WAKIL Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Mokhamad Mahdum, menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat yang terbuka dan inklusif. Menurutnya, masjid sejatinya merupakan aset umat yang seharusnya dapat diakses selama 24 jam, tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah salat semata.
“Mempromosikan bahwa masjid itu sebenarnya buka 24 jam, karena itu aset umat. Jangan hanya karena takut, jangan karena terlalu konservatif tapi meninggalkan kemaslahatannya,” ujar Mokhamad Mahdum.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara pada acara Pemberdayaan Ekonomi Koperasi Masjid dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS dan Angkasa Malaysia, Kamis (5/2/2026) di Kantor BAZNAS. Kehadirannya dalam kegiatan tersebut, kata Mahdum, merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko untuk membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap masjid.
Baca juga: BAZNAS dan Angkasa Malaysia Gelar Pemberdayaan Ekonomi Koperasi Masjid
Wakil Ketua BAZNAS RI Dorong Masjid Dibuka 24 Jam sebagai Pusat Kemaslahatan Umat
Ia menjelaskan, dengan masjid yang terbuka dan aktif, masyarakat akan merasa lebih dekat dan terdorong untuk berkontribusi, termasuk melalui infak dan berbagai bentuk dukungan lainnya. “Ini namanya strategi mitigasi risiko. Jadi kalau nanti masyarakat jadi infak ke masjid, semakin banyak jemaahnya. Sistem keamanannya itu komunal, bagi masyarakatnya itu sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mahdum menekankan bahwa masjid seharusnya memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kegiatan pemberdayaan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Poin terpenting bagi kami hari ini adalah bahwa masjid itu seharusnya bukan hanya tempat salat. Masjid adalah untuk tempat apa pun yang membawa kemaslahatan umat,” tegasnya.
Melalui kerja sama antara BAZNAS dan Angkasa Malaysia, diharapkan penguatan peran masjid, khususnya melalui koperasi masjid, dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. [Din]





