• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 26 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Ketika Hati Batal Puasa!

29/04/2021
in Figur, Unggulan
Ketika Hati Batal Puasa!

Ketika Hati Batal Puasa! Foto: Pixabay

84
SHARES
648
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Sesungguhnya ketika puasa dalam perspektif fiqhi hanyalah “meninggalkan makan, minum dan hubungan suami istri dari sejak fajar kedua hingga terbenam matahari karena Allah Subhanahu wa Taala”.

Oleh Shamsi Ali, Presiden Imam Besar Islamic Centre New York

Ketika menahan makan, minum dan hubungan suami istri dilakukan dengan niat karena Allah, dan pada batas waktu yang ditentukan itu, puasa pastinya sah.

Pemahaman keabsahan puasa secara fiqh inilah yang menjadi pemahaman dan pegangan umum Umat Islam.
Sehingga fokus utama pada puasa dan ibadah-ibadah lainnya hanyalah pada aspek yurisdiksi (Hukum fiqh) semata.

Akibatnya puasa dan ibadah lainnya terasa gersang dari makna-makna spiritualitas, yang sejatinya menjadi salah satu tujuan utama semua ibadah ritual dalam Islam.

Jika kita lihat ibadah-ibadah ritual Islam seperti sholat, zakat, puasa dan haji, semuanya bermuara kepada penguatan atau penyuburan spiritualitas (ruhiyah) manusia.

Shalat itu bagaikan makanan lima kali sehari semalam bagi ruh manusia. Puasa seolah pesta spesial tahunan.
Haji ibaratnya sebuah pesta seumur hidup manusia untuk menyuburkan kehidupan ruhiyahnya.

Ketika ibadah-ibadah itu gersang dari nilai-nilai spiritualitas maka ibadah itu, puasa misalnya, menjadi sebuah

rutinitas tahunan yang datang dan pergi setiap tahun tanpa meninggalkan bekas dalam kehidupan ril manusia.

Baca Juga: Hukum Berpuasa bagi Pekerja Berat

Menata Hati

Salah satu obyek utama puasa itu adalah menata hati manusia. Dengan menata hati, suasana kejiwaannya akan merasakan ketenangan dan ketentraman (thuma’ninah).

Dengan berpuasa seorang Muslim akan mengekang dorongan hawa nafsu yang ‘ammarah’. Yaitu kejiwaan yang mendorong kepada ragam ‘thughyaan’ (transgression) dalam hidupnya.

Menata hati dengan puasa itu seperti yang digambarkan dalam Al-Quran dengan “nahyun-nafs” (mengekang) nafsu.

Baca Juga : Tanda Amalan Ramadan yang Diterima

Mengontrol (hawa nafsu)

Dan ini hanya bisa dilakukan ketika dalam hati manusia itu ada rasa takut kepada kebesaran Allah Subhanahu wa Taala.

“Dan barang siapa yang takut kepada maqam (kebesaran) Tuhannya dan menahan nafsu dari dorongan-dorongan (jahat) maka Syurga menjadi tempatnya” (an-Nazi’at).

Dalam konteks inilah puasa harus mampu mempuasakan (mengontrol) atau menahan jiwa dari berbagai kecenderungan ‘ammarah’ tadi.
Sehingga pelaku puasa tidak saja berhasil menahan diri dari makan dan minum. Tapi juga menahan diri dari berbagai dorongan hawa nafsu yang liar.

Ketika seseorang menahan diri dari makan dan minum, namun gagal mengekang hawa nafsunya maka maka hati akan gagal terbentengi dari ragam tendensi negatif dan konstrutif. Ragam penyakit hati bermunculan, yang kerap mengusik kehidupan komunal manusia.

Ketika hati terganggu maka karakter manusia mengalami gangguan. Itu akan nampak di saat-saat manusia bereaksi kepada ragam peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.
Reaksi yang kerap destruktif dalam dan bagi kehidupan manusia itu gambaran dari keadaan hati sedang mengalami gangguan.

Di sinilah puasa hadir sebagai solusi. Dengan puasa manusia Membangun ‘daya kontrol’ atau ‘immune system’ kejiwaan. Jiwa yang terkontrol secara baik melahirkan ‘nafs muthomainnah’ (jiwa yang tenang).

Dengan suasana jiwa yang tenang itu hati menjadi ‘bersih’ (saliim). Dan kedua hal ini pula menjadi pintu kebahagiaan bagi manusia. Terlebih lagi di kehidupan ukhrawi kelak.

“Pada hari di mana harta dan anak-anak tiada lagi memberi manfaat. Kecuali bagi dia yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun saliim)” (Al-Qur’an).

“Wahai jiwa yang tenang (nafs muthomainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Masuklah ke dalam (golongan) hambaKu dan masuklah ke dalam syurgaKu” (Al-Qur’an).

Semoga puasa kita mengantar kepada puasa jiwa dan hati. Puasa yang Membangun ketenangan jiwa dan kebersihan hati. Amin!

[Ind/Wld].

Tags: Ketika Hati Batal Puasa!Ramadan di Rumah Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kwetiau Siram Bakso Sayuran, Menu Sahur Simpel

Next Post

Tujuh Tempat Shalat di Komplek Masjid Al Aqsa

Next Post
Tujuh Tempat Shalat di Komplek Masjid Al Aqsa

Tujuh Tempat Shalat di Komplek Masjid Al Aqsa

mudik dan pandemi

Mudik dan Pandemi Covid-19

5 Desain Rak Buku Untuk Kamar Anak

5 Desain Rak Buku untuk Kamar Anak

  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1954 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Siswa JISc, Ainun Nadhifia Jalil Torehkan Prestasi Taekwondo, Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia Korea

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1364 shares
    Share 546 Tweet 341
  • Sedekah Diam-diam yang Menjadi Naungan di Padang Mahsyar

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga