• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

China di Mataku

27/08/2021
in Jendela Hati
China di Mataku

Foto: Pixabay

82
SHARES
627
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Chanelmuslim.com – Terus terang kadang suka dengar orang bilang “dasar China,” kalau penjualnya pelit dan cemberut. Ungkapan yang gak perlu sebenarnya. Tapi senang banget kalau beli apa apa yang jual tuh enci-enci China yang ramah dan rame, seperti penjual ongol ongol di pasar Cideng, rasanya betah dan pingin balik dan balik lagi. Bergaul dengan etnis China adalah hal yang aku sukai.

Buat aku teman-teman Chinaku baik baik banget, setia, lucu dan aku bisa ngomong apa aja yang nyakitin sekalipun. Aku juga suka makanan China; coypan, bacang, mie ayam, semua yang enak-enak yang bikin aku suka nunda diet ke hari berikut karena ketemu makanan kek gini.  Waktu aku ke China aku juga suka banget dan kagum dengan jalan raya yang lebar lebar dan kehebatan akrobatiknya.

Baca Juga: China Izinkan Pasangan Punya Anak ke-3 di Tengah Krisis Demografi

China di Mataku

Belum lagi penjual yang gigih gila-gilaan jualan dari 500 yuan jadi 35 yuan, discount habis! Aku gak melihat sisi buruk dari China, mereka pinter, creative dan tangguh.  China memang minoritas dan sudah puluhan tahun kan bersanding nyaman dengan pribumi di negeri tercinta kita ini. Namun akhir-akhir ini ada yang menghembus-hembus agar kita benci China. Padahal selama ini kita hidup bertetangga dan berteman baik baik, semua main salah-salahan, bahkan terakhir nuduh Habib Rizieq radikal dan bakalan ganyang China kalau Ahok menang. Aku sendiri gak pernah melihat atau mendengar dari pribumi manapun hal yang kayak gitu.

Timses Anis juga gak pernah ngomong kayak gitu, makanya ketika ada video kampanye Ahok dengan cuplikan kerusuhan 98 dan ada tulisan Ganyang China, aku yakin itu cuma provokasi saja. Yang salah yang bikin video itu, menggunakan issue ras sebagai bahan berpolitik. Ahok perlu cermat memilih anak buah. Isue ras tuh gak usah dijadikan sumbu pendek untuk kita saling membenci, selama ini baik baik aja kok, bahkan dengan tetangga China yang beragama Kristen dimana mereka pada hari Jum’at ini ada perayaan agama mereka – aku minjamin tuh lapangan sekolahanku untuk parkiran mereka. Bahkan satpam sekolahanku aku suruh bantu jaga mobil-mobil mereka, toh anak anak sekolah libur. Juga ketika aku ada acara tablig akbar Ustad Hidayat Nurwahid, mobil-mobil parents

Jisc juga pinjam lapangan gereja dan bengkel kokoh Sugi (etnis China di ujung jalan situ). Pada realitanya, kita semua baik-baik saja dan bersahabat serta bergaul dengan mesra. Laluuuu …  Siapa yang provokasi ini itu? Maka dialah yang harus di “perhatikan kalau perlu diganyang” hehe… ganyang tuh diapain sih? beda sama di uwel-uwel ya?  Menurutku, yang penting jangan gunakan ras atau etnis untuk langgengkan kekuasaan atau merebut kekuasaan, sampai kapanpun kaum minoritas itu agak sulit memerintah, di seluruh dunia kayak gitu, pasti ribut. Logikanya Islam di Australia, apa bisa Muslim sebagai minoritas jadi penguasa di Australia? Itu yang harus dipikirkan, bule pasti ngamuk la kalau muslim jadi perdana mentri dan ngatur-ngatur bule dengan kemudian menutup penjualan bir yang sudah jadi makanan sehari hari mereka. Miisalnya kemudian langsung keluar Perda tanpa cerita, tanpa kata-kata, apa kata si bule?

Jadi, kalau kaum minoritas memerintah mayoritas mungkin bisa saja, tapi agak sulit di terima, ini menurutku ya. Itu masalahnya, apalagi kalau menyinggung agama dan memaksakan kehendak atau melarang kebiasaan yang berlaku. Seperti takbiran di malam lebaran -ahh kan cuma setahun sekali biarkanlah- begitupula kalau Imlek ada barongsay di jalanan dan bikin rame, biarkanlah, seruu malah.  Yang bener tuh kayak di Malaysia, ada 3 etnis tapi gak ribut dan bekerjasama tidak saling menguasai dan yang etnis China dan India juga gak pernah menghina ras Melayu. Dan juga gak ada adegan pingin jadi penguasa di negeri itu.

Semua mengakui cinta negeri dan semua wajib kerjasama. Gak usah gontok-gontokan, gak usah ganyang-ganyangan, gak usah kobarkan api kebencian. Itu aja sih, tulisan ibu-ibu berbaju ungu bukan grup emak-emak berdaster…loh yaaa…

Tags: China di Mataku
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Es Pisang Ijo Segar, Lumer di Lidah

Next Post

Hasil Survei: Makin Banyak Warga AS Inginkan Mariyuana Dilegalkan

Next Post

Hasil Survei: Makin Banyak Warga AS Inginkan Mariyuana Dilegalkan

Terapi 'Tusuk Jarum' Makin Diminati di Luar Cina

Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad

Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1908 shares
    Share 763 Tweet 477
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3567 shares
    Share 1427 Tweet 892
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1830 shares
    Share 732 Tweet 458
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1710 shares
    Share 684 Tweet 428
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga