• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Tingkat Risiko Suatu Wilayah Tak Mampu Hentikan Keinginan Sekolah AdopsI PTM

20/11/2021
in Berita
Tingkat Risiko Suatu Wilayah Tak Mampu Hentikan Keinginan Sekolah AdopsI PTM

Tingkat Risiko Suatu Wilayah Tak Mampu Hentikan Keinginan Sekolah AdopsI PTM

81
SHARES
621
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Survei Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menemukan fakta lapangan bahwa besarnya tingkat risiko penyebaran covid di suatu wilayah tidak mampu menghentikan keinginan sekolah mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Baca Juga : IDEAS: Herd Immunity Sulit Dicapai Meski Vaksinasi Massal Telah Optimal

Tingkat Risiko Suatu Wilayah Tak Mampu Hentikan Keinginan Sekolah AdopsI PTM

Survei yang bertujuan memahami lebih dalam dilema antara BDR dan PTM tersebut, dilakukan IDEAS pada Agustus-September 2021 yang lalu terhadap 98 kepala sekolah, 515 guru dan 826 peserta didik dari 114 satuan pendidikan setingkat SD-SMP yang tersebar di 9 provinsi.

Dari survei tersebut terlihat betapa besar resistensi terhadap BDR bahkan ketika gelombang ke-2 pandemi melanda, tingkat risiko wilayah yang memburuk tidak mampu menghentikan adopsi PTM.

“Dari 66 sekolah yang mengadopsi PTM terbatas, sebanyak 88,3 persen diantaranya berlokasi di wilayah PPKM level 3 dan 4 pada 26 Juli – 2 Agustus 2021,” kata Nuri Ikawati, peneliti IDEAS dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (20/11/2021).

Dia menambahkan dari 9 sekolah yang mengadopsi PTM secara penuh, seluruhnya berlokasi di wilayah PPKM level 3 pada 26 Juli-2 Agustus 2021.

Survei tersebut menemukan sebagian besar sekolah, yaitu sebesar 67,3 persen, telah mengadopsi PTM sejak lama dengan derajat yang berbeda-beda.

“Sebanyak 42,9 persen responden sekolah tercatat mengadopsi PTM secara intensif dalam pembelajaran, dengan proporsi 50 persen ke atas, melampaui anjuran pemerintah yang hanya mendorong PTM secara terbatas,” ujar Nuri.

Survei tersebut juga mencatat sebanyak 22,4 persen responden sekolah telah mengadopsi PTM sejak awal pandemi, dimana 6,1 persen diantaranya mengadopsi PTM secara penuh (100 persen PTM). Dengan kata lain, sekolah-sekolah tersebut tidak pernah menutup sekolah sepenuhnya selama masa pandemi.

“Sebanyak 18,4 persen responden sekolah bahkan memulai adopsi PTM di bulan Juni 2021, ketika serangan virus gelombang ke-2 mulai melanda. Hanya 32,7 persen responden sekolah yang sama sekali belum melakukan PTM dan sepenuhnya menjalankan BDR,” tutur Nuri.

Menurut Nuri preferensi sekolah yang besar terhadap PTM, bahkan sejak awal pandemi, mengindikasikan kesulitan yang dihadapi untuk mengadopsi BDR dan keterbatasan kemampuan melakukan PJJ.

“Untuk menjalankan BDR dengan efektif, pihak sekolah harus memiliki sistem pendukung yang memadai antara lain rencana keberlanjutan pembelajaran selama pandemi, pembinaan dan pemantauan terhadap guru,” ujar Nuri.

Selanjutnya yang talah penting adalah dukungan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan bagi guru untuk PJJ, serta program pengasuhan untuk mendukung orang tua/wali murid mendampingi anak selama BDR.

Untuk pembelajaran dengan BDR yang efektif, Nuri mengungkapkan bahwa guru harus memiliki kemampuan untuk merencanakan dan membuat membuat penyesuaian RPP sesuai kondisi pandemi, membuat mekanisme komunikasi dengan peserta didik dan orang tua/wali murid.

“Secara teknis guru diharap mampu membuat materi untuk pembelajaran daring, membuat mekanisme pemberian dan pengumpulan tugas, serta metode evaluasi capaian belajar, dan program pelibatan orang tua/wali murid untuk aktif mendampingi anak selama BDR,” Beber Nuri.

Baca Juga : IDEAS: Jangan Berspekulasi Ibukota Sudah Herd Immunity

Hasil survei IDEAS menunjukan berdasarkan persepsi responden kepala sekolah, sekolah yang sepenuhnya mengadopsi BDR cenderung memiliki guru dan peserta didik yang lebih siap untuk pembelajaran PJJ. Sedangkan sekolah yang telah mengadopsi PTM cenderung memiliki guru dan peserta didik dengan kesiapan yang lebih rendah untuk PJJ.

“Adopsi PTM terbatas sudahlah tepat, kombinasi BDR dan PTM dengan proporsi sesuai tingkat risiko wilayah dimana sekolah berada menjadi pilihan paling rasional. BDR secara penuh (100 persen) adalah pilihan yang tidak bijaksana, namun PTM secara penuh juga berisiko tinggi terhadap lonjakan kasus,” tutup Nuri. [wmh]

Tags: IDEASTingkat Risiko Suatu Wilayah Tak Mampu Hentikan Keinginan Sekolah AdopsI PTM
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

BAZNAS Kembali Salurkan Bantuan Program KJU Bersama Wapres RI di Sulut

Next Post

Resep Cream Ppang ala Korea yang Lembut dan Legit

Next Post
Resep Cream Ppang ala Korea yang Lembut dan Legit

Resep Cream Ppang ala Korea yang Lembut dan Legit

merasa hidupnya

Merasa Hidupnya Lebih Cerah, Mulai dengan Menghadapi

misi tersembunyi

Misi Tersembunyi

  • Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8366 shares
    Share 3346 Tweet 2092
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4288 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3773 shares
    Share 1509 Tweet 943
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Salimah Kalbar Gelar Rakornas dan Pelatihan Kepemimpinan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2241 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3347 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Menghina Allah dalam Hati

    492 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4591 shares
    Share 1836 Tweet 1148
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga