutar otak. Karena jika kartu ini sudah menjadi candu, sudah terus ada dalam benaknya, sudah sampai dibilang hebat dan menjadi terobsesi ingin memiliki kartu lengkap atau terus mencari kartu yang diinginkan, berarti ini sudah pada level peringatan untukku.

Sebagai orang tua yang menginginkan anak yang shalih dan menggenggam erat imannya, mainan kartu ini sungguh mengancam. Mengancam pemahaman tauhid, mengancam kecerdasan otaknya, mengancam hafalan Alqurannya.

Seorang ustadz pernah mengatakan bahwa permainan memang fitrahnya anak-anak. Janganlah dilarang bermain, karena dari 0-6 tahun memang waktu anak-anak lebih banyak bermain. Biarkan anak bermain tetapi bukan bermain gadget, meski permainan balapan tetapi jika digadget otaknya tidak berkembang. Ketegangan mungkin ada saat bermain gadget tapi tidak membuatnya berfikir tidak ada stimulus. Lihatlah bagaimana Rasul mengajak bermain cucu-cucunya dan anak-anak kecil. Rasul sering mengajak berlomba lari untuk memeluknya, sehingga ada yang dapat memeluk punggungnya, kakinya. Permainan yang baik adalah permainan yang tidak menimbulkan kecanduan.

Dan kini ku melihat anakku bermain kartu, berbicara tentang kartu-kartunya sepanjang hari. Hingga setiap meminta uang, dipakainya untuk makanan dengan hadiah kartu.

Hingga akhirnya momen itu muncul. Aku tengah mencari-cari sosok mujahidah untuk bahan tulisan, dan sampailah pada Ummu Umarah. Aku pun mengajak Imran dan adiknya duduk dan membaca, sungguh hebat kisah Ummu Umarah, melawah musuh dengan pedang dan tameng melindungi Rasulullah bersama anak dan suaminya. Ketika musuh yang menggunakan kuda mendekat ia dengan berani melawannya hingga kuda pun ambruk dan dia berhasil melumpuhkan lawan.

Dan akupun kembali membuka memorinya, siapakah yang menurutnya hebat, superhero-superhero fiktif itu setiap bertempur hanya satu lawan satu dengan kekuatan buatan, bahkan terkadang hanya satu musuh utama yang dilawan oleh 3 superhero, bahkan lebih. Bayangkanlah dengan Rasul dan para sahabat di Perang Badar, Perang Uhud dan perang lainnya kadang satu orang harus melawan dua atau tiga orang. Mereka bertempur dengan tujuan mulia, menegakkan Islam dengan bayaran surga.

Mungkin ini doktrin, biarlah ini baru salah satu cara untuk mencuci otaknya yang terlanjur kenal lebih dulu dengan superhero fiktif. Terlambat mungkin mengenalkannya pada superhero Islam seperti Khalid bin Walid, Hamzah atau lainnya. Lebih baik terlambat daripada kemudian terus membiarkannya dengan bayangan superhero pemberantas kejahatan. Semoga Allah memudahkanku dan merahmati kami dan memorinya terisi dengan bayangan kemuliaan para superhero Islam yang berjuang menegakkan Islam dan menegakkan syariat, aamiin.

Memang tidak serta merta Imran menjadi tertarik dan langsung berubah. Karena superhero fiktif itu telah melekat di benaknya, diperkuat dengan teman-temannya yang membicarakan hal yang sama. Maka usaha untuk memunculkan superhero Islam harus lebih gigih lagi, lebih intens dan pastinya butuh perjuangan. Karena superhero Islam tidak ada di tv, tidak menjadi pembicaraan favorit bersama teman-temannya.

Curhatan Ummu AhsanIkhsan

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

ACT Telah Berangkatkan Tim Kemanusiaan Menuju Aleppo Suriah

Next Post

Bank Syariah Bukopin Jalin Kerjasama Simpel iB dengan SD Islam Al Anshar

Next Post

Bank Syariah Bukopin Jalin Kerjasama Simpel iB dengan SD Islam Al Anshar

Masya Allah, Tuti Alawiyah Rahimahullah Bagi Ingrid Kansil

Resep Bakso Goreng Daging Kikil

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2536 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    301 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga