SALIMAH Kota Bekasi menyelenggarakan Workshop Skill Kehumasan bertajuk “Satu Foto Berbagi Cerita, Fotografi Humas Siap Publikasi”, pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Dapur Rempah, Jaka Setia, Galaxy, Kota Bekasi.
Workshop yang berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB ini diikuti oleh 30 peserta, dengan fokus utama pada fotografi event sebagai sarana membangun narasi kegiatan dan memperkuat citra organisasi di ruang publik.
Ketua PD Salimah Kota Bekasi, Inna Nur Susiami, hadir langsung memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa dokumentasi kegiatan bukan sekadar pelengkap laporan, melainkan arsip sejarah dan media komunikasi organisasi.
“Fotografi adalah proses mengabadikan peristiwa agar tidak hilang. Foto tidak berbohong, ia menjadi bukti. Dengan visual yang tepat, sebuah kegiatan bisa tampil lebih menarik dan eye catching,” ungkap Inna dalam sambutannya.

Kemampuan fotografi kini menjadi kebutuhan penting bagi tim kehumasan.
Baca juga: Tabligh Akbar Salimah Bekasi Barat Kumpulkan Donasi Rp170 juta untuk Palestina
Dari Dokumentasi ke Cerita: Salimah Kota Bekasi Bekali Humas Skill Fotografi
Sebagai narasumber, workshop ini menghadirkan Prasinta Dhamayanti atau Shinta, seorang fotografer profesional dengan pengalaman puluhan tahun di berbagai event besar. Ia mengajak peserta memahami bahwa fotografi humas harus mampu menyampaikan pesan, bukan sekadar merekam aktivitas.
“Fotografer event itu bercerita. Bukan hanya siapa yang hadir, tapi apa makna kegiatannya. Satu foto yang kuat bisa menyampaikan pesan tanpa perlu penjelasan panjang,” tutur Shinta.
Dalam sesi materinya, Shinta juga membagikan pengalaman menghadapi beragam klien, tantangan di lapangan, serta etika dan sikap profesional yang perlu dijaga, terutama bagi fotografer perempuan. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan kepekaan visual dalam kondisi yang serba terbatas.
“Tidak selalu harus dengan alat mahal. Cahaya, sudut pandang, dan momen adalah kunci. Lingkungan sekitar bisa menjadi elemen pendukung yang membuat foto lebih hidup,” jelasnya.
Workshop ini tidak berhenti pada pemaparan teori. Peserta mengikuti coaching clinic foto, dengan menampilkan hasil dokumentasi kegiatan masing-masing untuk dikaji bersama. Proses pembelajaran akan dilanjutkan melalui pendampingan di grup WhatsApp selama tujuh hari guna memperkuat praktik dan konsistensi.
Antusiasme peserta tampak tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta terbuka menerima kritik atas karya foto yang ditampilkan. Banyak peserta menilai metode ini membantu mereka memahami standar foto yang layak publikasi media.
Melalui kegiatan ini, PD Salimah Kota Bekasi berharap tim humas mampu menghasilkan dokumentasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga komunikatif dan bernilai cerita, sehingga setiap kegiatan organisasi dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat luas.[ind]
Kontributor: Nurul Hs (Salimah Bekasi)



