BERTEPATAN dengan peringatan Isra Mi’raj 27 Rajab 1447 H, Ayo Less Waste (ALW) melaksanakan aksi pengelolaan sampah (waste management) pada puncak acara Maqdisy Talent Fest 1447 H yang berlangsung di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta Pusat.
Maqdisy Talent Fest merupakan puncak dari rangkaian program Maqdisy Talent Hunt 1447 H, sebuah ajang pencarian bakat anak dan remaja yang diarahkan untuk melahirkan generasi influencer yang peduli terhadap isu kemanusiaan, khususnya tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Program ini menjadi bagian dari strategi dakwah kreatif yang diinisiasi oleh Wadah Silaturahmi Umat (WASILAH), lembaga yang menaungi berbagai komunitas, di antaranya Komunitas Akhwat Bershalawat dan Komunitas Anak Bershalawat.
Ketua Yayasan WASILAH, Annisa Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau yang akrab disapa Tere, menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang mampu menjangkau generasi muda melalui medium kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ia juga mengajak keluarga Indonesia untuk terus menanamkan kepedulian terhadap perjuangan kemanusiaan dan nilai keberpihakan terhadap rakyat Palestina, khususnya Masjid Al Aqsha sebagai simbol peradaban dan sejarah spiritual umat.
Peringatan Isra Mi’raj: Ayo Less Waste Lakukan Aksi Waste Management di Event Maqdisy Talent Fest 1447 H
Tere menegaskan bahwa Maqdisy Talent Fest diharapkan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan agar anak-anak tumbuh sebagai generasi penerus yang berkarakter, peduli, serta mampu menyuarakan nilai kemanusiaan secara positif di ruang digital.
Maqdisy Talent Hunt 1447 H sendiri telah berlangsung sejak tahun sebelumnya dan terbuka bagi peserta anak Muslim usia 5–14 tahun, terbagi dalam dua kategori usia.
Para peserta menampilkan bakat di bidang komunikasi, audio-visual, media, dan storytelling. Dari seluruh tahapan seleksi tersebut, terpilih lima finalis terbaik pada puncak acara Maqdisy Talent Fest, yaitu:
Juara 1: Ayuiki Senandung Lenggana
Juara 2: Kayisa Azalia
Juara 3: Azmya Nadiya Ikhsan
Peringkat 4: Abdullah Arsyad
Peringkat 5: Almira Nasya
Dalam momentum kegiatan ini, ALW dipercaya sebagai mitra resmi waste management untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan secara bertanggung jawab selama acara berlangsung.
Tim ALW yang bertugas terdiri dari Bintang, Febi, Havid, Faisol, dan Aisyah, yang melakukan edukasi pemilahan sampah, pendampingan pengunjung, serta pemantauan alur pengelolaan sampah di area venue.
Salah satu pengunjung yang hadir secara langsung menyampaikan apresiasinya kepada tim ALW dengan mengatakan,
“I really appreciate your work. You’re doing a great job.”
Bintang, selaku Ketua Tim Waste Management ALW, menegaskan pentingnya peran pengelolaan sampah dalam setiap kegiatan publik.
“Setiap event bisa menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah. Salah satu langkahnya ialah dengan melakukan waste management yang bertanggung jawab,” ujar Bintang.
Pengelolaan sampah dilakukan dengan prinsip pemilahan dari sumber. Sampah anorganik terpilah dikirimkan ke mitra bank sampah untuk dibawa ke pabrik daur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi kompos, sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular dan pengurangan beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebagai komunitas pemuda peduli lingkungan, ALW memaknai pengelolaan sampah sebagai bentuk amanah dalam menjaga bumi, sejalan dengan tagline mereka :
“Sampahku, Tanggung Jawabku.”
Capaian Dampak Lingkungan
Kolaborasi ini berhasil mengelola sekitar:
±47 kg sampah, dengan estimasi penyelamatan emisi karbon sebesar ±32 kg CO₂e.
Rincian sampah terpilah:
Organik: ±12 kg
Anorganik: ±8 kg
Residu: ±21 kg
Kardus: ±6 kg
Dampak tersebut setara dengan:
Penghematan energi listrik rumah tangga selama ±3–4 hari
Pengurangan emisi setara perjalanan mobil sejauh ±130–160 km
Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan waste management dalam sebuah event mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
ALW menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, dan peserta atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin.
ALW membuka peluang kolaborasi bagi penyelenggara acara yang ingin menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berdampak nyata bagi lingkungan. [Din]


