SEBAGAI seorang hamba Allah, tentu seringnya kita meminta rezeki yang cukup, pekerjaan yang baik, kesehatan, keluarga yang harmonis atau kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan. Semua itu merupakan bentuk kebutuhan seorang hamba kepada Allah.
Namun, ada doa Nabi Daud AS yang mengajarkan sesuatu yang lebih dalam. Bukan hanya meminta kenikmatan dunia, tetapi memohon agar Allah mencintai kita dan memberikan kemampuan untuk melakukan amalan yang membawa kita kepada cinta-Nya.
Doa tersebut berbunyi:
“Allahumma inni as’aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal-‘amalalladzi yuballighuni hubbaka. Allahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsi, wa ahli, wa minal-ma’il-barid.”
Artinya, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amal yang dapat menyampaikanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku dan air yang dingin.” Doa ini disebut sebagai salah satu doa Nabi Daud AS dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
Baca Juga: Tips Sebelum Bepergian Menggunakan Kereta Api
Keutamaan Membaca Doa Nabi Daud AS dalam Kehidupan
Keutamaan doa ini salah satunya terletak pada isi permohonannya. Nabi Daud AS tidak hanya meminta hasil akhir, tetapi juga memohon diberikan amal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah. Ini menjadi pengingat bahwa mencintai Allah bukan sekadar ucapan. Ada usaha yang perlu dilakukan melalui ibadah dan kebaikan.
Membaca doa ini juga dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali tujuan hidup. Kesibukan sering membuat manusia mengejar banyak hal. Pekerjaan, harta, pencapaian dan berbagai keinginan duniawi terkadang membuat hati lupa kepada siapa semua kenikmatan tersebut berasal.
Padahal, Al-Qur’an menggambarkan Nabi Daud AS sebagai seorang hamba yang mendapatkan hikmah dan ilmu dari Allah. Gunung dan burung juga disebut bertasbih bersama beliau. Allah pun mengajarkan kepada Daud kemampuan membuat baju besi.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa keutamaan yang dimiliki Nabi Daud tidak membuatnya jauh dari Allah. Justru ilmu, kemampuan dan berbagai karunia menjadi bagian dari bentuk penghambaan kepada-Nya.
Doa Nabi Daud AS juga mengajarkan kita untuk mencintai orang-orang yang mencintai Allah. Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap hati. Berada bersama orang-orang yang mengingatkan kepada kebaikan dapat membantu seseorang menjaga semangat beribadah dan memperbaiki diri.
Sementara itu, permohonan agar cinta kepada Allah lebih utama daripada kecintaan kepada diri sendiri, keluarga dan air yang dingin menjadi pengingat tentang tingginya kedudukan cinta kepada Allah. Bukan berarti mencintai keluarga atau memenuhi kebutuhan diri merupakan sesuatu yang salah. Justru cinta kepada Allah seharusnya menjadi arah yang membuat kecintaan lainnya berada pada tempat yang benar.
Karena itu, doa ini dapat dibaca sebagai bentuk permohonan sekaligus renungan. Ketika mengucapkannya, kita bisa mengingat bahwa kehidupan bukan hanya tentang mendapatkan apa yang kita inginkan. Ada sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu memiliki hati yang mengenal Allah, mencintai-Nya dan berusaha melakukan amal yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga doa Nabi Daud AS ini menjadi pengingat agar kita tidak hanya sibuk meminta kenikmatan dari Allah, tetapi juga memohon agar Allah memberikan cinta-Nya kepada kita dan membimbing langkah kita menuju keridhaan-Nya. [DW]




