• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 1 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Berjuang Tak Kenal Menyerah dan Istirahat

30/09/2026
in Khazanah
Berjuang Tak Kenal Menyerah

Berjuang Tak Kenal Menyerah (foto: pixabay)

111
SHARES
850
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERJUANG tak kenal menyerah dan istirahat disampaikan oleh Ustaz Aunur Rafiq Saleh, Lc. yang menukil Quran Surat Al Ankabut ayat 69 berikut ini.

وَا لَّذِيْنَ  جَاهَدُوْا  فِيْنَا  لَنَهْدِيَنَّهُمْ  سُبُلَنَا     ۗ وَاِ نَّ  اللّٰهَ  لَمَعَ  الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

Ayat ini mengisyaratkan etos perjuangan seorang mujahid sejati yang tidak mengenal kata menyerah. Karena perjuangan pasti menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bahkan berbagai tantangan dan kesulitan dalam perjuangan dakwah Islam seringkali jauh lebih besar dari kemampuan dan kapasitas yang dimiliki para pejuang sehingga tidak jarang membuat gentar dan pesimis sebagian pejuang.

Salah satu contohnya apa yang dialami oleh sebagian pengikut Nabi Musa alaihissalam:

قَا لُوْا  يٰمُوْسٰۤى  اِنَّ  فِيْهَا  قَوْمًا  جَبَّا رِ يْنَ   ۖ وَاِ نَّا  لَنْ  نَّدْخُلَهَا  حَتّٰى  يَخْرُجُوْا  مِنْهَا   ۚ فَاِ نْ  يَّخْرُجُوْا  مِنْهَا  فَاِ نَّا  دَا خِلُوْنَ

“Mereka berkata, Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk.” (QS. Al-Ma’idah: 22)

baca juga: Berjuang Menjadikannya Anak Sholeh

Berjuang Tak Kenal Menyerah

Agar tidak mudah menyerah dalam perjuangan, ia harus memiliki:

Pertama, iman dan harapan yang kuat kepada Allah, bahwa Allah pasti akan menunjukkan berbagai jalan keluar, kesuksesan dan kemenangan.

Tetapi petunjuk ini akan diberikan Allah setelah para pejuang berjuang maksimal dalam mengerahkan semua kemampuannya, sebagaimana ditegaskan ayat di atas.

Setelah berjuang mengerahkan semua kemampuan pun harus tetap berharap kepada Allah:

وَاِ لٰى  رَبِّكَ  فَا رْغَبْ

“dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah: 8)

Siapa yang tidak berusaha terus menerus menguatkan keimanan dan harapannya kepada Allah, dalam perjuangan dakwah Islam ini, dikhawatirkan akan mengalami fenomena yang dialami oleh sebagian pengikut Nabi Musa alaihissalam di atas.

Kisah ini disampaikan untuk menjadi renungan dan pelajaran. Jangan sampai ada orang yang mau berjuang tetapi alergi dengan tantangan dan kesulitan.

Kedua, kemauan yang kuat (ارادة قوية). Di antara tanda pejuang yang memiliki kemauan yang kuat adalah:

a- Tidak Pernah Ragu

Dalam perang Uhud, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mulanya cenderung kepada pendapat yang mengatakan agar tidak keluar dari Madinah.

Sedangkan para sahabat yang lain, terutama para pemuda menginginkan perang di luar Madinah sehingga Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melepas pendapatnya dan mengikuti pendapat mereka.

Tetapi hal ini membuat para sahabat khawatir telah memaksa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengikuti pendapat mereka sehingga mereka pun menyatakan kesediaan mereka untuk menarik pendapat dan mengikuti usulan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Namun Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada mereka: “Pantang bagi seorang Nabi bila telah memakai baju perangnya untuk meletakkannya lagi hingga maju berperang”.

Pelajaran ini disampaikan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kepada mereka karena keragu-raguan bisa melemahkan semangat perjuangan.

Itulah sebabnya para musuh Islam selalu berusaha menimbulkan keragu-raguan di kalangan para pejuang dakwah Islam, agar semangat dan soliditas mereka runtuh.

Baik keragu-raguan terhadap para pemimpin dakwah atau pun terhadap prinsip-prinsip dakwah.

b- Tidak Kenal Istirahat

Dalam kamus perjuangan dakwah Islam tidak ada kata istirahat atau tawaqquf (pause). Istirahat atau tawaqquf (pause) sama dengan berhenti berjuang.

Karena istirahat dalam perjuangan adalah awal proses terjadinya insilakh (mundur pelan-pelan) atau “muntaber” (mundur tanpa berita) dari gelanggang perjuangan dakwah Islam.

Fenomena insilakh ini disebutkan Allah dalam salah satu ayat-Nya:

وَا تْلُ  عَلَيْهِمْ  نَبَاَ  الَّذِيْۤ  اٰتَيْنٰهُ  اٰيٰتِنَا  فَا نْسَلَخَ  مِنْهَا  فَاَ تْبَعَهُ  الشَّيْطٰنُ  فَكَا نَ  مِنَ  الْغٰوِيْنَ

“Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat.” (QS. Al-A’raf: 175)

Orang yang melepaskan diri dari dakwah dengan dalih istirahat atau tawaqquf (pause) akan diikuti oleh setan dan digodanya hingga berhasil membuatnya berhenti total dari kemuliaan perjuangan dakwah yang pernah dirasakannya.

Fenomena dan proses ini disebut insilakh (انسلاخ).

Semoga Allah menjauhkan kita dari insilakh.

Karena itu, Allah tidak memberi istirahat kepada Nabi saw dalam perjuangan dakwah ini. Firman-Nya:

فَاِ ذَا  فَرَغْتَ  فَا نْصَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),” (QS. Al-Insyirah: 7)

Karena istirahat dalam perjuangan berarti kekosongan (vacuum/فراغ). Kekosongan menjadi peluang bagi setan untuk masuk dan memasukkan bisikan-bisikan keburukan yang melemahkan semangat perjuangan dakwah hingga akhirnya berhenti berjuang.

Bahkan dalam mendinamisasi kehidupan ini Allah tidak membiarkan orang-orang beriman berada dalam kevakuman, termasuk dalam ibadah.

Sepanjang tahun dan sepanjang hari, orang-orang beriman berada dalam matarantai ibadah kepada Allah. Berhenti dari satu ibadah dilanjut dengan ibadah yang lain.

Karena itu, beragam tafsir yang diberikan tentang ayat ini (al-Insyirah: 7).

Ibnu Mas’ud mengartikan: “Bila kamu telah selesai menunaikan berbagai ibadah fardhu maka lakukan qiyamul-lail”.

Ibnu Abbas, adh-Dhahak dan Muqatil: “Bila kamu telah selesai menunaikan shalat maka lanjutkan dengan doa”.

Mujahid: “Jika kamu telah selesai dari urusan duniamu maka letihkan dirimu dengan amal akhiratmu”.

Asy-Sya’bi dan az-Zuhri: “Jika kamu telah selesai membaca tasyahhud maka berdoalah untuk dunia dan akhiratmu”.

Imam Ahmad berkata: “Seorang mukmin baru bisa istirahat bila salah satu kakinya telah menginjak surga”.

Setelah usai puasa ramadhan ada puasa Syawal kemudian dilanjut dengan haji dan begitulah seterusnya. Tidak boleh ada kevakuman dalam kehidupan orang-orang beriman di sepanjang tahun, di sepanjang hari. Karena kevakuman adalah pintu setan.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الْفَرَاغُ وَالصِّحَّةُ

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena adalah waktu luang dan kesehatan.” (Musnad Ahmad 3038).[ind]

Tags: Berjuang Tak Kenal Menyerah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Guruh Soekarnoputra Berpulang dan Warisan Karyanya untuk Indonesia

Next Post

Indonesia Berhasil Menghimpun Imam Besar dari 46 Negara

Next Post
Indonesia Berhasil Menghimpun Imam Besar dari 46 Negara

Indonesia Berhasil Menghimpun Imam Besar dari 46 Negara

Jangan Sampai Salah Ini Tips Merawat Furnitur agar Tetap Awet

Jangan Sampai Salah Ini Tips Merawat Furnitur agar Tetap Awet

Ustaz Farid Nu'man Imbau Dai Seperti Dokter Spesialis yang Menentramkan

Hidup tak Tenang Tanda harus Menikah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9646 shares
    Share 3858 Tweet 2412
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1433 shares
    Share 573 Tweet 358
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2578 shares
    Share 1031 Tweet 645
  • Belajar dari Tawon Lumpur

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2506 shares
    Share 1002 Tweet 627
  • Rahasia Meraih Bisnis Sukses dan Berkah

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KPIPA Gelar Maulid Nabi bersama 250 Tokoh Majelis Taklim

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4350 shares
    Share 1740 Tweet 1088
  • Wamenhaj: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Aceh Food Apps: Pameran Makanan Halal Secara Virtual

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga