• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Gambaran Masyarakat Arab pada Masa Jahiliah

29/06/2021
in Khazanah
Gambaran Masyarakat Arab pada Masa Jahiliah

Gambaran Masyarakat Arab pada Masa Jahiliah (Foto: Pexels/Tom Swinnen)

82
SHARES
631
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Gambaran masyarakat Arab Jahiliah berikut ini bisa menjadi pelajaran bagi kita agar jangan sampai kondisi pada masa tersebut kembali terjadi pada masa sekarang ini.

Allah telah mengutus Rasulnya, memberikan pedoman agar kita bisa hidup dengan baik tanpa disertai kebodohan.

Baca Juga: Kisah Nenek Moyang Nabi Muhammad saw

Gambaran Kondisi Sosial Masyarakat Arab Jahiliah

Dilansir channel telegram KisahIslami yang mengambil sumber alsofwah.or.id kondisi sosial masyarakat Arab Jahiliah saat itu adalah terdapat beragam klasifikasi dalam tatanan masyarakat Arab di mana antar satu dengan lainnya memiliki kondisinya berbeda-beda.

Hubungan seorang laki-laki dengan keluarganya di lapisan kaum bangsawan mendapatkan kedudukan yang amat terpandang dan tinggi, kemerdekaan berkehendak dan pendapat yang mesti didengar mendapatkan porsi terbesar.

Hubungan ini selalu dihormati dan dijaga sekalipun dengan pedang yang terhunus dan darah yang tertumpah.

Seorang laki-laki yang ingin dipuji karena kemurahan hati dan keberaniannya di mata orang Arab, maka hendaklah waktunya yang banyak hanya dipergunakan untuk berbicara dengan wanita.

Apabila seorang wanita menghendaki, dia dapat mengumpulkan suku-suku untuk kepentingan perdamaian, tetapi juga dapat menyulut api peperangan diantara mereka.

Sementara itu, terdapat kondisi yang dialami oleh lapisan masyarakat lainnya amat berbeda. Dalam kondisi lainnya ada beragam gaya hidup yang bercampur baur antara kaum laki-laki dan wanita.

Contohnya adalah berupa pelacuran, gila-gilaan, pertumpahan darah dan perbuatan keji.

Imam Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallâhu ‘anha bahwa pernikahan pada masa Jahiliah terdiri dari empat macam.

Baca Juga: Inilah Delapan Ciri Wanita Terbaik dalam Islam

Empat Macam Pernikahan pada Masa Jahiliah

Pertama, pernikahan seperti pernikahan orang sekarang, yaitu seorang laki-laki mendatangi laki-laki yang lain dan melamar wanita yang di bawah perwaliannya atau anak perempuannya. Kemudian, dia menentukan maharnya dan menikahkannya.

Kedua, seorang laki-laki berkata kepada istrinya manakala ia sudah suci dari haidnya, “Pergilah kepada si fulan dan bersenggamalah dengannya.”

Kemudian setelah itu, istrinya ini ia tinggalkan dan tidak ia sentuh selamanya hingga tampak tanda kehamilannya dari laki-laki tersebut.

Apabila tidak tampak tanda kehamilannya dan suami masih berselera kepadanya maka dia akan menggaulinya.

Hal tersebut dilakukan hanyalah lantaran ingin mendapatkan anak yang pintar. Pernikahan semacam ini dinamakan dengan nikah al-Istibdha’.

Ketiga, sekelompok orang dalam jumlah yang kurang dari sepuluh berkumpul, kemudian mendatangi seorang wanita dan masing-masing menggaulinya.

Apabila wanita ini hamil dan melahirkan, kemudian setelah berlalu beberapa malam dari melahirkan, dia mengutus kepada mereka (sekelompok orang tadi), maka ketika itu tak seorang pun dari mereka yang dapat mengelak hingga semuanya berkumpul kembali dengannya.

Si wanita ini berkata kepada mereka, “Kalian telah mengetahui apa yang telah kalian lakukan dan aku sekarang telah melahirkan, dan dia ini adalah anakmu wahai si fulan!” Dia menyebutkan nama laki-laki yang dia senangi dari mereka, maka anaknya dinasabkan kepadanya.

Keempat, banyak laki-laki mendatangi seorang wanita sedangkan si wanita ini tidak menolak sedikitpun siapa pun yang mendatanginya. Mereka ini adalah para pelacur; di pintu-pintu rumah mereka ditancapkan bendera yang menjadi simbol mereka dan siapa pun yang menghendaki mereka maka dia bisa masuk.

Apabila dia hamil dan melahirkan, laki-laki yang pernah mendatanginya tersebut berkumpul lalu mengundang ahli pelacak (Al-Qaafah) kemudian si ahli ini menentukan nasab si anak tersebut kepada siapa yang mereka cocokkan ada kemiripannya dengan si anak lantas dipanggillah si anak tersebut sebagai anaknya.

Dalam hal ini, si laki-laki yang ditunjuk ini tidak boleh menyangkal.

Akhirnya, ketika Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau hapuskan semua pernikahan kaum Jahiliah tersebut kecuali pernikahan yang ada saat ini.

Sahabat Muslim, kondisi-kondisi seperti di atas tidak jarang masih bisa kita lihat pada masa sekarang ini, seperti perzinaan dan pelacuran terjadi secara terang-terangan.

Semoga kita semua dijauhkan dari kondisi seperti itu agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang jahil. [Cms]

Tags: JahilMasyarakat jahiliahPerzinaan dan pelacuran
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Peristiwa Pembakaran Masjid Al-Aqsa Tahun 1969

Next Post

UI Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Dini Penyakit Psikis

Next Post
UI Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Dini Penyakit Psikis

UI Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Dini Penyakit Psikis

Mewujudkan Ekonomi yang Sehat dalam Keluarga

Mewujudkan Ekonomi yang Sehat dalam Keluarga

Ini Cerita Sarah Vi jadi Pejuang Covid-19

Ini Cerita Sarah Vi jadi Pejuang Covid-19

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga