• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 9 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Potret Haji Indonesia di Tahun 1928

06/07/2026
in Berita
Potret Haji Indonesia di Tahun 1928

Ilustrasi, foto: republika.co.id

69
SHARES
527
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

IBADAH haji itu perjuangan. Begitu pun yang pernah berlangsung di tahun 1928, di masa Pemerintahan Hindia Belanda.

Meski Indonesia belum merdeka, umat Islam di tahun 1928 tetap melaksanakan ibadah haji. Begitu pun di tahun-tahun sebelum dan sesudahnya.

Naik Kapal Uap Belanda

Pada tahun itu belum ada pesawat. Yang ada kapal uap besar berpenumpang ribuan orang. Dan saat itu, Belanda sudah memilikinya.

Pemerintah Hindia Belanda saat itu juga mengurus perjalanan haji rakyat Indonesia. Mereka menyediakan kapal, mengatur perjalanan pergi dan pulang, menjaga keamanan, hingga soal kesehatan jamaah.

Biaya satu orang sebesar seribu gulden. Nilai itu jika diukur kurs gulden terakhir sekitar 10 juta rupiah. Meski begitu, tak banyak orang yang mampu membayar.

Dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok

Perjalanan suci ini dimulai  dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pemerintah Belanda memeriksa kelengkapan tiket dan akomodasi lainnya.

Jangan bayangkan ada petugas khusus yang melayani barang-barang jamaah. Para jamaah itu sendirilah yang membawa dan menjaganya selama di perjalanan panjang.

Setelah semua muatan rampung, perjalanan pun dimulai. Untuk pemberhentian pertama, kapal singgah Palembang. Di sini, kapal memuat jamaah lain dari kawasan itu.

Kapal pun berangkat lagi. Untuk pemberhentian selanjutnya, kapal singgah di Malaka. Di sini pun kapal memuat jamaah lain yang sudah menunggu.

Terakhir, kapal singgah di Pulau Sabang. Di sini, bukan untuk mengangkut penumpang baru. Tapi, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ada penumpang yang terjangkit penyakit menular, maka dilarang berangkat dan akan menjalani perawatan di Sabang.

Jika muatan kapal masih dirasa ‘kosong’, maka kapal akan singgah lagi di India. Lagi-lagi, kapal akan memuat jamaah haji yang berasal dari kawasan India.

Tiba di Pelabuhan Jedah

Setelah kapal mengarungi samudera selama kurang lebih antara 45 hingga 60 hari, perjalanan akan berakhir di Pelabuhan Jedah, Arab Saudi.

Setibanya di Jedah, jamaah haji harus menempuh perjalanan berat berikutnya menuju Mekah. Meski jaraknya hanya  sekitar 85 kilometer, alat transportasinya masih jauh dari memadai.

Untuk menempuh jarak itu, jamaah memiliki dua pilihan kendaraan: dengan jasa unta atau dengan kendaraan ‘jalan kaki’. Dan biasanya, sebagian besar jamaah berjalan kaki. Mereka mengarungi gurun yang panas saat itu dengan berjalan kaki 85 kilometer menuju Mekah.

Penginapan di Mekah

Saat itu, jangan bayangkan penginapan berupa hotel-hotel mewah seperti saat ini. Saat itu, penginapannya masih sangat tradisional.

Biasanya, warga di Mekah menyewakan rumahnya untuk jamaah haji. Mereka sengaja membangun rumah-rumah tinggal dengan lebih dari satu lantai. Lantai bawah untuk disewakan ke jamaah haji, dan mereka tinggal di atasnya.

Untuk para jamaah haji yang berasal dari kelompok perjalanan, biasanya mereka sudah punya penginapan rumah khusus dari persatuan jamaah haji daerah tertentu.

Rumah-rumah yang dijadikan penginapan itu merupakan wakaf dari para tokoh-tokoh masyarakat daerah, misalnya Aceh, dan lainnya.

Betapa beratnya perjuangan jamaah haji Indonesia saat itu. Tidak heran jika di saat perpisahan acara keberangkatan dari kampung halaman, suasananya begitu haru. Mereka seperti membayangkan tak akan berjumpa lagi dengan keluarga yang ditinggalkan. [Mh]

 

 

Tags: Potret Haji Indonesia di Tahun 1928
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tidak Bikin Kantong Kering, Simak Lima Rekomendasi Tempat Wisata Murah di Indonesia

Next Post

Jangan Lari dari Lingkungan Umat

Next Post
Rasulullah dan Sahabat pun Harus Kerja Keras

Jangan Lari dari Lingkungan Umat

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

5 Tips Hemat Token Listrik

Orang Beriman Menyambut Seruan Keimanan dalam Doanya

Doa Terhindar dari Penyakit Ain

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9279 shares
    Share 3712 Tweet 2320
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11742 shares
    Share 4697 Tweet 2936
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4201 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2555 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal, Membuka Potensi Biodiversitas Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • ParagonCorp dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Mengembangkan Kapabilitas Inovasi Berbasis Sains di Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga