ADA rasa nyaman tersendiri ketika mengenakan baju berbahan cotton dobby. Kainnya terasa adem, cukup ringan, sekaligus memiliki tekstur khas dari pola tenun yang membuat pakaian terlihat lebih menarik. Tak heran jika bahan ini banyak digunakan untuk kemeja, blus, tunik, gamis hingga busana santai. Cotton dobby sendiri umumnya memiliki motif atau tekstur yang terbentuk dari teknik tenun tertentu sehingga permukaannya tidak benar-benar polos. Karakter inilah yang membuat perawatannya perlu sedikit perhatian.
Kesalahan kecil saat mencuci bisa membuat tekstur kain cepat berubah. Karena itu, langkah pertama yang sebaiknya diperhatikan adalah membaca label perawatan pada pakaian. Setiap produk bisa memiliki campuran serat, pewarnaan, atau finishing yang berbeda sehingga petunjuk dari produsen tetap menjadi acuan utama.
Baca Juga: Ketahui Tips Membersihkan Kompor Gas Tanam di Sini
Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat
Mulai dari Cara Mencuci
Untuk cotton dobby, gunakan air dingin atau bersuhu normal. Pilih deterjen yang lembut dan hindari pemutih berbahan keras, terutama jika pakaian memiliki warna atau motif yang ingin dipertahankan. Cotton dobby juga sebaiknya tidak digosok atau disikat terlalu kuat karena gesekan berlebihan dapat memengaruhi permukaan dan struktur tenunannya.
Jika mencuci menggunakan tangan, cukup kucek bagian yang kotor secara perlahan. Jangan memelintir pakaian dengan tenaga besar saat membuang air. Cara tersebut berisiko membuat bentuk pakaian berubah. Bila menggunakan mesin cuci, pilih siklus lembut dan masukkan pakaian berwarna senada agar tidak terkena transfer warna.
Merendam terlalu lama juga bukan kebiasaan yang baik. Untuk pakaian sehari-hari, proses perendaman singkat sudah cukup sebelum dicuci. Semakin lama kain berada dalam air dan deterjen, semakin besar pula kemungkinan warna serta karakter kain mengalami perubahan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jangan Asal Menjemur
Setelah dicuci, hindari memeras pakaian terlalu kuat. Rapikan bentuknya terlebih dahulu, kemudian jemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Sebaiknya cotton dobby tidak terus-menerus terpapar matahari terik secara langsung karena panas dan cahaya matahari dapat mempercepat pudarnya warna.
Membalik pakaian sehingga bagian dalam berada di luar juga bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga warna. Prinsip menjemur di tempat teduh juga dianjurkan dalam perawatan berbagai kain untuk mengurangi risiko warna cepat memudar dan serat menjadi rapuh.
Menyetrika dengan Suhu yang Aman
Cotton memang relatif tahan terhadap panas dibandingkan sejumlah serat sintetis. Namun, cotton dobby memiliki tekstur yang membuat teknik menyetrika perlu diperhatikan. Gunakan suhu sedang dan sebaiknya balik pakaian sebelum disetrika agar permukaan bermotif tidak mendapat tekanan panas secara langsung. Jika diperlukan, gunakan kain tipis sebagai pelapis.
Jangan terlalu lama menempelkan setrika pada satu bagian. Gerakkan setrika secara perlahan dan merata. Untuk pakaian katun yang kusut, sedikit kelembapan atau penggunaan uap dapat membantu proses penyetrikaan menjadi lebih mudah.
***
Pakaian cotton dobby yang sudah bersih dan benar-benar kering sebaiknya disimpan di lemari yang kering serta memiliki sirkulasi udara cukup. Untuk kemeja atau gamis yang mudah berubah bentuk, gunakan hanger yang sesuai. Sementara pakaian yang lebih baik dilipat, jangan ditumpuk terlalu padat agar teksturnya tidak tertekan terlalu lama.
Pada akhirnya, merawat cotton dobby sebenarnya tidak sulit. Kuncinya hanya mengurangi perlakuan yang terlalu kasar, mulai dari mencuci, memeras, menjemur hingga menyetrika. Dengan kebiasaan sederhana tersebut, tekstur khas cotton dobby dapat tetap terjaga dan pakaian pun bisa menemani lebih banyak aktivitas tanpa cepat terlihat kusam atau kehilangan bentuknya. [DW]





