DALAM kehidupan sehari-hari, masalah ekonomi sering menjadi salah satu ujian yang paling berat bagi banyak orang. Kebutuhan hidup yang terus meningkat, biaya pendidikan, kesehatan, hingga berbagai tanggung jawab keluarga terkadang membuat seseorang merasa terbebani. Tidak sedikit pula yang harus berhadapan dengan utang yang menumpuk sehingga menimbulkan tekanan dalam kehidupan.
Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan berikhtiar, tetapi juga membimbing mereka agar senantiasa bergantung kepada Allah SWT melalui doa. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah doa untuk memohon perlindungan dari kemiskinan, kesedihan, kelemahan, serta lilitan utang.
Baca Juga: Alasan di Balik Kesabaran adalah Kunci Keselamatan
Doa yang Diajarkan Rasulullah untuk Terhindar dari Kemiskinan dan Lilitan Utang
Beginilah doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu, ‘alaihi wa Sallam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”
Dalam doa itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan dari kebingungan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia.
Makna doa tersebut sangat mendalam. Rasulullah tidak hanya mengajarkan untuk meminta kecukupan rezeki, tetapi juga memohon agar dijauhkan dari sifat-sifat yang dapat menghambat seseorang dalam meraih keberhasilan. Sebab, kemiskinan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya harta, tetapi terkadang juga karena kemalasan, kurangnya semangat berusaha, atau ketidakmampuan mengelola amanah yang diberikan Allah.
Utang juga menjadi salah satu hal yang sering mendapat perhatian dalam ajaran Islam. Meski diperbolehkan dalam kondisi tertentu, utang dapat menjadi beban yang berat apabila tidak dikelola dengan baik. Bahkan Rasulullah SAW sering memanjatkan doa agar dijauhkan dari lilitan utang karena utang yang tidak terkendali dapat menimbulkan kegelisahan, mengganggu ketenangan hidup, bahkan memengaruhi hubungan dengan sesama manusia.
Namun demikian, doa bukanlah pengganti usaha. Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar. Setelah berdoa, seorang muslim tetap diperintahkan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, mencari rezeki yang halal, mengelola keuangan secara bijak, serta menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain itu, memperbanyak sedekah dan membantu sesama juga menjadi salah satu jalan untuk membuka pintu rezeki. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa harta yang digunakan untuk kebaikan tidak akan berkurang, bahkan Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang lebih besar.
Doa yang diajarkan Rasulullah ini menjadi pengingat bahwa setiap persoalan hidup, termasuk kesulitan ekonomi dan utang, seharusnya membawa seorang hamba semakin dekat kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak doa, memperkuat ikhtiar, serta menjaga keimanan, seorang muslim akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih tenang dan optimis.
Pada akhirnya, rezeki, kecukupan, dan ketenangan hati merupakan karunia Allah yang perlu terus diupayakan melalui doa dan usaha yang berkesinambungan. Karena itu, tidak ada salahnya menjadikan doa ini sebagai amalan harian agar Allah SWT senantiasa melindungi kita dari kesulitan hidup, kemiskinan, dan lilitan utang.
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





