• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Menyenangkan Orang Lain karena Allah Bukan People Pleaser

11/03/2025
in Healthy, Unggulan
Menyenangkan Orang Lain karena Allah Bukan People Pleaser

Menyenangkan Orang Lain karena Allah Bukan People Pleaser (foto: pixabay)

221
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENYENANGKAN orang lain karena Allah Subhanahu wa taala berbeda dengan People Pleaser, yaitu orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain karena takut dikucilkan atau tidak bisa menolak.

Dikutip dari Fakultas Psikologi Mercubuana @fpsimercubuana, istilah People Pleaser merujuk pada orang yang kesulitan menolak permintaan orang lain padahal sebenarnya tidak bersedia.

Beberapa tanda seorang People Pleaser yaitu antara lain sebagai berikut.

1. Sangat ingin disukai oleh orang lain dan rela melakukan apapun

2. Takut dianggap jahat atau egois ketika menolak ajakan orang lain

3. Merasa bersalah ketika mengatakan ‘tidak’ pada orang lain

4. Mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi kebutuhan orang lain

5. Selalu meminta maaf atas hal-hal yang sebenarnya tidak perlu

Menurut Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed, sebenarnya menyenangkan hati orang lain itu berpahala dan baik juga untuk diri kita.

Namun ternyata, lanjut Hifizah, sesuatu yang berlebihan itu akan menjadi kurang baik, termasuk berlebihan dalam menyenangkan hati orang lain hingga mengorbankan kebahagiaan kita sendiri.

“Bedanya orang yang tulus ingin menyenangkan hati orang lain dengan people pleaser adalah niatnya. Kalau tulus, niat awalnya karena ibadah, hubungannya antara diri pribadi dengan Allah Subhanahu wa taala,” kata Psikolog yang akrab disapa Fifi ini, Jumat (10/6/2022).

Baca Juga: Apa Itu People Pleaser dan Cara Mengatasinya

Menyenangkan Orang Lain karena Allah Bukan People Pleaser

Hal yang menjadi pembatas antara People Pleaser dan orang yang senang membantu orang lain adalah aturan dari Allah.

“Batasannya adalah aturan dari Allah, bahwa Allah tidak akan memberikan beban kepada kita di luar kesanggupan kita,” jelas Fifi kepada ChanelMuslim.com.

Jika kamu sanggup untuk menolong orang tersebut tanpa mengabaikan kebahagiaan diri dan orang lain, tolonglah orang tersebut, lanjut Fifi.

“Kalau bisa kita tolong, maka kita akan berusaha menolong orang itu semampu kita tanpa mengabaikan kebahagiaan pribadi dan orang-orang yang kita cintai,” tambahnya.

Berbeda dengan people pleaser yang membantu orang agar orang tersebut menyukai kita.

“Niatnya untuk menyenangkan hati orang lain, supaya orang suka dengan kita, jadi person to person, mungkin kalau dalam bahasa agamanya adalah riya,” kata peraih Master of Education dari Jepang itu.

Penyebab orang menjadi People Pleaser, lanjut Fifi, adalah tidak ingin dibenci orang, juga ada rasa kurang percaya diri sehingga perilaku menolongnya berlebihan serta mengabaikan kebutuhan diri dan keluarganya.

Fifi menerangkan, sama halnya dengan meminta maaf.

“Tentang minta maaf juga sama, meminta maaf menunjukkan kebesaran hati seseorang untuk mengakui kesalahannya kepada orang yang ia zalimi atau saat ada salah,” jelasnya.

Namun, kebiasaan untuk selalu meminta maaf tentu tidak baik dan berlebihan.

“Tapi sedikit-sedikit minta maaf padahal tidak ada kesalahan itu juga jatuhnya berlebihan, menunjukkan rasa kurang percaya diri,” katanya.

Fifi yang juga Ketua Hikari Parenting School ini menyarakan agar setiap orang berhati-hati dalam ucapakan dan tindakan sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.

Di sisi lain, kepada anak-anak, ada baiknya orangtua mengajarkan meminta maaf bila anak-anak melakukan kesalahan atau bermasalah dengan hubungan interpersonal dengan orang lain.

“Untuk anak-anak, kita ajarkan meminta maaf kalau melakukan kesalahan atau bila ada masalah hubungan interpersonal dengan orang lain,” tambah Fifi.

Meminta maaf juga dibolehkan bila ada sesuatu yang tidak kita sadari menyinggung hati orang lain saat bertemu atau dalam kegiatan.

“Boleh bilang mohon maaf lahir batin ya, kalau ada yang salah, ini masih dalam batas wajar,” jelasnya.

Meminta maaf juga bisa menjadi bagian dari budaya dan pola asuh.

“Misalnya kalau di Jepang itu, sedikit-sedikit orang ngomong, sumimasen (maaf) untuk sopan santun. Ini seperti unggah ungguh dalam budaya kita mungkin ya,” tandasnya.

Fifi menyimpulkan, meminta maaf kepada orang lain dan membantu orang lain boleh-boleh saja dilakukan selama tidak menimbulkan stres dan mengganggu kesehatan mental.[ind]

Tags: fakultas psikologi universitas mercu buanahifizah nurhikari parenting schoolmenyenangkan orang lainpeople pleaserpsikologi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenakan Gamis Putih, Olla Ramlan Tampil Anggun dan Mempesona

Next Post

Komunitas UMKM Teman Kreasikan Gelar Program Bersama Bantu Sesama 3

Next Post
Komunitas UMKM Teman Kreasikan Gelar Program Bersama Bantu Sesama 3

Komunitas UMKM Teman Kreasikan Gelar Program Bersama Bantu Sesama 3

SMART 171 Adakan Buka Bersama di Masjid Al-Aqsa Palestina

SMART 171 Adakan Buka Bersama di Masjid Al-Aqsa Palestina

Persiapan Mudik Lebaran, PT KAI Tingkatkan Keamanan di Jalur Perlintasan

Persiapan Mudik Lebaran, PT KAI Tingkatkan Keamanan di Jalur Perlintasan

  • Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1943 shares
    Share 777 Tweet 486
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh dan Dinkes Aceh Tamiang Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Pascabencana

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9173 shares
    Share 3669 Tweet 2293
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1233 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11711 shares
    Share 4684 Tweet 2928
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    719 shares
    Share 288 Tweet 180
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Heboh Duit Palsu Grade A

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga