TIDAK semua flek hitam berkaitan dengan usia. Flek hitam di wajah sering kali dianggap sebagai tanda penuaan dan identik dengan usia 40 tahun ke atas.
Padahal, tidak semua flek hitam berkaitan dengan usia. Salah satu kondisi yang sering muncul lebih dini adalah melasma. Flek yang sudah terlihat cukup besar dan tebal umumnya termasuk dalam kategori melasma.
Adapun melasma tidak hanya dialami oleh kelompok usia 40 tahun ke atas. Kondisi ini juga cukup banyak ditemukan pada usia produktif, mulai dari 20 tahun.
Penyebab melasma tidak tunggal. Aktivitas sehari-hari dan faktor lingkungan turut berperan besar dalam memicu munculnya flek hitam ini.
Baca juga: Retinol bisa Atasi Jerawat, Kulit Kusam hingga Tampilan Pori
Tidak Semua Flek Hitam bisa Berkaitan dengan Usia
Beberapa pemicu melasma antara lain paparan sinar matahari berlebih, aktivitas luar ruangan yang intens, hingga pengaruh hormonal, termasuk penggunaan program KB.
Kondisi geografis dengan paparan sinar matahari yang kuat membuat melasma menjadi masalah kulit yang cukup menantang untuk ditangani di Indonesia.
Seiring berkembangnya teknologi perawatan kulit, kini tersedia berbagai metode untuk membantu mengendalikan melasma.
Salah satunya melalui perawatan injeksi yang dikombinasikan dengan tindakan lain. Terdapat perawatan khusus yang dikenal sebagai melasma booster injection. Perawatan ini dilakukan dengan menambahkan serum tertentu ke area kulit yang bermasalah.
Beberapa tindakan yang bisa dikombinasikan antara lain DNA salmon, injeksi asam hialuronate, hingga metode microneedling seperti PRP atau dermapen.
Sebelum tindakan dilakukan, pasien terlebih dahulu menjalani proses anestesi untuk meminimalkan rasa tidak nyaman. Setelah itu, barulah prosedur penyuntikan dilakukan sesuai area kulit yang membutuhkan perawatan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain jenis perawatan, perawatan pascatindakan juga memegang peranan penting dalam mengendalikan melasma.
Pentingnya menghindari paparan sinar matahari langsung setelah tindakan. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan tabir surya menjadi hal yang wajib. Perawatan kulit dasar seperti pelembap masih diperbolehkan.
Untuk penggunaan riasan wajah, disarankan agar ditunda sementara selama dua sampai tiga hari. Meski terdapat bekas luka kecil akibat injeksi, kondisi tersebut umumnya aman dan tidak mengganggu aktivitas. [Din]





