PERAWATAN kulit setelah tindakan laser menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan, terutama ketika kulit mengalami kemerahan, sensitivitas, dan gangguan fungsi skin barrier.
Sebuah studi klinis yang dipresentasikan pada PIT XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta pada 7 Agustus 2026 mengevaluasi penggunaan pendekatan berbasis microbiome dalam mendukung pemulihan kulit setelah tindakan fractional Er:YAG laser. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan eritema sebesar 90% setelah tujuh hari, sementara 85% peserta mencapai perbaikan klinis yang signifikan setelah 14 hari.
Studi tersebut dipimpin oleh dr. Arini Widodo, SM, Sp. DVE., FINSDV, bersama Dermalogia. Penelitian mengevaluasi penggunaan LABORÉ BiomeRepair™ TopiCalm Cream setelah tindakan fractional Er:YAG laser, yaitu prosedur pelapisan ulang kulit yang membentuk saluran mikroskopis terkontrol untuk merangsang regenerasi kulit.
Dalam penelitian tersebut, setiap peserta mengaplikasikan LABORÉ BiomeRepair™ TopiCalm Cream pada satu sisi wajah dan plasebo pada sisi lainnya. Penilaian klinis dilakukan oleh peneliti yang tidak mengetahui sisi wajah yang menerima masing-masing perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan eritema sebesar 90% setelah tujuh hari. Setelah 14 hari, sebanyak 85% peserta mencapai perbaikan klinis yang signifikan.
Baca juga: Penyakit Psoriasis Pengaruhi Kondisi Kulit Sekaligus Kualitas Hidup Penderitanya
Tindakan Laser di Perawatan Bisa Mendukung Proses Pemulihan
Temuan tersebut mendukung evaluasi penggunaan BiomeRepair™ TopiCalm Cream sebagai pelembap untuk perawatan kulit pascatindakan laser, khususnya selama masa pemulihan ketika kemerahan, sensitivitas, dan gangguan fungsi skin barrier memerlukan perhatian.
Menurut dr. Arini Widodo, penggunaan 3X-SYNBIOTICS seperti yang terdapat dalam LABORÉ TopiCalm Cream sebagai bagian dari perawatan setelah tindakan dapat mendukung proses pemulihan kulit, termasuk membantu mengurangi inflamasi dan meningkatkan skin resilience.
Tindakan fractional Er:YAG laser membentuk saluran mikroskopis pada kulit untuk merangsang proses regenerasi. Dalam kondisi tersebut, kulit dapat mengalami kemerahan dan sensitivitas sementara sehingga pemeliharaan fungsi skin barrier menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan.
Pendekatan berbasis microbiome menjadi salah satu area yang terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kulit pada kondisi tersebut. LABORÉ mengembangkan teknologi 3X-SYNBIOTICS berdasarkan lebih dari 25 tahun riset mengenai microbiome. Teknologi ini memadukan postbiotic, prebiotic, dan paraprobiotic dengan bahan aktif tertentu untuk mendukung fungsi biologis alami kulit dan keseimbangan microbiome.
BiomeRepair™ TopiCalm Cream merupakan pelembap nonsteroid yang ditujukan untuk kulit sangat sensitif, termasuk kulit yang rentan mengalami eksem dan psoriasis serta kulit dengan gangguan fungsi skin barrier. Formulanya memadukan Encapsulated Microbiome Technology dengan Vitamin B12 untuk membantu meredakan tanda iritasi sekaligus mendukung perbaikan fungsi skin barrier.
Melalui penelitian bersama dermatolog dan institusi ilmiah, LABORÉ terus mengeksplorasi penerapan riset microbiome dalam berbagai kebutuhan dermatologi.
Rangkaian evaluasi klinis ini menjadi bagian dari upaya menerjemahkan perkembangan ilmu mengenai microbiome ke dalam solusi perawatan kulit yang didukung oleh bukti klinis. [Din]





