• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Cerita Bunda Icha Savitry Menjalani Ramadan di Norwegia

23/04/2022
in Figur, Unggulan
Cerita Bunda Icha Savitry Menjalani Ramadan di Norwegia

Cerita Bunda Icha Savitry Menjalani Ramadan di Norwegia

222
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RAMADAN di Norwegia, bagaimana suka duka menjalani Ramadan di negeri asal para Viking ini? Dalam program Jelajah Ramadan ChanelMuslim, Sabtu (23/4/2022), Icha Savitry menceritakan pengalamannya menjalani Ramadan di sana selama belasan tahun terakhir.

Wanita bernama lengkap Savitry Khairunnisa itu menggambarkan suasana di masjid Falah-ul-Muslimeen, masjid terbesar di Haugesund itu dibangun oleh pendatang dari Bangladesh.

“Di masjid ini, kegiatan Ramadan cukup semarak, ada tarawih bersama, buka bersama, juga shalat Idul Fitri,” kata Bunda Icha yang juga ibu dari Fatih itu.

Dari luar, masjid itu tidak nampak layaknya tempat ibadah umat Islam, melainkan apartemen biasa.

Selain Masjid Falah-Ul-Muslimeen, ada pula dua masjid lain di kota tersebut yang merupakan masjid yang didirikan oleh komunitas pendatang Arab dan Bosnia.

Norwegia memang ramah terhadap pendatang, terutama pengungsi dari negara-negara konflik yang kebanyakan muslim.

“Hampir setiap minggu, saya melihat wajah-wajah baru di kota ini, ada orang Arab, Afrika, dan akhir-akhir ini Ukraina dan Chechnya,” tambah Icha yang tinggal di kota Haugesund, Norwegia bersama sang suami.

Baca Juga: Cerita Daylight Saving Time dari Bunda Icha Savitry

Cerita Bunda Icha Savitry Menjalani Ramadan di Norwegia

Berpuasa di Norwegia, bagi Icha dan keluarga, merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, ketika musim panas, siang hari begitu panjang.

“Sebaliknya, pada musim dingin, kami seperti memborong malam karena hampir tidak terlihat matahari sepanjang hari,” ujar pemilik akun IG @ichasavitry itu.

Rata-rata puasa di Norwegia memakan waktu 16-20 jam. Karena panjangnya waktu berpuasa, Dewan Ulama Eropa dan IRN (Islamsk Rad Norge) memutuskan 3 metode puasa pada saat musim panas.

Pertama, berpuasa mengikuti waktu lokal yaitu waktu terbit dan terbenam matahari di Norwegia.

Kedua, berpuasa mengikuti waktu negara muslim terdekat, seperti Arab Saudi atau Maroko.

Ketiga, “membekukan waktu” dari bulan Mei-Juli, yaitu berpuasa selama 16 jam dan 8 jam untuk berbuka. Metode ketiga ini yang sering digunakan oleh Bunda Icha dan keluarga.

Tak hanya memikirkan puasa bagi diri sendiri, Bunda Icha dan suami juga menyiapkan anak semata wayangnya, Fatih, yang kini berusia 15 tahun, untuk berpuasa.

“Alhamdulillah, Fatih itu memang enggak suka makan waktu kecil, jadi dia senang sekali disuruh berpuasa, walaupun kami tetap berproses memberikan pengertian tentang puasa kepada dia,” jelasnya.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Icha dan suami dalam melatih anak berpuasa yaitu sebagai berikut.

1- Kuatkan Tauhid

Proses penanaman tauhid itu dilakukan secara kontinyu tapi dalam diskusi santai, seperti bed-time story, pada waktu makan, dan waktu keluarga lainnya.

“Fatih kami latih berpuasa sejak usia 6 tahun, memang agak terlambat, tapi kami ingin memastikan dulu menanamkan tauhid pada anak agar dia berpuasa atas keinginan sendiri,” jelas Bunda Icha.

2- Utamakan Shalat

Ia mengungkapkan, sejak anaknya berusia 4 tahun, Icha dan suami mulai melatih untuk shalat dan berdiskusi tentang Islam.

3- Diskusi dengan Anak

Icha dan suami banyak berdiskusi tentang Islam dengan Fatih sejak dini, dan juga menjadi contoh terbaik dalam mempraktikkan ajaran agama dalam sehari-hari.

4- Komunikasi dengan pihak sekolah

Norwegia adalah negara yang memprioritaskan anak lebih dari golongan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, Icha berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai puasa yang dijalani anaknya.

Sementara, Fatih juga meyakinkan kepada pihak sekolah bahwa ia sendiri yang ingin berpuasa bukan atas tekanan atau paksaan dari orangtuanya.

5- Duta Islam yang ramah

Menurut Icha, keluarga kecilnya, dan juga Fatih yang bersekolah di sekolah umum adalah duta Islam yang ramah.

“Setelah tinggal di perantauan, keluar dari zona nyaman, kami menyadari bahwa Islam yang kita bawa itu adalah sesuatu yang penting yang melekat pada diri kita dan ke mana kita pergi, pertahankan dengan membawa nama baik Islam di mana pun berada,” tutupnya.

Selain mendengar cerita Icha tentang Ramadan, para peserta Jelajah Ramadan juga diajak melihat keindahan alam Norwegia melalui foto dan video yang disungguhkan oleh Bunda Icha.

Sahabat ChanelMuslim, itulah sekelumit cerita Bunda Icha tentang Ramadan di Norwegia. Jangan lupa untuk mengikuti episode Jelajah Ramadan selanjutnya, yaitu Taiwan. Sampai jumpa.[ind]

 

 

Tags: Cerita Bunda Icha Savitry Menjalani Ramadan di NorwegiaIcha Savitryramadan di norwegia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cara Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan

Next Post

Umrah bersama Ustaz Bachtiar Nasir, Jemaah Auto Baca Qur’an

Next Post
Umrah bersama Ustaz Bachtiar Nasir, Jemaah Auto Baca Qur’an

Umrah bersama Ustaz Bachtiar Nasir, Jemaah Auto Baca Qur'an

Cara Membedakan Surah Makiyah atau Madaniyah

Bercermin dari Sejarah Prestasi Umat Ini

Inilah Lima Keberkahan Sahur

Inilah Lima Keberkahan Sahur

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8695 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4444 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3913 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Cara Membuat Dubai Chewy Cookie yang Lumer ala Fitriana Kitchen

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga