KEBIASAAN konsumsi gula tambahan tidak hanya bikin risiko penyakit jantung atau diabetes tipe 2 meningkat, tapi gigi juga bisa kena dampaknya.
Baik dari gula tebu, sirup jagung, sirup maple atau madu, masalah utamanya tetap sama yaitu terlalu banyak gula tambahan dapat merusak gigi. Makanan atau minuman manis bisa mempengaruhi kesehatan mulut.
Beberapa menit setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, plak atau lapisan lengket bakteri di mulut akan mengubah gula menjadi asam yang menurunkan pH di mulut dan mulai melarutkan mineral dari enamel gigi.
Baca juga: Perhatikan Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak
Tak Hanya Diabetes dan Jantung, Kebiasaan Konsumsi Gula Tambahan Bisa Berisiko pada Gigi
Kebiasaan minum minuman manis secara terus menerus bisa membuat gigi jadi mudah berlubang. Jika kamu meminum soda manis sepanjang hari, gigi terus menerus terpapar gula, sehingga air liur alami yang melawan bakteri tidak dapat membersihkannya.
Disarankan untuk menikmati makanan atau minuman manis sekaligus, daripada menyajikan pelan-pelan sepanjang hari.
Selain itu, jangan langsung sikat gigi setelah makan makanan manis, karena enamel gigi sedang melunak. Menyikat giggi terlalu cepat justru bisa mengikisnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Bilas dengan air untuk membantu membersihkan gula dan asam, dan tunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi. Cara ini memberi waktu bagi air liur untuk menetralkan asam dan mengembalikan enamel gigi.
Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter, menjadi langkah penting untuk mencegah dampak buruk gula pada gigi. [Din]





