SESEORANG sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap merasa berada di titik yang serba terbatas. Ingin mendapatkan pekerjaan, membutuhkan rezeki, berharap urusan keluarga dimudahkan atau sekadar ingin memiliki ketenangan hati. Dalam keadaan seperti itu, doa menjadi tempat seorang hamba menyampaikan segala kebutuhan kepada Allah.
Salah satu doa yang sangat indah adalah doa Nabi Musa AS yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qashash ayat 24. Bunyinya:
رَبِّ إِنِّي لِمَآ أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir.
Artinya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan atau rezeki yang Engkau turunkan kepadaku.”
Baca Juga: Tips Sebelum Bepergian Menggunakan Kereta Api
Doa Nabi Musa AS yang Mengajarkan Cara Meminta Kebaikan pada Allah
Doa tersebut dipanjatkan Nabi Musa AS ketika berada di Madyan. Sebelumnya, ia meninggalkan Mesir dalam keadaan harus menyelamatkan diri. Sesampainya di Madyan, Nabi Musa membantu dua perempuan yang sedang kesulitan memberi minum ternaknya. Setelah itu, ia pergi ke tempat yang teduh dan menyampaikan kebutuhannya kepada Allah.
Keutamaan pertama dari doa ini adalah mengajarkan kerendahan hati. Nabi Musa tidak menyebut dirinya kuat atau mampu memenuhi segala kebutuhan sendiri. Ia justru mengakui bahwa dirinya sangat membutuhkan kebaikan yang datang dari Allah. Kata “faqir” dalam doa tersebut menggambarkan kebutuhan seorang hamba kepada pertolongan dan pemberian dari Tuhannya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Doa ini juga mengajarkan agar seseorang tidak hanya meminta sesuatu secara spesifik, tetapi membuka ruang bagi kebaikan yang Allah pilihkan. Nabi Musa tidak menyebut makanan, uang, pekerjaan atau tempat tinggal secara khusus. Ia memohon “min khair”, yaitu suatu kebaikan yang Allah turunkan kepadanya. Maknanya begitu luas karena manusia sering kali hanya mengetahui apa yang diinginkannya, sementara Allah mengetahui. [DW]





