• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

6 Alasan Mengapa Wanita Berisiko Dua Kali Lipat untuk Mengalami Depresi

05/03/2026
in Healthy
Penyebab depresi pasca persalinan

Foto: Pixabay/Darkmoon_Art

84
SHARES
649
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENGAPA wanita berisiko dua kali lipat untuk mengalami depresi? Dalam beberapa dekade terakhir, depresi menjadi semakin umum di negara-negara industri seperti AS dan Inggris, dan sering disebut oleh para dokter sebagai ‘flu psikiatri biasa’.

Baca Juga: Orangtua yang Depresi Bisa Mengganggu Kesehatan Jiwa Anak

6 Alasan Mengapa Wanita Berisiko Dua Kali Lipat untuk Mengalami Depresi

Rata-rata setiap orang memiliki peluang satu dari tujuh (15 persen) untuk mengalami depresi selama masa hidupnya, dan sekitar 1 dalam 20 (5 persen) peluang untuk menderita depresi pada saat ini juga.

Namun, angka-angka ini tidak relevan jika dikaitkan dengan gender karena depresi dua kali lebih umum terjadi pada wanita daripada pria.

Alasan mengapa hal ini terjadi belum jelas tetapi kemungkinan terjadi karena beberapa alasan yang bersifat biologis, psikologis, dan  sosial-budaya. Faktor-faktor yang menyebabkan depresi pada wanita antara lain;

1. Faktor genetik

Riwayat depresi keluarga meningkatkan peluang terjadinya depresi, baik pada pria dan wanita. Meski begitu, studi menunjukkan bahwa tekanan hiduplah cenderung membuat wanita lebih rentan untuk mengalami stres yang berujung depresi dibandingkan pria.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Mutasi genetik tertentu yang terkait dengan perkembangan depresi berat juga hanya terjadi pada wanita.

2. Masa puber

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan, baik secara fisik dan psikis. Studi menemukan bahwa sebelum masa puber, anak laki-laki dan perempuan sama-sama cenderung mengalami depresi. Namun, setelah usia 14 tahun, wanita cenderung dua kali lebih rentan mengalami depresi.

3. Menstruasi

Perubahan hormon menjelang menstruasi dapat menyebabkan perubahan mood drastis (mood swing) yang seringkali menyertai nyeri PMS. Hal ini terhitung wajar.

Ada bentuk mood swing PMS yang lebih parah, disebut dengan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Wanita yang dilanda PMDD bahkan punya kecenderungan lebih besar untuk mengalami depresi hingga mencoba bunuh diri, meski menstruasinya sudah tuntas.

Dilansir dari WebMD, wanita yang punya gangguan ini umumnya memiliki kadar hormon serotonin sangat rendah. Dalam tubuh, hormon serotonin mengendalikan mood, emosi, pola tidur, dan rasa sakit.

Kadar hormon memang bisa menjadi tidak seimbang menjelang atau selama menstruasi. Namun belum jelas penyebab kenapa hormon serotonin pada wanita tertentu bisa menurun drastis saat menstruasi.

4. Masa kehamilan

Masa kehamilan tidaklah mudah, karena selama proses tersebut akan terjadi perubahan hormon yang dapat memicu terjadinya perubahan mood atau depresi pada wanita.

Perubahan hormon dan genetik semasa ini juga membuat wanita lebih rentan mengalami gangguan mood, seperti depresi.

Bahkan setelah melahirkan, wanita juga rentan mengalami baby blues dan depresi postpartum yang dapat menyulitkan wanita untuk menjalani peran barunya sebagai ibu, termasuk dalam merawat bayinya.

5. Masa perimenopause (menjelang menopause)

Beberapa wanita rentan mengalami depresi selama masa transisi menuju masa menopause. Naik-turunnya kadar hormon reproduksi pada tahun-tahun menjelang atau selama menopause dapat memicu gejala depresi pada wanita usia lanjut.

6. Pengaruh lingkungan

Faktor lain yang juga dapat membuat wanita rentan depresi adalah faktor lingkungan, terutama terkait peran wanita sebagai ibu, istri, dan anak bagi orangtuanya.

Perlu upaya dan bantuan orang-orang terdekat agar wanita mampu menyeimbangkan ketiga peran karena tidak jarang wanita mengalami stres kronis karena ketiga peran itu yang dapat memicu terjadinya depresi.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa wanita mungkin lebih cenderung merenungkan masa lalu, yang baik maupun yang buruk, dibandingkan pria.

Ini membuat wanita rentan mengalami gangguan kecemasan. [Maya/sumber:psychologitoday.com dan hellosehat.com/Cms/Sdz]

Tags: Mengapa wanita lebih berisiko mengalami depresi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Surat At-Takasur Ayat 1, Memperbanyak Dunia telah Melalaikanmu

Next Post

Anak Suka Melihat Video Hantu Membuat Anak Jadi Penakut

Next Post
Anak Masih Kecil atau Sudah Besar

Anak Suka Melihat Video Hantu Membuat Anak Jadi Penakut

IRRESSRAMADHAN 2026 Mengusung Konsep Eksklusif dan Bernuansa Reflektif

IRRESSRAMADHAN 2026 Mengusung Konsep Eksklusif dan Bernuansa Reflektif

Mengatasi gersangnya pohon-pohno kehidupan dalam rumah kita

Mengatasi Gersangnya Pohon-Pohon Kehidupan dalam Rumah Kita

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8854 shares
    Share 3542 Tweet 2214
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1079 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11569 shares
    Share 4628 Tweet 2892
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2266 shares
    Share 906 Tweet 567
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3456 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1431 shares
    Share 572 Tweet 358
  • Menyambut Hari Pertama Sekolah, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan Orang Tua

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga