SAAT ini terapi stem cell dihadapkan pada dua pilihan utama, yakni menggunakan sel dari donor orang lain atau mengambil dari tubuh sendiri (autologous).
Menjalani terapi stem cell membutuhkan pertimbangan matang, terutama terkait sumber atau dari mana jaringan sel biologis tersebut didapatkan.
Asal stem cell akan sangat menentukan tingkat keberhasilan pengobatan dan kualitas regenerasi di dalam tubuh pasien.
Keduanya memiliki kegunaan tersendiri, tetapi standar medis menetapkan kriteria yang sangat ketat terkait kelayakan sel sebelum dibiakkan di laboratorium.
Seiring bertambahnya umur, kualitas dan persentase sel penyembuh di dalam tubuh manusia akan mengalami penurunan alami.
Baca juga: Tips Aman Pilih Fasilitas Terapi Stem Cell
Terapi Stem Cell bisa dari Sel Orang Lain atau Autologus
Kondisi ini membuat sel yang diambil dari pasien berusia lanjut tidak seoptimal sel yang berasal dari donor berusia muda.
Sebagai contoh, misalnya stem cell dari usia 30 tahun dan stem cell yang berasal dari donor 70 tahun, tentunya pasti the best adalah usia 30 tahun. Usia 70 tahun pasti banyak sekali stem cell yang sudah rusak.
Selain persoalan penuaan usia, keberadaan penyakit degeneratif turut merusak kualitas jaringan pembentuk sel.
Sama-sama usia 30 tahun sumbernya, tetapi yang satu ada penyakit diabetes yang tidak terkontrol, dan yang satu sehat. Tentunya stem cell yang dari usia 30 tahun dengan diabetes ini kualitasnya kurang baik.
Guna mendapatkan kualitas terbaik yang belum terpapar proses degenerasi maupun penyakit bawaan, dunia medis memprioritaskan tali pusat bayi sebagai sumber paling murni. Konsep ini bahkan turut melahirkan industri penyimpanan darah tali pusat.
Praktik medis modern memungkinkan jaringan ari-ari tersebut diolah menjadi stem cell Wharton’s Jelly. Pemanfaatannya dalam pengobatan penyakit degeneratif bisa melintasi generasi di dalam satu garis keturunan keluarga.
Bagi pasien yang lebih nyaman menggunakan sel biologis dari tubuhnya sendiri, prosedur autologus tetap bisa dijalankan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Salah satu sumber autologus yang lazim digunakan, khususnya dalam ranah estetika dan peremajaan wajah, adalah jaringan lemak pasien.
Jaringan lemak hasil sedot lemak tersebut tidak langsung disuntikkan kembali ke wajah, melainkan diproses terlebih dahulu untuk memisahkan komponen penyembuhnya.
Setelah sumber jaringan didapatkan, pabrik pembuat harus menjaga tingkat kemurnian sel melalui beragam proses yang cukup rumit.
Demi mencegah masuknya penyakit atau penularan kuman, satu sumber donor stem cell wajib melewati serangkaian tes skrining yang ketat dan memakan biaya tidak sedikit.
Selain mengandalkan skrining di tahap awal, seluruh tahapan pembuatan sel harus berlangsung di ruangan berstandar tinggi tanpa intervensi obat pembasmi bakteri buatan. [Din]



