PEMBENTUKAN perilaku dan kepribadian anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan keluarga dan karakter orang tua. Menurut penjelasan dokter Boyke Dian Nugraha, orang tua tidak hanya mewariskan ciri fisik kepada anak, tetapi juga membawa pengaruh psikologis yang berkaitan dengan akhlak, temperamen, dan kecerdasan.
Dalam beberapa kasus, sifat-sifat tertentu dapat diwariskan secara turun-temurun, seperti rasa takut, permusuhan, atau kecenderungan perilaku negatif lainnya.
Pengaruh tersebut terutama berkaitan dengan aspek kejiwaan. Unsur keturunan yang dipadukan dengan lingkungan keluarga dapat berperan dalam membentuk kecenderungan perilaku anak, termasuk dalam hal perilaku seksual.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Oleh karena itu, dalam perspektif Islam, pemilihan pasangan hidup dipandang sebagai hal yang sangat penting.
Syariat Islam melarang pernikahan dengan individu yang dikenal melakukan perbuatan zina hingga yang bersangkutan benar-benar bertobat.
Larangan ini dipahami sebagai bentuk perlindungan terhadap keturunan, agar tidak mewarisi pengaruh psikologis yang berpotensi menjerumuskan pada perilaku menyimpang.
Kesucian dan integritas moral pasangan dianggap memiliki peran signifikan dalam menciptakan fondasi keluarga yang sehat.
Sifat Orang Tua Memengaruhi Penyimpangan Seksual pada Anak
Namun demikian, dalam praktiknya, perhatian terhadap aspek psikologis ini belum selalu seimbang.
Sebagian ayah dinilai kurang memberikan perhatian pada persiapan mental dan moral dalam membangun keluarga.
Di sisi lain, sebagian ibu terkadang dinilai kurang selektif dalam memilih pasangan, meskipun mengetahui calon suami memiliki perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma agama dan sosial.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan anak, terutama ketika memasuki masa pubertas yang ditandai dengan perubahan hormonal.
Baca juga: Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Anak
Jika lingkungan keluarga tidak memberikan teladan dan pengawasan yang baik, dorongan biologis tersebut dapat berkembang tanpa kendali.
Dengan demikian, pembentukan keluarga yang sehat secara moral, psikologis, dan spiritual dipandang sebagai langkah penting dalam mencegah munculnya perilaku seksual yang menyimpang pada generasi berikutnya.[Sdz]





