• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 17 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Penceramah Bersertifikat

09/09/2020
in Editorial
80
SHARES
612
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Kementerian Agama tiba-tiba memunculkan program kontroversi: Penceramah Bersertifikat. Ditargetkan, mulai bulan September ini akan dilakukan 8.200 penceramah bersertifikat: 8.000 di daerah, dan 200 di pusat.

Kontroversi program ini tertuju pada banyak hal. Antara lain, urgensi program. Hal mendesak apa sehingga program ini tiba-tiba begitu prioritas. Padahal, mitra kerja Kemenag yaitu Komisi VIII DPR RI mengaku belum pernah mendapat ajuan program ini. Kalau DPR belum memberi persetujuan, lalu darimana Kemenag memperoleh dana.

Kedua, program ini dirasa melenceng dari fokus kerja pemerintahan Jokowi. Berkali-kali, Presiden mengingatkan para menterinya untuk fokus pada program penanganan Covid-19. Padahal, dampak sosial dari wabah ini sudah menaikkan problem masyarakat yang menjadi tupoksi Kemenag, seperti naiknya angka perceraian hingga tiga kali lipat. Bahkan sertifikasi untuk guru dan dosen di wilayah wewenang Kemenag saja masih dirasakan banyak masalah.

Ketiga, program ini akan melibatkan Lemhanas, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Keterlibatan tiga lembaga ini dirasakan janggal oleh banyak pihak karena adanya ketidaksesuaian antara tujuan sertifikasi dengan tiga lembaga ini. Karena Kemenag berdalih bahwa program penceramah bersertifikat untuk meningkatkan kompetensi para penceramah.

Kalau memang untuk meningkatkan kompetensi, bukan tiga lembaga itu yang pantas untuk dilibatkan. Melainkan, lembaga yang memang diakui publik memiliki kapasitas kompetensi keagamaan Islam yang mumpuni. Contohnya, Majelis Ulama Indonesia. Kalau soal makanan dan minuman saja, MUI yang menjadi standar ukuran, kenapa soal penceramah agama diserahkan ke pihak lain yang tidak memiliki hubungan apa pun.

Selain itu, memori publik masih segar dengan pernyataan kontroversi ketua BPIP pada Februari lalu, beberapa saat setelah dilantik Presiden. Menurutnya, kalau mau jujur, musuh terbesar Pancasila adalah agama. Bukan kesukuan.

Mengeluarkan sertifikat untuk penceramah dengan keterlibatkan tiga lembaga itu terasa sangat menyudutkan umat Islam. Seolah, problem utama tidak kompetennya para penceramah karena mereka tidak pancasilais dan memiliki potensi meruntuhkan negara.

Padahal, sejarah mencatat bahwa pihak yang paling terdepan dan terbesar pengorbanannya dalam pendirian dan kelanggengan republik ini adalah para ulama. Baik saat masa penjajahan maupun dalam melawan perusak dari dalam seperti Partai Komunis Indonesia di masa Orde Lama. Jadi mempersoalkan kenegarawanan para ulama dan penceramah sama saja dengan kacang lupa kulitnya.

Kalaupun penceramah bersikap tegas dalam menyuarakan amar makruf nahi munkar, itu semata-mata karena panggilan suci untuk bangsa ini. Dan itulah esensi utama dari seorang dai, penceramah, ustaz, dan ulama. Karena penceramah bukan produk tontonan, melainkan sebagai tuntunan agar bangsa ini tidak terjerumus dalam kehancuran.

Jika penceramah berani meluruskan penyimpangan pemerintah dalam ceramahnya, jangan dipahami sebagai anti pemerintah, apalagi distigmakan sebagai anti Pancasila, apalagi dianggap sebagai penebar benih terorisme. Hal itu semata-mata bentuk kepedulian suci mereka untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini.

Kalau memang ingin menaikkan kompetensi penceramah, kenapa tidak dimulai dari sisi dasar tugas ini. Antara lain, tentang bacaan dan hafalan Alquran, penguasaan tafsir, bahasa Arab, sejarah Islam dan Indonesia, pemahaman tentang multikultural Indonesia dan lainnya.

Cukup sudah bangsa ini dibuat menderita karena ketidakmampuan pemerintah menangani wabah Covid-19. Jangan ditambah lagi dengan stigma-stigma menyakitkan yang kian menurunkan tingkat imun rakyat dari penularan corona. (Mh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gunakan iPad, Home Learning Al Azhar Terasa Menyenangkan

Next Post

Pilihan Tepat Berlibur, ASTON Priority Simatupang Hotel & Conference Center Siapkan Beragam Promo Menarik

Next Post

Pilihan Tepat Berlibur, ASTON Priority Simatupang Hotel & Conference Center Siapkan Beragam Promo Menarik

Freeport Telat Bangun Smleter, Pemerintah Didesak untuk Jatuhi Sanksi

Sarapan Pagi Gurih dengan Nasi Goreng Ikan Asin

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9552 shares
    Share 3821 Tweet 2388
  • Tangis Para Sahabat Nabi

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Mazhab: Jalan Menuju Cahaya, Bukan Tembok Pemisah

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1370 shares
    Share 548 Tweet 343
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4870 shares
    Share 1948 Tweet 1218
  • Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 1, Pujian kepada Allah

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Model Halima Aden Berhenti dari Peragaan Busana karena Keyakinan Agama

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • China akan Promosikan Arab Saudi Sebagai Tujuan Wisata

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga