MUSYRIF Diny (pembimbing ibadah haji) bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Kementerian Haji dan Umroh menyiapkan panduan pembinaan kemabruran haji yang akan menjadi rujukan bagi jamaah pascapulang ke Indonesia.
“Kami sudah sepakat dengan Dirjen Bina Haji untuk menyusun suatu panduan yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam membina kemambruran haji kita pascamereka menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” kata Anggota Musyrif Diny Faturahman Kamal, dikutip dari berbagai sumber.
Menurut dia, penyusunan panduan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan salah satu target utama penyelenggaraan haji, yakni sukses peradaban dan keadaban haji, selain sukses ritual yang menjadi fokus pendampingan Musyrif Diny selama di Tanah Suci.
Faturahman menjelaskan Musyrif Diny yang ditugaskan pemerintah memiliki mandat untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah haji yang dijalankan oleh jemaah Indonesia berlangsung sesuai syariat dan kaidah fikih Islam.
Baca juga: Kemenhaj Pastikan Dua Jemaah Haji Asal Ciamis yang Meninggal Dunia dapatkan Asuransi
Pembimbing Ibadah Haji Siapkan Panduan Pembinaan Kemabruran Haji
Dalam menjalankan tugas tersebut, Musyrif Diny berperan menjembatani berbagai pandangan keagamaan dan fatwa yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Namun demikian, terdapat dua prinsip utama yang menjadi pegangan selama pelaksanaan haji tahun ini.
Pertama, penerapan paradigma fikih yang memberikan kemudahan bagi jemaah, terutama kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan yang jumlahnya mendominasi pada musim haji tahun ini.
“Kami sepakat menggunakan paradigma hukum fikih yang memudahkan jemaah sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah secara optimal tanpa mengabaikan ketentuan syariat,” ujarnya.
Prinsip kedua adalah menjadikan ibadah haji sebagai sarana transformasi sosial yang melahirkan pribadi-pribadi berakhlak, beradab, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Anggota Musyrif Diny lainnya, Afifuddin, mengatakan haji tidak semata-mata dipahami sebagai pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter yang mampu menghadirkan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat setelah jemaah kembali ke daerah masing-masing.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama, Kementerian Agama, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Menurutnya, pelaksanaan haji 1447 H/2026 M berjalan dengan baik dan menunjukkan capaian yang positif dalam aspek pelayanan, pendampingan ibadah, serta penguatan nilai-nilai peradaban di kalangan jemaah Indonesia.
Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf mengatakan kehadiran para kiai di Musyrif Diny untuk memastikan semua ritual, semua kegiatan para peserta haji, sesuai dengan setiap aturan yang telah ditentukan dalam agama. [Din]





