• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Potret Haji Indonesia di Tahun 1928

06/07/2026
in Berita
Potret Haji Indonesia di Tahun 1928

Ilustrasi, foto: republika.co.id

70
SHARES
536
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

IBADAH haji itu perjuangan. Begitu pun yang pernah berlangsung di tahun 1928, di masa Pemerintahan Hindia Belanda.

Meski Indonesia belum merdeka, umat Islam di tahun 1928 tetap melaksanakan ibadah haji. Begitu pun di tahun-tahun sebelum dan sesudahnya.

Naik Kapal Uap Belanda

Pada tahun itu belum ada pesawat. Yang ada kapal uap besar berpenumpang ribuan orang. Dan saat itu, Belanda sudah memilikinya.

Pemerintah Hindia Belanda saat itu juga mengurus perjalanan haji rakyat Indonesia. Mereka menyediakan kapal, mengatur perjalanan pergi dan pulang, menjaga keamanan, hingga soal kesehatan jamaah.

Biaya satu orang sebesar seribu gulden. Nilai itu jika diukur kurs gulden terakhir sekitar 10 juta rupiah. Meski begitu, tak banyak orang yang mampu membayar.

Dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok

Perjalanan suci ini dimulai  dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pemerintah Belanda memeriksa kelengkapan tiket dan akomodasi lainnya.

Jangan bayangkan ada petugas khusus yang melayani barang-barang jamaah. Para jamaah itu sendirilah yang membawa dan menjaganya selama di perjalanan panjang.

Setelah semua muatan rampung, perjalanan pun dimulai. Untuk pemberhentian pertama, kapal singgah Palembang. Di sini, kapal memuat jamaah lain dari kawasan itu.

Kapal pun berangkat lagi. Untuk pemberhentian selanjutnya, kapal singgah di Malaka. Di sini pun kapal memuat jamaah lain yang sudah menunggu.

Terakhir, kapal singgah di Pulau Sabang. Di sini, bukan untuk mengangkut penumpang baru. Tapi, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ada penumpang yang terjangkit penyakit menular, maka dilarang berangkat dan akan menjalani perawatan di Sabang.

Jika muatan kapal masih dirasa ‘kosong’, maka kapal akan singgah lagi di India. Lagi-lagi, kapal akan memuat jamaah haji yang berasal dari kawasan India.

Tiba di Pelabuhan Jedah

Setelah kapal mengarungi samudera selama kurang lebih antara 45 hingga 60 hari, perjalanan akan berakhir di Pelabuhan Jedah, Arab Saudi.

Setibanya di Jedah, jamaah haji harus menempuh perjalanan berat berikutnya menuju Mekah. Meski jaraknya hanya  sekitar 85 kilometer, alat transportasinya masih jauh dari memadai.

Untuk menempuh jarak itu, jamaah memiliki dua pilihan kendaraan: dengan jasa unta atau dengan kendaraan ‘jalan kaki’. Dan biasanya, sebagian besar jamaah berjalan kaki. Mereka mengarungi gurun yang panas saat itu dengan berjalan kaki 85 kilometer menuju Mekah.

Penginapan di Mekah

Saat itu, jangan bayangkan penginapan berupa hotel-hotel mewah seperti saat ini. Saat itu, penginapannya masih sangat tradisional.

Biasanya, warga di Mekah menyewakan rumahnya untuk jamaah haji. Mereka sengaja membangun rumah-rumah tinggal dengan lebih dari satu lantai. Lantai bawah untuk disewakan ke jamaah haji, dan mereka tinggal di atasnya.

Untuk para jamaah haji yang berasal dari kelompok perjalanan, biasanya mereka sudah punya penginapan rumah khusus dari persatuan jamaah haji daerah tertentu.

Rumah-rumah yang dijadikan penginapan itu merupakan wakaf dari para tokoh-tokoh masyarakat daerah, misalnya Aceh, dan lainnya.

Betapa beratnya perjuangan jamaah haji Indonesia saat itu. Tidak heran jika di saat perpisahan acara keberangkatan dari kampung halaman, suasananya begitu haru. Mereka seperti membayangkan tak akan berjumpa lagi dengan keluarga yang ditinggalkan. [Mh]

 

 

Tags: Potret Haji Indonesia di Tahun 1928
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tidak Bikin Kantong Kering, Simak Lima Rekomendasi Tempat Wisata Murah di Indonesia

Next Post

Jangan Lari dari Lingkungan Umat

Next Post
Rasulullah dan Sahabat pun Harus Kerja Keras

Jangan Lari dari Lingkungan Umat

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

5 Tips Hemat Token Listrik

Orang Beriman Menyambut Seruan Keimanan dalam Doanya

Doa Terhindar dari Penyakit Ain

  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka Jadi Ikon Wisata Religi Baru di Jakarta

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9566 shares
    Share 3826 Tweet 2392
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2529 shares
    Share 1012 Tweet 632
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1377 shares
    Share 551 Tweet 344
  • Wakaf Warrior Perluas Kolaborasi dengan Menggandeng Tiga Bank Syariah dan AWQAF Dental di ISEF 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menemukan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Hidup

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menentukan Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an di Tengah Kesibukan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Event Dongeng dan Inspirasi Generasi Cinta Quran NPC

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Kaldu Jamur untuk MPASI Anak Ini Manfaatnya dan Cara Aman Memberikannya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga