• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 27 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Inilah Kisah di Balik Topi Kerucut, Tanda Seorang Muslim Telah Murtad

25/11/2024
in Khazanah, Unggulan
Inilah Kisah di Balik Topi Kerucut, Tanda Seorang Muslim Telah Murtad

Inilah Kisah di Balik Topi Kerucut, Tanda Seorang Muslim Telah Murtad (ilustrasi 3 tipe pakaian sanbenito, Foto: Wikipedia)

841
SHARES
6.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Topi kerucut yang biasa dipakai pada Tahun Baru ternyata adalah topi dengan bentuk yang disebut Sanbenito, yakni topi beserta jubah yang digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad di bawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan Inkuisisi Spanyol.

Baca Juga: Unik dan Megahnya Islamic Center Tulang Bawang Lampung

Topi Kerucut Sanbenito, Tanda Muslim telah Murtad

Ketika kaum Frank yang beragama Kristen Trinitarian menyerang Negeri Muslim Andalusia.

Mereka menangkapi, menyiksa, membunuh dengan sadis kaum Muslim yang tidak mau tunduk kepada mereka. Mereka kaum Kristen Trinitarian membentuk lembaga yang bernama Inkuisisi.

Dikutip dari Buku Menyingkap Fitnah dan Teror karya Hj.Irena Handono, Inkuisisi adalah sebuah lembaga dalam Gereja Katholik Roma yang bertugas melawan ajaran sesat, atau pengadilan atas seseorang yang didakwa bidat.  Dan dalam hal ini yang dimaksud sesat/bidat adalah Muslim.

Adalah sebuah pakaian yang diberi nama SANBENITO, pakaian dan topi khas yang dipakaikan kepada tawanan muslim yang telah menyerah dan mau conferso (confert/murtad).

Pakaian ini untuk membedakan mereka (para converso) dengan orang-orang lain ketika berjalan di tempat-tempat umum di Andalusia yang saat itu telah takluk di tangan Ratu Isabella dan Raja Ferdinand.

Sanbenito adalah sebuah pakaian yang menandakan bahwa seorang muslim di Andalusia saat itu telah murtad.

Bagaimana bentuk pakaian itu? Jubah dan topinya? Sangat ironis.

Kini, 6 abad setelah peristiwa yang sangat sadis tersebut berlalu, para remaja muslim, anak-anak muslim justru memakai pakaian Sanbenito untuk merayakan tahun baru Masehi dan merayakan ulang tahun.

Meniup terompet-terompet ala topi Sanbenito di saat pergantian tahun.

Perayaan-perayaan yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam yang justru nyata-nyata berasal dari kaum Kafir.

Kaum yang telah merampas kejayaan Muslim Andalusia, dan menghancurkan sebuah peradaban maju Islam, Andalusia.

Astaghfirullah…Astaghfirullah…

Setelah kita tahu sejarah ini, apakah kita masih tega memakai Sanbenito? Atau membiarkan anak-anak, adik-adik, sahabat-sahabat kita memakainya? Padahal 6 abad yang lalu, Sanbenito adalah pakaian tanda seorang Muslim telah murtad.

Dikutip dari Wikipedia, pada masa Inkuisisi Spanyol, umat Islam dipaksa pindah agama ke Kristen.

Pada 1492 Ferdinand dan Isabella mengeluarkan Dekret Alhambra yang memerintahkan seluruh Yahudi untuk meninggalkan Spanyol. Umat Islam di Spanyol juga mendapat perintah serupa.

Banyak di antara mereka yang pindah ke agama Kristen daripada harus meninggalkan Spanyol, dan mereka ini disebut dengan istilah conversos. Para conversos ini dicurigai tidak pindah agama dengan jujur dan tulus.[ind]

Tags: Inilah Kisah di Balik Topi KerucutTanda Seorang Muslim Telah Murtad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bahaya Mencari Berkah Kepada Selain Allah

Next Post

Dunianya Anak-anak

Next Post
Dunianya Anak-anak

Dunianya Anak-anak

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Merealisasikan Kurikulum Merdeka Projek, SMP JISc Mengunjungi Pabrik Tahu

Merealisasikan Kurikulum Merdeka Projek, SMP JISc Mengunjungi Pabrik Tahu

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8276 shares
    Share 3310 Tweet 2069
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3718 shares
    Share 1487 Tweet 930
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4242 shares
    Share 1697 Tweet 1061
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11288 shares
    Share 4515 Tweet 2822
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2212 shares
    Share 885 Tweet 553
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    777 shares
    Share 311 Tweet 194
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2080 shares
    Share 832 Tweet 520
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3319 shares
    Share 1328 Tweet 830
  • Menghina Allah dalam Hati

    471 shares
    Share 188 Tweet 118
  • Kajian Makna Series 6.0 Soroti Cara Kembali kepada Allah Saat Hati Terluka

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga