• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

“Brain Rot”, Kondisi Umat dan Mimpi Kebangkitan yang Rasanya Jauh

13/12/2024
in Khazanah, Unggulan
"Brain Rot", Kondisi Umat dan Mimpi Kebangkitan yang Rasanya Jauh

foto:pinterest

113
SHARES
866
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KONDISI umat dan mimpi kebangkitan yang rasanya jauh ditulis oleh Edgar Hamas, Founder Gen Saladin.

Apakah kamu mengikuti berita tentang Australia yang sudah resmi melarang anak-anak muda di bawah 16 tahun untuk memiliki media sosial? Aturan itu diresmikan November lalu.

Mereka mengambil kebijakan tentu berdasar kajian mendalam.

Senada dengan itu, ternyata memang ada uraian Majalah Forbes yang menyatakan bahwa hobi melakukan scrolling media sosial tanpa arah dan tujuan bisa mengakibatkan efek tak baik pada kognitif dan juga kesehatan mental.

Salah satu diksi yang bisa menggambarkan melemahnya daya dan fokus manusia karena scrolling berlebihan itu bernama: brain rot.

Tidak kaget ketika pada akhirnya Oxford University Press menjadikan frasa “Brain Rot” sebagai word of the year setelah pengambilan suara yang dilakukan kepada 36 ribu responden.

“Brain Rot”, yang bermakna “pembusukan otak” menggambarkan kondisi kemerosotan mental atau intelektual yang diduga terjadi akibat konsumsi berlebihan konten daring yang dianggap remeh atau tidak menantang.

Dan, apa kabar Umat Islam Indonesia? Sepertinya kita termasuk korban paling tragis dari pembusukan otak yang menyasar kita sendiri dan anak-anak kita.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Waktu yang habis di media sosial tanpa arah dan tujuan.

Wajah dengan mata yang melek tapi berair namun memaksakan diri untuk terus melihat konten beberapa detik yang terus digulir oleh jemari kita yang sudah auto pilot.

Alih-alih kita bicara kebangkitan, sepertinya kita malah sedang berjalan mundur lagi karena intelegensi generasi umat malah makin mengkhawatirkan.

Umat yang digelari “Umat Iqra” ini, yang perintah pertamanya adalah membaca, nyatanya masih harus menggeliat dan berusaha keras lagi menggapai gelar itu.

Data berkata, berdasarkan survei UNESCO pada 2016, Indonesia berada di urutan kedua dari bawah dalam literasi dunia, dengan hanya 0,001% orang yang rajin membaca.

Tingkat literasi dan kebiasaan membaca di dunia Islam juga menyedihkan.

Sekitar 40% dari populasi di negara-negara mayoritas Muslim, termasuk anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), masih buta huruf.

(International Islamic News Agency) Sebagai perbandingan, negara-negara maju seperti Jepang dan Swedia memiliki kebiasaan membaca yang sangat tinggi, dengan rata-rata membaca hingga 15-30 buku per tahun.

“Brain Rot”, Kondisi Umat dan Mimpi Kebangkitan yang Rasanya Jauh

Menariknya, tingkat literasi orang-orang Gaza ternyata istimewa.

Tingkat literasi penduduk Gaza secara khusus yang berusia 15 tahun ke atas di Gaza dan Tepi Barat mencapai sekitar 97,2%, dengan literasi laki-laki sebesar 98,7% dan perempuan sebesar 95,7% (Middle East Eye).

Belum lama ini kita juga sering sekali melihat video orang-orang Gaza yang tetap mengaji dan membaca buku di tengah Thufan Al Aqsha.

Ada yang meraih gelar magister dari bawah naungan tenda pengungsi.

Ada yang meraih gelar Hafizh Al Qur’an 30 juz dalam kamp-kamp sederhana yang terbatas fasilitas.

Bahkan, kau tahu? Pejuang yang di bawah tanah, di terowongan, mereka pernah merilis video dan foto sedang merencanakan taktik dan terlihat buku-buku di dekat peta strategi mereka.

Salah satunya buku Wa’dul Akhirah karya Dr Nashr Fahjan.

Apakah kira-kira kebangkitan umat ini masih jauh? Jawabannya ada pada kita.

Kalau kita masih merasa bahwa menjadi generasi cerdas dan terliterasi bukanlah proyek utama, maka kebangkitan masih jauh.

Baca juga: Islamic Book Fair 2024 Gelar Talkshow Bersama Gen Saladin

Syaikh Mahmud Shiyam seorang pakar Kepalestinaan pernah berkata, “bahwa Al Aqsha dijajah dulu secara pikiran sebelum militer, maka untuk membebaskannya, bebaskan dulu pikiran kita sebelum mendatanginya dengan kekuatan militer.”

Kita sering mendengarnya dengan istilah “liberation of mind before liberation of land.”

Selama kita masih suka berpikir terlalu instan dan gampang termakan hoax, selama itulah jalan pembebasan tak bertambah maju.

Gampangnya kita dibohongi, mudahnya kita lupa dan salahnya pemahaman kita, disebut oleh Dr Abdul Fattah Al Awaisi sebagai “intellectual catastrophic.” Bencana intelektual.

Maka, karena penyakitnya adalah kebodohan, mari kita obati dengan ilmu.[Sdz]

Tags: "Brain Rot"Kondisi Umat dan Mimpi Kebangkitan yang Rasanya Jauh
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Road to IN2MF 2025, Spotlight 2024 Mengusung Tema Culture Fusion

Next Post

Ketahui Buah Buahan yang dapat Meningkatkan Daya Ingat

Next Post
Ketahui Buah Buahan yang dapat Meningkatkan Daya Ingat

Ketahui Buah Buahan yang dapat Meningkatkan Daya Ingat

Ada Pesan Sejarah di Balik Kalimat "Syria Today, Palestine Tomorrow"

Ada Pesan Sejarah di Balik Kalimat "Syria Today, Palestine Tomorrow"

Hukum Copyright Dalam Islam

Hukum Copyright Dalam Islam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8373 shares
    Share 3349 Tweet 2093
  • Pengurus Salimah Kalimantan Selatan Ikuti Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4293 shares
    Share 1717 Tweet 1073
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3777 shares
    Share 1511 Tweet 944
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2118 shares
    Share 847 Tweet 530
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1245 shares
    Share 498 Tweet 311
  • Salimah Kudus Tingkatkan Soliditas Pengurus Cabang hingga Ranting

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga