• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 20 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Benarkah Tujuan Menikah Itu karena Ibadah?

29/07/2026
in Khazanah
Benarkah Tujuan Menikah Itu karena Ibadah?

Sumber: Pixabay

67
SHARES
518
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERNIKAHAN dalam Islam sering disebut sebagai salah satu bentuk ibadah. Saat akad nikah terucap, banyak pasangan mengawali perjalanan rumah tangganya dengan niat yang tulus. Mereka berkata, “Aku menikah karena Allah,” atau “Aku ingin membangun keluarga yang diridai-Nya.” Niat itu begitu indah dan penuh harapan. Namun, perjalanan setelahnya tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Ketika kehidupan rumah tangga mulai diwarnai perbedaan pendapat, masalah ekonomi, kelelahan mengurus anak, hingga konflik yang terus berulang, tidak sedikit orang yang mulai mempertanyakan kembali niat awalnya. Bahkan, ada yang merasa tidak sanggup melanjutkan perjalanan yang dulu diyakini sebagai ibadah.

Baca Juga: Kisah Teladan Ghaziyah binti Jabir Al-Amiriyah yang Memilih Iman di Atas Segalanya

Benarkah Tujuan Menikah Itu karena Ibadah?

Padahal, di sinilah letak ujian sesungguhnya. Menikah karena ibadah bukan hanya tentang mengucapkan niat di awal, tetapi tentang menjaga niat itu tetap hidup setiap hari. Sebab ibadah tidak berhenti ketika akad selesai. Justru ibadah itu dimulai ketika dua orang belajar saling memahami, memaafkan, dan bertahan di tengah berbagai ujian kehidupan.

Sering kali kita mudah mengatakan bahwa anak adalah amanah dari Allah. Namun ketika anak sulit diatur, sering menangis, atau membutuhkan perhatian tanpa henti, rasa lelah mulai menguasai hati. Begitu pula ketika pasangan tidak lagi sesuai dengan ekspektasi. Rumah tangga yang dulu dibayangkan penuh kebahagiaan berubah menjadi tempat yang menguji kesabaran.

Di titik inilah seseorang perlu melakukan evaluasi. Jangan-jangan selama ini kita hanya sebatas mengklaim bahwa menikah adalah ibadah, tetapi belum benar-benar menjalankannya sebagai ibadah. Sebab setiap ibadah pasti memiliki konsekuensi berupa kesungguhan, pengorbanan, dan kesabaran.

Shalat, misalnya, tetap dilakukan meski sedang lelah. Puasa tetap dijalankan meski lapar dan haus. Demikian pula pernikahan. Ia membutuhkan komitmen untuk terus memperbaiki diri meskipun keadaan tidak selalu menyenangkan. Ketika pasangan melakukan kesalahan, kesempatan untuk memaafkan adalah bagian dari ibadah. Saat harus bekerja keras demi keluarga, itu pun menjadi ladang pahala jika diniatkan karena Allah.

Rumah tangga juga mengajarkan bahwa cinta saja tidak cukup. Dibutuhkan kesabaran, komunikasi yang baik, dan keikhlasan menerima kekurangan pasangan. Tidak ada keluarga yang bebas dari masalah. Yang membedakan adalah bagaimana setiap pasangan menyikapinya. Apakah masalah membuat mereka semakin jauh dari Allah, atau justru semakin dekat kepada-Nya.

Menjadikan pernikahan sebagai ibadah berarti terus memperbarui niat. Saat muncul rasa kecewa, ingat kembali alasan mengapa dulu memilih menikah. Saat merasa lelah, hadirkan kembali keyakinan bahwa setiap kesabaran tidak akan sia-sia di sisi Allah. Bahkan senyum kepada pasangan, membantu pekerjaan rumah, menemani anak belajar, hingga menahan amarah termasuk amal yang bernilai jika dilakukan karena mengharap rida-Nya.

Tentu, bukan berarti semua masalah rumah tangga harus dipendam. Islam juga mengajarkan pentingnya bermusyawarah, saling menasihati, dan mencari solusi terbaik ketika konflik terjadi. Namun semua itu akan lebih mudah dijalani jika niat ibadah tetap menjadi fondasi utama.

Karena itu, sesekali luangkan waktu untuk bertanya kepada diri sendiri, bukan hanya, “Apakah aku masih mencintai pasangan?” tetapi juga, “Apakah aku masih menjaga niatku menikah karena Allah?” Ketika niat itu terus diperbarui, rumah tangga tidak hanya menjadi tempat berbagi suka dan duka, tetapi juga menjadi jalan panjang menuju rida Allah dan surga-Nya. [DW]

Sumber: Instagram Ustadz Nuzul Dzikri

Tags: Benarkah Tujuan Menikah Itu karena Ibadah?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Budaya Belajar ParagonCorp Raih Pengakuan Regional melalui Human Centric Continuum Growth Ecosystem

Next Post

Salad Wrap Sehat untuk Bekal Anak Sekolah ala JSR

Next Post
Salad Wrap Sehat untuk Bekal Anak Sekolah ala JSR

Salad Wrap Sehat untuk Bekal Anak Sekolah ala JSR

Ikuti KOPDAR X GEE Foundation, Salimah Ungkap Kesuksesan Tembus Pasar Global di Jepang

Ikuti KOPDAR X GEE Foundation, Salimah Ungkap Kesuksesan Tembus Pasar Global di Jepang

Arab Saudi Luncurkan Kartu Digital Mualaf Terintegrasi Tawakkalna, Permudah Proses Masuk Islam

Arab Saudi Luncurkan Kartu Digital Mualaf Terintegrasi Tawakkalna, Permudah Proses Masuk Islam

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    173 shares
    Share 69 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9141 shares
    Share 3656 Tweet 2285
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1216 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4137 shares
    Share 1655 Tweet 1034
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • WHO Rekomendasikan Vaksin Ebola Ervebo yang Telah Berlisensi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga