• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 21 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Salimah Mataram Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Psikologi

08/09/2018
in Berita
71
SHARES
545
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Mataram. Masa tanggap darurat gempa telah dinyatakan selesai oleh pemerintah pada 7 September 2018. Para pakar pun menyatakan bahwa pulau Lombok sudah aman dari gempa berskala besar. Selanjutnya berlaku masa transisi darurat ke pemulihan (recovery).  Bantuan pada masa darurat yang belum selesai tetap distribusikan seperti tenda, sembako, serta kebutuhan lainnya. Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Mataram selain menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok juga menggelar pelatihan Training For Trainer bagi pengurus dan sahabat Salimah yang menjadi relawan yang telah dan akan membantu para penyitas gempa.

Jumat, 6 September 2018 betempat di Sekretariat Salimah Kota Mataram, Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimah Kota Mataram mengundang Psikolog lulusan Universitas Indonesia yang juga relawan Dompet Dhuafa untuk gempa Lombok, Ani Khairani, M.Psi. Psikolog. Ibu Ani berbagi ilmunya tentang PFA (Pshycologhycal First Aid) atau pendampingan psikologi. PFA berguna sebagaimana kotak P3K, bukan untuk menyembuhkan tetapi mencegah luka "psikologi" yang lebih parah.

Hal ini penting bagi relawan yang akan turun ke tempat bencana gempa bumi. Mereka bisa menerapkan langkah-langkah PFA yaitu Pertama, memberikan kesempatan bercerita tentang yang dialami sesaat sebelum gempa, ketika gempa, dan setelah gempa. Kedua, terhadap hal yang dirasakan seperti panik, kaget karena gemuruh, was-was, merupakan hal yang wajar karena semua orang merasakannya dan itu bukan trauma. Ketiga, normalisasikan kondisi. Jika seseorang sebelum gempa adalah orang yang ceria, ajak dia untuk kembali seperti normalnya dahulu. Intinya bahwa bencana bukan untuk dihindari tapi "disambut" atau siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

PFA terbagi dalam 3 (tiga) tahapan yaitu pertama tahap LOOK (Lihat). Ada beberapa kondisi yang dilihat yaitu fisik, pikiran, perasaan, sosial, peran di rumah tangga, dan religi. Setelah melihat kondisi tersebut,  bisa dibagi tiga kategori yaitu butuh bantuan, normal, dan berdaya. Setelah itu tahap LISTEN (Dengarkan). Ketika mendengarkan kisah korban, relawan harus memberikan empati, tapi jangan sampai menangis ikut larut dengan cerita sedih korban. Selanjutnya tahap LINK (Jaringan). Tidak semua kebutuhan korban bisa diselesaikan sendiri, misal masyarakat butuh dokter gigi maka kita berikan rekomendasi untuk menghubungi pihak yang tepat memberikan bantuan sehingga diharapkan sebagai relawan bisa mengetahui siapa saja yang terlibat untuk membantu kebutuhan masyarakat di tempat tersebut.

Dari tahapan LOOK (melihat kondisi) ada beberapa masukan pengalaman Ibu Ani di lapangan yang bisa jadi program Salimah ke depan yaitu peran di rumah tangga, point ini rata-rata dalam kategori "butuh bantuan". Usulan kegiatan seperti kajian fiqih thoharoh dalam bencana, pemberian paket kecantikan bagi muslimah dapat membantu meningkatkan keyakian diri bagi seorang istri menjalankan kewajibannya sehingga tercipta keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. (Mh/Salimah Mataram)

[gambar1]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

PKS Galang Kolaborasi Lintas Negara

Next Post

Warga Istanbul Bisa Naik Transportasi Umum Gratis Jika Tukarkan Kaleng dan Botol Bekas

Next Post

Warga Istanbul Bisa Naik Transportasi Umum Gratis Jika Tukarkan Kaleng dan Botol Bekas

JISc Peduli Umat Survei Wilayah Terkena Gempa di Sumbawa

Wanita Baik Untuk Lelaki Yang Baik, Sebaliknya...

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8454 shares
    Share 3382 Tweet 2114
  • Rekomendasi Warna Hijab untuk Baju Abu-Abu

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4326 shares
    Share 1730 Tweet 1082
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3813 shares
    Share 1525 Tweet 953
  • Laki-Laki yang Gerahamnya Lebih Besar dari Gunung Uhud di Neraka

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2139 shares
    Share 856 Tweet 535
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3368 shares
    Share 1347 Tweet 842
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5387 shares
    Share 2155 Tweet 1347
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Menghina Allah dalam Hati

    506 shares
    Share 202 Tweet 127
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga