KENCUR merupakan salah satu rempah yang cukup akrab dengan masyarakat Indonesia. Rimpang bernama ilmiah Kaempferia galanga L. ini biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, bahan jamu, atau diolah menjadi minuman beras kencur. Aromanya khas, rasanya sedikit pedas, dan memberikan sensasi hangat ketika dikonsumsi.
Selama ini kencur lebih sering dikenal sebagai bahan alami untuk membantu meredakan batuk. Padahal, rempah yang masih satu keluarga dengan jahe dan kunyit ini memiliki sejumlah potensi lain yang menarik untuk diketahui.
Baca Juga: Manfaat Berbagai Jenis Jahe dan Khasiatnya untuk Kesehatan Tubuh
Beragam Manfaat Kencur untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
1. Membantu Meredakan Batuk Berdahak
Manfaat kencur yang sudah tercantum dalam informasi registrasi obat bahan alam di Indonesia adalah membantu meredakan batuk berdahak. BPOM memasukkan rimpang kencur sebagai bahan obat bahan alam dengan klaim tersebut.
Tak heran jika sejak dahulu masyarakat menggunakan kencur sebagai bahan jamu ketika mengalami keluhan pada saluran pernapasan. Namun, kencur tetap bukan pengganti obat dokter, terutama jika batuk berlangsung lama atau disertai gejala berat.
2. Berpotensi Membantu Mengurangi Peradangan
Kencur ternyata juga memiliki potensi sebagai bahan yang bersifat antiinflamasi. Dalam dokumen Kementerian Kesehatan, penelitian mengenai kencur menunjukkan adanya aktivitas antinyeri dan antiinflamasi. Bahkan, sari kencur dan beras kencur pernah diteliti terkait efek analgesiknya pada manusia.
Temuan tersebut menarik karena menunjukkan bahwa kencur tidak hanya digunakan berdasarkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga pernah menjadi objek penelitian kesehatan.
3. Membantu Meredakan Nyeri
Masih berkaitan dengan sifat antiinflamasinya, kencur berpotensi membantu mengurangi rasa nyeri. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa penelitian terhadap sari kencur menunjukkan efek analgesik pada manusia.
Inilah salah satu alasan kencur kerap ditemukan dalam ramuan tradisional yang digunakan masyarakat untuk membantu mengatasi rasa pegal atau tidak nyaman setelah melakukan aktivitas.
4. Berpotensi Memiliki Aktivitas Antioksidan
Kencur mengandung berbagai senyawa bioaktif yang membuatnya menarik untuk diteliti sebagai tanaman obat. Aktivitas antioksidan merupakan salah satu aspek yang banyak dibahas dalam penelitian mengenai tanaman dari kelompok rimpang.
Antioksidan sendiri berperan membantu melindungi sel tubuh dari tekanan oksidatif. Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti kencur dapat mencegah atau menyembuhkan semua penyakit. Konsumsi tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola makan dan gaya hidup sehat.
5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Saluran Pernapasan
Kencur sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan pernapasan. Dalam praktik pengobatan tradisional di Indonesia, kencur juga tercatat digunakan dalam beberapa ramuan untuk keluhan tertentu.
Aromanya yang kuat dan sensasi hangat membuat kencur sering dipilih sebagai bahan minuman herbal, terutama ketika tubuh terasa kurang nyaman.
6. Menjadi Bahan Jamu yang Praktis
Manfaat lain yang mungkin jarang diperhatikan adalah fleksibilitas kencur sebagai bahan pangan sekaligus bahan obat tradisional. BPOM mencatat kencur dapat digunakan dalam berbagai bentuk ramuan, antara lain beras kencur, jahe kencur, wedang kombinasi, hingga parem.
Beras kencur bahkan telah menjadi salah satu minuman jamu yang sangat populer di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat masyarakat secara tradisional menggunakannya untuk membantu meredakan nyeri badan, kembung, dan mual.
7. Menarik untuk Pengembangan Obat Herbal
Kencur bukan sekadar tanaman bumbu dapur. Kementerian Kesehatan bahkan pernah melakukan penelitian dan pengembangan terkait tanaman ini sebagai bahan obat tradisional. Penelitian di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa kencur telah lama dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional di Indonesia.
Meski memiliki berbagai potensi, konsumsi kencur sebaiknya tetap dalam batas wajar. Produk obat tradisional juga perlu diperhatikan izin edar, aturan pakai, tanggal kedaluwarsa, serta peringatan yang tercantum pada kemasan. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa obat tradisional tidak boleh digunakan untuk menggantikan penanganan pada kondisi gawat darurat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini
Pada akhirnya, kencur menunjukkan bahwa rempah yang sering dianggap sederhana ternyata menyimpan potensi kesehatan yang cukup beragam. Mulai dari membantu meredakan batuk berdahak hingga berpotensi memiliki aktivitas antinyeri dan antiinflamasi, kencur menjadi salah satu kekayaan tanaman obat Indonesia yang menarik untuk terus dipelajari. [DW]





