• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Cara Agar Tidak Kena Mental saat Dicaci Maki

05/12/2025
in Healthy
Cara Agar Tidak Kena Mental saat Dicaci Maki

(foto: pixabay)

94
SHARES
720
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA caranya agar tidak kena mental saat dicaci maki atau direndahkan? Motivator Parenting dari Rumah Pintar Aisha Randy Insyaha menjawab sebagai berikut.

Bagaimana agar kita tidak kena mental saat dijelekkan, difitnah, dicaci maki, direndahkan, dijatuhkan, dibully. Coba kita pahami seperti ini dulu. Orang yang suka melukai orang lain sebenarnya dia itu sedang terluka. Vibrasinya ada pada vibrasi kebencian, amarah, pokoknya berada pada level vibrasi negatif. Kalau kita meladeni misalnya ikut marah, sakit hati, benci maka sama halnya vibrasi kita juga pada level vibrasi negatif.

Saat kita berada pada vibrasi negatif maka kita akan menarik peristiwa-peristiwa yang membuat diri kita selalu marah, selalu benci dan selalu sakit hati.

Jadi sebenarnya kita harus kasihan kepada mereka itu yang suka marah-marah, suka menyakiti orang lain.

Mereka itu akan terus menerus mengalami peristiwa yang membuat mereka terus menerus marah, benci, sakit hati.

Misalnya, ketika kita dilukai oleh bos kita lalu kita terluka maka enggak usah ada nafsu untuk membuktikan bahwa kita tidak seperti itu. Enggak perlu juga ada tujuan untuk melampaui karier bos kita. Mereka bukan tolok ukur. Pokoknya berkarya terus sebaik-baiknya.

Saat kita menjadikan mereka tolok ukur, saat kita berhasil melampauinya, kita akan berhenti di level itu karena tujuan sudah tercapai. Kita akan puas saat apa yang kita ingin sudah berhasil kita dapatkan. Kita tidak akan bisa melenting lebih tinggi lagi.

Banyak orang mengukur orang lain itu sebagai kompetitor entah tetangga, rekan kerja, atasan, teman kuliah dll.

Baca juga: Cara Sederhana untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Cara Agar Tidak Kena Mental saat Dicaci Maki

Kembali kepada orang yang suka marah-marah tadi. Sobat, orang itu sedang terluka, dimaklumi saja, namanya juga sedang punya luka batin. Disenyumin saja dan lupakan. Tidak perlu ditanggapin serius orang yang sedang punya luka batin.

Dia mungkin enggak tahu sebenarnya dia itu sedang terluka, dia sedang membenci, dia penuh amarah, penuh dendam.

Enggak perlu ikut-ikutan untuk menjadi seperti mereka yang memancarkan vibrasi negatif. Orang-orang seperti itu akan terus mengalami berbagai peristiwa yang membuatnya benci, marah, dendam, kan kasihan hidupnya.

Jadi maklumi saja kondisinya, hidupnya itu sudah berat, lakukan saja pekerjaanmu sebaik-baiknya. Enggak perlu jadikan mereka kompetitor atau tolok ukur.

Jadi lupakan saja peristiwa, maklum kita sedang berhadapan dengan orang yang sakit hatinya, jadi tetap saja fokus pada karya yang terbaik. Kita juga tidak mau menghidupkan vibrasi negatif pada diri kita, seperti marah, benci, dendam.

Jika itu terjadi, sayang sekali dirimu, yang ikut juga mengalami berbagai peristiwa yang akan membuatmu marah, benci kecewa. Apapun yang terjadi tetap semangat, percaya diri dan bahagia.[ind]

Tags: Cara Agar Tidak Kena Mental saat Dicaci Maki
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hukum Edit Foto Supaya Terlihat Lebih Cantik

Next Post

Ketahui, Efek Mencuci Muka Dengan Sabun Mandi

Next Post
Ketahui, Efek Mencuci Muka Dengan Sabun Mandi

Ketahui, Efek Mencuci Muka Dengan Sabun Mandi

Tak Ada Doa yang Sia-sia

Mengambil Berkah dari Yang Allah Ridhai

Hukum Menjenguk Nonmuslim yang Sakit

Hukum Menjenguk Nonmuslim yang Sakit

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8852 shares
    Share 3541 Tweet 2213
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1078 shares
    Share 431 Tweet 270
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11568 shares
    Share 4627 Tweet 2892
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3986 shares
    Share 1594 Tweet 997
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3455 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2264 shares
    Share 906 Tweet 566
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4673 shares
    Share 1869 Tweet 1168
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga