MAKANAN yang dikonsumsi setiap hari berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, tidak hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan, cara mengolahnya juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik memasak tertentu dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.
Karena itu, memahami cara mengolah makanan dengan tepat menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan keluarga.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari memasak makanan hingga gosong. Daging, ayam, ikan, maupun bahan makanan lain yang dibakar atau dipanggang sampai hangus dapat menghasilkan senyawa tertentu yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Bagian makanan yang berwarna hitam atau terbakar sebaiknya tidak dikonsumsi karena mengandung zat yang tidak baik bagi tubuh.
Saat memasak dengan cara memanggang atau membakar, usahakan menggunakan suhu sedang dan hindari kontak langsung dengan api dalam waktu terlalu lama. Membalik makanan secara berkala juga membantu mengurangi risiko terbentuknya bagian yang hangus.
Selain itu, membatasi konsumsi makanan yang digoreng terlalu lama juga merupakan langkah yang bijak. Minyak yang digunakan berulang kali pada suhu tinggi dapat mengalami perubahan kimia yang menghasilkan senyawa berbahaya. Jika ingin menggoreng, gunakan minyak yang masih layak pakai dan hindari penggunaan minyak yang sudah berwarna sangat gelap atau berbau tengik.
Baca Juga: Manfaat Mengonsumsi Bawang Bombay Mentah untuk Tubuh
Cara Cerdas Mengolah Makanan untuk Mengurangi Risiko Zat Pemicu Kanker
Metode memasak yang lebih sehat dapat menjadi alternatif. Mengukus, merebus, menumis dengan sedikit minyak, atau memanggang pada suhu yang terkontrol termasuk teknik memasak yang umumnya lebih baik untuk mempertahankan kandungan gizi makanan sekaligus mengurangi pembentukan zat yang tidak diinginkan.
Pemilihan bahan makanan segar juga tidak kalah penting. Sayuran, buah-buahan, ikan, dan sumber protein segar memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan bahan makanan yang sudah terlalu lama disimpan. Sebelum dimasak, cuci bahan makanan dengan air mengalir untuk membantu mengurangi kotoran maupun residu yang menempel pada permukaannya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Saat mengolah daging olahan seperti sosis, nugget, atau daging asap, konsumsilah dalam jumlah yang wajar. Beberapa produk olahan mengandung bahan tambahan tertentu yang jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang kurang baik bagi kesehatan. Mengimbanginya dengan sayuran dan buah-buahan dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan antioksidan tubuh.
Penyimpanan makanan juga perlu diperhatikan. Makanan yang disimpan terlalu lama atau dalam kondisi kurang higienis berisiko terkontaminasi mikroorganisme maupun jamur tertentu. Gunakan wadah yang bersih dan simpan makanan sesuai suhu yang dianjurkan agar kualitasnya tetap terjaga. [DW]





