• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 21 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Pentingnya Self Efficacy dalam Manajemen Diri

22/07/2025
in Healthy
Pentingnya Self Efficacy dalam Manajemen Diri

Sri Yusriani

78
SHARES
598
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEYAKINAN diri atau self efficacy adalah fondasi penting dalam membangun ketangguhan, manajemen diri, dan semangat untuk berkembang.

Hal ini pula yang menjadi pondasi utama bagi Sri Yusriani, lulusan Magister Manajemen Universitas Terbuka (UT), yang berhasil meraih penghargaan sebagai Mahasiswa Magister Terbaik UT 2024.

Dalam perjalanannya, ia tidak hanya meneliti variabel self efficacy, tetapi juga menemukan harmoni antara teori psikologi Barat dan nilai-nilai spiritual Islam dalam kitab Ishlahul Qulb karya Dr. Amr Khalid.

Baca juga: Cerita Sri Yusriani Raih Mahasiswa Terbaik UT Meski Harus PJJ dari Denmark

Menyatukan Ilmu dan Hati: Dari Bandura ke Ishlahul Qulb

Menurut Albert Bandura (1977), self efficacy adalah keyakinan individu akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan dalam konteks tertentu.

“Variabel ini ternyata sejalan dengan konsep ishlahul qulb — yaitu kerja hati. Meski Bandura tidak menyisipkan unsur agama, saya melihat bahwa kepercayaan diri dan kesadaran hati saling berkaitan,” ungkap Sri.

Bagi Sri, membaca kitab Ishlahul Qulb bukan sekadar pengobat luka batin, tetapi juga titik tolak penting dalam memaknai ulang perjalanan hidup dan akademiknya.

Ia meyakini bahwa dalam Islam, kerja fisik dan kerja hati berjalan beriringan. Misalnya, dalam ibadah salat yang menuntut keikhlasan, bukan sekadar gerakan.

“Itu semua kerja hati. Manajemen diri itu sejatinya kerja qalbu,” ujarnya.

Riset dan Proses: Ketika Kehidupan Menjadi Laboratorium Nyata

Perjalanan akademik Sri tidak lepas dari berbagai ujian hidup. Kehilangan ibunda tercinta menjelang keberangkatannya ke Kuala Lumpur menjadi pukulan hebat.

“Mama saya biasa membaca tulisan saya sebelum saya publikasikan. Saat beliau wafat, saya kehilangan semangat. Tapi saya kembali menulis, membaca kitab-kitab tazkiyatun nafs, dan menyusun kembali puzzle kehidupan saya.”

Sri masuk UT pada semester 1 tahun 2022 dan lulus pada semester 1 tahun 2024. Ia menyelesaikan riset bertema self efficacy dan peer support dalam konteks online distance learning.

Penelitiannya diterbitkan dalam berbagai forum ilmiah dan jurnal internasional, seperti konferensi industri di Dubai dan Universitas Negeri Jakarta. Bahkan, ia menjadi best presenter pada Juni 2024.

“Self efficacy bukan hanya soal optimisme. Ini tentang bagaimana kita mengelola diri, waktu, dan emosi dalam mencapai tujuan. Jangan sampai kita ingin mengubah lingkungan, tetapi justru belum mampu mengatur diri sendiri,” jelasnya.

Antara Spiritualitas dan Sains: Membangun Diri dari Hati

Sri menolak istilah seperti hypnotherapy jika tidak dikaitkan dengan dasar spiritual yang kuat.

“Saya melihat bahwa orang-orang yang kuat dalam manajemen hati—dari berbagai agama—tidak mudah dihipnotis. Itu menunjukkan pentingnya kekuatan nurani dan kesadaran batin.”

Pengalamannya yang mendalam juga membawanya menyadari bahwa self efficacy adalah jembatan antara berbagai kebudayaan dan sistem nilai.

Ia mencontohkan prinsip atma dan dharma dalam Hindu, atau mindfulness dalam Buddhisme, sebagai bentuk keselarasan spiritual dengan konsep keyakinan diri dalam psikologi modern.

Berjejaring dan Berdaya: Kolaborasi dalam Dunia Akademik

Sebagai peneliti aktif, Sri tak hanya fokus pada riset individu. Ia membangun jejaring dengan rekan-rekan lintas negara dan lintas agama. Ia menjadi moderator, timekeeper, dan pembicara dalam berbagai konferensi internasional.

Penelitiannya pun terus berkembang, salah satunya mengangkat isu work stress di perusahaan Denmark, hingga pengaruh virtual team dalam efektivitas kerja.

“Kolaborasi sangat penting. Anak-anak muda yang pandai bekerja sama lebih sukses dibanding yang hanya belajar sendiri,” katanya.

Sri juga menyoroti pentingnya motivasi dalam menyelesaikan studi.

“Motivasi terbesar saya adalah menyelesaikan apa yang belum selesai. Saya tidak mau mengulang kesalahan di jenjang S-1, yang hanya belajar di waktu sisa. Kali ini, saya belajar dari awal dengan penuh kesungguhan.”

Keseimbangan Peran dan Dukungan Lingkungan

Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, peneliti, dan aktivis sosial, Sri tetap menjalankan tanggung jawab sebagai ibu dan pendamping keluarga.

Ia juga aktif di Palang Merah Internasional (IPRC Denmark) untuk mendampingi pengungsi dari Ukraina.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tapi juga menenangkan jiwa mereka. Self efficacy dibutuhkan juga dalam membantu orang lain,” ujarnya.

Sri menekankan pentingnya dukungan lingkungan.

“Saya punya sahabat yang membangunkan saya sahur saat kuliah online, ada juga profesor dan kolega yang sangat suportif. Tanpa mereka, saya mungkin tak sanggup.”

Inspirasi untuk Generasi Muda

Sebagai ibu dari lima anak, Sri ingin menjadi teladan bahwa pendidikan tinggi bukan penghalang, melainkan jalan untuk memberi lebih banyak. Ia berharap generasi muda tidak hanya mengejar gaya hidup digital, tetapi juga menghargai proses pembelajaran, nilai, dan kedalaman ilmu.

“Saya ingin menyatukan generasi baby boomer, milenial, hingga Gen Z. Belajar tak mengenal usia. Pendidikan itu bukan soal gelar, tapi soal kebermanfaatan,” katanya.

Menatap Masa Depan: Misi Menjadi Agen Perubahan

Kini, Sri melanjutkan pendidikan ke jenjang Ph.D. di Universiti Sains Malaysia. Ia berharap bisa memperkuat kompetensinya di bidang manajemen dan menjadi agen perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat global.

Dengan mengintegrasikan nilai self efficacy, spiritualitas, dan keilmuan, ia ingin menyumbangkan solusi nyata, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Proses belajar ini indah. Saya tidak ukur dari hasil semata, tapi dari perjalanan yang penuh makna. Keyakinan diri yang kuat dan hati yang bersih adalah fondasi untuk menghadapi tantangan hidup.”

Tips dari Sri Yusriani:

  1. Manajemen Waktu: Susun prioritas dan hindari hal yang tidak penting.
  2. Motivasi Diri: Ingat kembali tujuan awal dan jangan mudah tergoda distraksi.
  3. Komunikasi Terbuka: Sampaikan batasan dan jadwal kepada keluarga dan kolega.
  4. Adaptasi Teknologi: Gunakan teknologi sebagai sarana belajar, bukan pelarian.
  5. Dukungan Sosial: Bangun komunitas belajar yang suportif, meskipun hanya virtual.
  6. Konsistensi: Belajar sedikit tapi rutin lebih baik daripada belajar mendadak.

Dengan segala lika-liku hidupnya, Sri Yusriani telah membuktikan bahwa self efficacy bukan hanya teori psikologi, melainkan kekuatan nyata untuk bangkit, berkembang, dan menginspirasi.

“Kita mungkin bukan siapa-siapa bagi dunia. Tapi bisa jadi, kita adalah alasan seseorang untuk tetap hidup hari ini.” — Sri Yusriani.

[ind]

Tags: Pentingnya Self Efficacy dalam Manajemen Diri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kajian Tafsir Peduli Palestina Jadi Penutup Program Muharam Salimah Bojonggede

Next Post

Resep Minuman untuk Menaikkan Imunitas Tubuh

Next Post
Minuman Sehat Pengganti Sop Buah

Resep Minuman untuk Menaikkan Imunitas Tubuh

Mengenal Fiqih Ibadah Mazhab Syafii

Kiat Menghalau Rasa Malas dan Berat dalam Beribadah

Cara Allah Mengabulkan Doa Orang Miskin

Cara Allah Mengabulkan Doa Orang Miskin

  • Hukum shalat sendirian bagi laki-laki

    Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1907 shares
    Share 763 Tweet 477
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5007 shares
    Share 2003 Tweet 1252
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7989 shares
    Share 3196 Tweet 1997
  • Fadkhera Tancap Gas Perkuat Produksi Tawarkan Sukuk Musyarakah di Urun-RI, Proyeksi Imbal Hasil 15,01 persen

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1737 shares
    Share 695 Tweet 434
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    388 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11172 shares
    Share 4469 Tweet 2793
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Makna Talak dalam Kata “Udahan” yang Diucapkan Suami

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga