Chanelmuslim.com – Isra Miraj adalah perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad di tahun-tahun kesedihannya karena kehilangan Khadijah dan pamannga Abu Thalib. Suatu perjalanan yang ketika itu dianggap mustahil karena Nabi melakukan perjalanan dari Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina kemudian naik ke langit hanya dalam satu malam.
Di antara hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya , dari sahabat Anas bin Malik :Dari Anas bin Malik radhiyallahu âanhu bahwa Rasulullah shallallahu âalaihi wa sallam bersabda :
âDidatangkan kepadaku Buraaq â yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar . Kemudian datang kepadaku Jibril âalaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : â Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrahâ.
Baca Juga:Â Isra Miraj dan Rahasia Keunggulan Abu Bakar
Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):âSiapa engkau?â Dia menjawab:âJibrilâ. Dikatakan lagi: âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab:âMuhammadâ Dikatakan:âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab:âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril âalaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):âSiapa engkau?â Dia menjawab: âJibrilâ. Dikatakan lagi:âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab:âMuhammadâ Dikatakan:âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab:âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi âIsa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi âalaihimaa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):âSiapa engkau?â Dia menjawab:âJibrilâ. Dikatakan lagi: âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab:âMuhammadâ Dikatakan:âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab:âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf âalaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan(wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):âSiapa engkau?â Dia menjawab:âJibrilâ. Dikatakan lagi: âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab: âMuhammadâ Dikatakan: âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab: âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : âDan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggiâ (Maryam:57).
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):âSiapa engkau?â Dia menjawab:âJibrilâ. Dikatakan lagi: âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab:âMuhammadâ Dikatakan:âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab:âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun âalaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): âSiapa engkau?â Dia menjawab:âJibrilâ. Dikatakan lagi: âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab: âMuhammadâ Dikatakan: âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab:âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): âSiapa engkau?â Dia menjawab: âJibrilâ. Dikatakan lagi: âSiapa yang bersamamu?â Dia menjawab, âMuhammadâ Dikatakan, âApakah dia telah diutus?â Dia menjawab, âDia telah diutusâ. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Maâmuur. Setiap hari masuk ke Baitul Maâmuur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya
Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa âalaihis salam. Lalu dia bertanya: âApa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?â. Saya menjawab: â50 shalatâ. Dia berkata: âKembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`ilâ. Beliau bersabda :âMaka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: âWahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatkuâ. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:âAllah mengurangi untukku 5 shalatâ. Dia berkata:âSesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringananâ. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Taâala dan Musa âalaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:âWahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekanâ. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musaâalaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: âKembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringananâ, maka sayapun berkata: âSungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nyaâ. (H.R Muslim 162)
Sumber: Sirah Nabawiyah



