DI TENGAH derasnya arus informasi dan pengaruh media digital, jangan sampai anak kehilangan arah, orang tua dituntut tidak hanya menjadi pengasuh, tetapi juga menjadi kompas moral bagi anak. Tanpa pendampingan yang tepat, anak berisiko tumbuh dengan nilai-nilai yang justru bertentangan dengan ajaran Islam.
Pesan tersebut disampaikan praktisi parenting Islami Anna Agustina, S.Pd., M.Pd. dalam Sekolah Orangtua (SOTA) Asy-Syamil yang digelar di Pendopo Kauman, Batang, Sabtu (25/7/2026).
Mengangkat tema “Menumbuhkembangkan 10 Kepribadian Muslim pada Anak”, Anna menegaskan bahwa membangun kepribadian anak merupakan tugas orang tua sepanjang hayat yang harus disesuaikan dengan setiap tahap perkembangan anak.
“Menjadi orang tua itu sepanjang hayat dan ada tahapannya sesuai dengan usia anak. Kepribadian menjadi bekal penting saat kita mengantarkan anak berkembang,” ujar Anna.
Menurutnya, kepribadian berbeda dengan karakter. Kepribadian merupakan keseluruhan sikap, ekspresi, dan temperamen yang muncul ketika seseorang menghadapi situasi tertentu. Adapun karakter adalah watak yang tampak secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Anna menjelaskan, pembentukan kepribadian anak dipengaruhi oleh tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat, baik di dunia nyata maupun dunia digital. Oleh karena itu, orang tua perlu membangun literasi, termasuk literasi digital, agar tetap mampu mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi.
“Moral harus menjadi otoritas orang tua. Kalau tidak, anak akan terhubung dengan nilai-nilai yang kita tidak bisa menghalanginya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena disconnection yang banyak terjadi dalam keluarga modern. Meski tinggal serumah, tidak sedikit orang tua dan anak kehilangan kedekatan emosional sehingga komunikasi menjadi tidak efektif.
“Tidak semua orang tua diberi hak pengasuhan oleh anak. Hak itu harus kita ambil. Saat ini era disconnection, kita harus kembali terhubung dengan anak,” katanya.
Baca juga: Membangun Kepribadian Muslimah Di Kehidupan Sosial
Jangan Sampai Anak Kehilangan Arah, Ini 10 Kepribadian Muslim yang Wajib Dibangun Orang Tua Sejak Dini
Dalam pemaparannya, Anna mengenalkan 10 kepribadian muslim yang perlu ditanamkan sejak dini, yaitu Salimul Aqidah, Shahihul Ibadah, Matinul Khuluq, Qawiyyul Jism, Mutsaqoful Fikr, Mujahadatun Linafsihi, Haritsun ‘Ala Waqtihi, Munazhzhamun fi Syu’unihi, Qadirun ‘Alal Kasbi, dan Nafi’un Lighairihi. Kesepuluh karakter tersebut menjadi bekal agar anak siap memikul tanggung jawab sebagai seorang muslim ketika memasuki usia mukalaf.
Menurut Anna, membangun kepribadian muslim tidak bisa dilakukan secara instan. Orang tua perlu menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, membiasakan anak melakukan kebaikan, memberikan nasihat dengan penuh hikmah, serta menerapkan disiplin atau hukuman yang bersifat mendidik.
Sekolah Orangtua (SOTA) Yayasan Asy-Syamil Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merupakan program pembelajaran parenting yang diselenggarakan setiap bulan dalam 10 sesi dengan materi yang saling berkesinambungan. Program ini bertujuan membekali para ayah dan ibu dengan pemahaman yang komprehensif tentang parenting Islami, tumbuh kembang anak, komunikasi keluarga, pendidikan karakter, hingga pengasuhan di era digital. Melalui SOTA, diharapkan lahir orang tua yang memiliki ilmu, kesadaran, dan keterampilan dalam mendidik anak sesuai tuntunan Islam sehingga mampu mewujudkan keluarga yang harmonis dan melahirkan generasi muslim yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, serta bermanfaat bagi masyarakat.[ind]


