• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 14 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Ketika Hati Batal Puasa!

29/04/2021
in Figur, Unggulan
Ketika Hati Batal Puasa!

Ketika Hati Batal Puasa! Foto: Pixabay

82
SHARES
634
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Sesungguhnya ketika puasa dalam perspektif fiqhi hanyalah “meninggalkan makan, minum dan hubungan suami istri dari sejak fajar kedua hingga terbenam matahari karena Allah Subhanahu wa Taala”.

Oleh Shamsi Ali, Presiden Imam Besar Islamic Centre New York

Ketika menahan makan, minum dan hubungan suami istri dilakukan dengan niat karena Allah, dan pada batas waktu yang ditentukan itu, puasa pastinya sah.

Pemahaman keabsahan puasa secara fiqh inilah yang menjadi pemahaman dan pegangan umum Umat Islam.
Sehingga fokus utama pada puasa dan ibadah-ibadah lainnya hanyalah pada aspek yurisdiksi (Hukum fiqh) semata.

Akibatnya puasa dan ibadah lainnya terasa gersang dari makna-makna spiritualitas, yang sejatinya menjadi salah satu tujuan utama semua ibadah ritual dalam Islam.

Jika kita lihat ibadah-ibadah ritual Islam seperti sholat, zakat, puasa dan haji, semuanya bermuara kepada penguatan atau penyuburan spiritualitas (ruhiyah) manusia.

Shalat itu bagaikan makanan lima kali sehari semalam bagi ruh manusia. Puasa seolah pesta spesial tahunan.
Haji ibaratnya sebuah pesta seumur hidup manusia untuk menyuburkan kehidupan ruhiyahnya.

Ketika ibadah-ibadah itu gersang dari nilai-nilai spiritualitas maka ibadah itu, puasa misalnya, menjadi sebuah

rutinitas tahunan yang datang dan pergi setiap tahun tanpa meninggalkan bekas dalam kehidupan ril manusia.

Baca Juga: Hukum Berpuasa bagi Pekerja Berat

Menata Hati

Salah satu obyek utama puasa itu adalah menata hati manusia. Dengan menata hati, suasana kejiwaannya akan merasakan ketenangan dan ketentraman (thuma’ninah).

Dengan berpuasa seorang Muslim akan mengekang dorongan hawa nafsu yang ‘ammarah’. Yaitu kejiwaan yang mendorong kepada ragam ‘thughyaan’ (transgression) dalam hidupnya.

Menata hati dengan puasa itu seperti yang digambarkan dalam Al-Quran dengan “nahyun-nafs” (mengekang) nafsu.

Baca Juga : Tanda Amalan Ramadan yang Diterima

Mengontrol (hawa nafsu)

Dan ini hanya bisa dilakukan ketika dalam hati manusia itu ada rasa takut kepada kebesaran Allah Subhanahu wa Taala.

“Dan barang siapa yang takut kepada maqam (kebesaran) Tuhannya dan menahan nafsu dari dorongan-dorongan (jahat) maka Syurga menjadi tempatnya” (an-Nazi’at).

Dalam konteks inilah puasa harus mampu mempuasakan (mengontrol) atau menahan jiwa dari berbagai kecenderungan ‘ammarah’ tadi.
Sehingga pelaku puasa tidak saja berhasil menahan diri dari makan dan minum. Tapi juga menahan diri dari berbagai dorongan hawa nafsu yang liar.

Ketika seseorang menahan diri dari makan dan minum, namun gagal mengekang hawa nafsunya maka maka hati akan gagal terbentengi dari ragam tendensi negatif dan konstrutif. Ragam penyakit hati bermunculan, yang kerap mengusik kehidupan komunal manusia.

Ketika hati terganggu maka karakter manusia mengalami gangguan. Itu akan nampak di saat-saat manusia bereaksi kepada ragam peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.
Reaksi yang kerap destruktif dalam dan bagi kehidupan manusia itu gambaran dari keadaan hati sedang mengalami gangguan.

Di sinilah puasa hadir sebagai solusi. Dengan puasa manusia Membangun ‘daya kontrol’ atau ‘immune system’ kejiwaan. Jiwa yang terkontrol secara baik melahirkan ‘nafs muthomainnah’ (jiwa yang tenang).

Dengan suasana jiwa yang tenang itu hati menjadi ‘bersih’ (saliim). Dan kedua hal ini pula menjadi pintu kebahagiaan bagi manusia. Terlebih lagi di kehidupan ukhrawi kelak.

“Pada hari di mana harta dan anak-anak tiada lagi memberi manfaat. Kecuali bagi dia yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun saliim)” (Al-Qur’an).

“Wahai jiwa yang tenang (nafs muthomainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Masuklah ke dalam (golongan) hambaKu dan masuklah ke dalam syurgaKu” (Al-Qur’an).

Semoga puasa kita mengantar kepada puasa jiwa dan hati. Puasa yang Membangun ketenangan jiwa dan kebersihan hati. Amin!

[Ind/Wld].

Tags: Ketika Hati Batal Puasa!Ramadan di Rumah Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kwetiau Siram Bakso Sayuran, Menu Sahur Simpel

Next Post

Tujuh Tempat Shalat di Komplek Masjid Al Aqsa

Next Post
Tujuh Tempat Shalat di Komplek Masjid Al Aqsa

Tujuh Tempat Shalat di Komplek Masjid Al Aqsa

mudik dan pandemi

Mudik dan Pandemi Covid-19

5 Desain Rak Buku Untuk Kamar Anak

5 Desain Rak Buku untuk Kamar Anak

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1917 shares
    Share 767 Tweet 479
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    263 shares
    Share 105 Tweet 66
  • Dakwah Mendunia: Ustaz Muda Indonesia Gaungkan Al-Quran di Selandia Baru

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3571 shares
    Share 1428 Tweet 893
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11205 shares
    Share 4482 Tweet 2801
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1832 shares
    Share 733 Tweet 458
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4495 shares
    Share 1798 Tweet 1124
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8067 shares
    Share 3227 Tweet 2017
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga