BEBERAPA penyebab jerawat di dagu yang perlu diketahui. Jerawat dapat muncul di berbagai area wajah, tetapi dagu menjadi salah satu lokasi yang paling sering mengalami peradangan.
Tak sedikit orang yang mengeluhkan jerawat di dagu muncul berulang kali meski sudah menggunakan berbagai produk perawatan kulit.
Berikut penyebab jerawat di dagu:
Penggunaan masker
Meski bermanfaat melindungi kesehatan, penggunaan masker dalam waktu lama juga dapat memicu munculnya jerawat di dagu dan rahang.
Kondisi ini bahkan dikenal dengan istilah maskne atau mask acne. Gesekan berulang antara kain masker dan kulit dapat menyebabkan iritasi sekaligus menyumbat folikel rambut.
Pemakaian masker dapat menyebabkan acne mechanica, yaitu jenis jerawat yang terjadi akibat gesekan berulang dan hambatan fisik pada folikel rambut sehingga pori-pori tersumbat. Selain gesekan, area di balik masker cenderung menjadi lebih lembap karena keringat dan uap napas.
Lingkungan yang hangat dan lembap tersebut menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang sehingga risiko jerawat meningkat.
Maka, menjaga kebersihan masker dan rutin membersihkan wajah setelah beraktivitas dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat di area dagu.
Baca juga: Retinol Dijadikan Bahan Aktif dalam Skincare untuk Atasi Jerawat
Kenali Penyebab Jerawat di Dagu
Perubahan hormon
Jerawat hormonal tidak hanya dialami remaja yang sedang memasuki masa pubertas. Orang dewasa pun bisa mengalami kondisi serupa, bahkan untuk pertama kalinya di usia 20-an atau lebih.
Fluktuasi hormon dapat terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, hingga menopause. Perubahan kadar estrogen, progesteron, androgen, maupun insulin dapat merangsang produksi sebum atau minyak alami kulit secara berlebihan.
Sebum sebenarnya berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit. Namun, produksi yang berlebihan dapat menyebabkan pori-pori tersumbat.
Sebum adalah zat berminyak yang diproduksi kelenjar minyak untuk menjaga kelembapan kulit. Namun ketika jumlahnya terlalu banyak, pori-pori bisa tersumbat.
Tak heran jika jerawat di dagu sering muncul menjelang menstruasi atau ketika terjadi perubahan hormon tertentu dalam tubuh.
Stres
Stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga kondisi kulit. Saat seseorang mengalami tekanan emosional atau kelelahan berkepanjangan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon kortisol.
Peningkatan hormon ini dapat memicu peradangan sekaligus membuat kulit menjadi lebih sensitif. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat pun muncul, termasuk di area dagu.
Stres juga dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Saat kamu berada dalam kondisi stres, kelenjar minyak akan memproduksi lebih banyak sebum yang dapat menyumbat pori-pori dan berkontribusi pada munculnya komedo maupun jerawat.
Karena itu, jika jerawat muncul setelah menghadapi tekanan pekerjaan, kurang tidur, atau masalah pribadi yang berat, stres bisa menjadi salah satu pemicunya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Pada sebagian perempuan, jerawat di dagu yang muncul terus-menerus bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih kompleks, yaitu sindrom ovarium polikistik atau PCOS.
Kondisi ini menyebabkan tubuh memproduksi hormon androgen dalam jumlah lebih tinggi. Akibatnya, produksi minyak meningkat dan memicu munculnya jerawat yang lebih besar, dalam, serta terasa nyeri.
Jerawat akibat PCOS biasanya tidak hanya berupa satu atau dua jerawat kecil. Pada PCOS, jerawat sering muncul dalam bentuk jerawat kistik di bawah kulit pada sepertiga bagian bawah wajah dan biasanya kambuh menjelang menstruasi serta membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
Selain jerawat, PCOS juga dapat disertai siklus menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih pada wajah, dan kista ovarium. Maka dari itu, pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika gejala-gejala tersebut muncul bersamaan. [Din]





