• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 6 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

Perubahan Budaya Pangan Hantarkan Indonesia Menjadi Importir Gandum Terbesar Dunia

20/07/2022
in Info
Perubahan Budaya Pangan Hantarkan Indonesia Menjadi Importir Gandum Terbesar Dunia

Perubahan Budaya Pangan Hantarkan Indonesia Menjadi Importir Gandum Terbesar Dunia

106
SHARES
814
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

FAKTOR utama yang menyebabkan Indonesia bertranformasi menjadi negara pengimpor gandum terbesar di dunia adalah perubahan budaya pangan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono.

“Beras secara tradisional adalah pangan utama masyarakat Indonesia, yang dikukuhkan dengan swasembada beras pada 1980-an. Sejak diperkenalkan pada 1960-an, ketergantungan pada pangan berbasis gandum dengan cepat melonjak,” kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/07/2022).

Baca Juga : IDEAS: Ancaman Omicron Kian Nyata, Segera Reformasi Kebijakan PTM 100%

Dengan harga yang murah, gandum yang merupakan bahan baku terigu dan menjadi komponen utama makanan olahan seperti mie instan, roti, biskuit, aneka kue hingga makanan gorengan, segera mendapat popularitas yang tinggi.

Menurut Yusuf, ketergantungan Indonesia pada gandum sangat mengkhawatirkan karena gandum sepenuhnya di-impor dan Indonesia kini, sejak 2019, telah bertransformasi menjadi importir gandum terbesar di dunia.

“Pada 1970-an, impor gandum hanya di kisaran 500 ribu ton, kemudian melonjak di kisaran 3 juta ton pada 1990-an, dan kini telah menembus 11 juta ton,” tutur Yusuf.

Krisis pangan global 2008 memberi peringatan keras atas ketergantungan Indonesia yang sangat tinggi terhadap impor gandum.

Hanya dipicu oleh jatuhnya produksi gandum global sebesar 3,9 persen, harga gandum melonjak sejak Mei 2007 dan berpuncak pada Februari 2008.

“Dengan volume impor gandum di kisaran 4,5 juta ton pada 2008, harga gandum impor melonjak dari US$ 182 per ton pada 2006 menjadi US$ 439 per ton. Hal ini terulang pada krisis pangan global 2022, dimana harga gandum melonjak hingga 40 persen, dari $ 377 per ton pada Desember 2021 menjadi $ 522 per ton pada Mei 2022,” ungkap Yusuf.

Selain karena perubahan budaya pangan, ketergantungan Indonesia yang tinggi pada impor gandum juga disumbang oleh perubahan produksi pakan ternak.

“Sejak 2016, terlihat pola yang konsisten dimana jatuhnya impor jagung diikuti oleh lonjakan impor gandum. Bila pada 2015 impor gandum baru mencapai 7,4 juta ton, pada 2016 angkanya melonjak menjadi 10,5 juta ton. Di saat yang sama, impor jagung menurun drastis dari 3,3 juta ton menjadi hanya 1,1 juta ton,” ujar Yusuf.

Lonjakan impor gandum ini terjadi karena permintaan untuk pakan ternak.

Perubahan tata niaga jagung dan mahalnya harga jagung, telah memaksa pabrik pakan ternak yang selama ini mengandalkan jagung untuk beralih ke gandum.

“Untuk menekan dampak negatif dari ketergantungan tinggi pada impor gandum, dibutuhkan rekayasa permintaan pangan melalui penganekaragaman pangan lokal dan gaya hidup sehat,” papar Yusuf.

Di era orde baru, atas nama swasembada, budaya pangan lokal yang sesuai dengan karakteristik genetika penduduk lokal dan daya dukung alam setempat, banyak diabaikan, dan kini nyaris hancur di era perdagangan bebas dan serbuan budaya pangan asing.

Baca Juga : IDEAS Proyeksikan Jumlah Orang Miskin Melonjak Menjadi 29,3 Juta Pada Tahun 2022

Sebagai misal, pola pangan utama berbasis sagu, umbi-umbian dan jagung di Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan Nias telah lama berganti menjadi pola pangan berbasis beras, bahkan gandum.

“Intrusi budaya pangan asing berbasis gandum, kentang dan daging (werternization of diet), selain tidak sehat secara gizi, juga menggerus kemandirian pangan dan mengancam budaya pangan local,” tutup Yusuf.[wmh]

Tags: Perubahan Budaya Pangan Hantarkan Indonesia Menjadi Importir Gandum Terbesar Dunia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Apakah Niat Shalat Harus Diucapkan?

Next Post

Hukum Berhutang Disertai Barang Jaminan

Next Post
Hukum Berhutang Disertai Barang Jaminan

Hukum Berhutang Disertai Barang Jaminan

Berdoa Memohon Diberi Keturunan Saleh

Berdoa Memohon Diberi Keturunan Saleh

LAZ Al Azhar, Zona Bahagia Kurban

LAZ Al Azhar, Zona Bahagia Kurban

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9476 shares
    Share 3790 Tweet 2369
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11820 shares
    Share 4728 Tweet 2955
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4846 shares
    Share 1938 Tweet 1212
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1337 shares
    Share 535 Tweet 334
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4283 shares
    Share 1713 Tweet 1071
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2448 shares
    Share 979 Tweet 612
  • Maulid Salimah Kota Bekasi Dihadiri 650 Jamaah, Galang Dana untuk Palestina

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Tetap Dakwah meski Sakit Parah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • ParagonCorp Perkuat 6.000 Guru dan Dosen Beradaptasi di Era AI

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    443 shares
    Share 177 Tweet 111
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga