• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 11 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Nusaibah binti Ka’ab, Perisai Rasulullah di Perang Uhud

11/06/2026
in Kisah
Nusaibah binti Ka'ab, Perisai Rasulullah di Perang Uhud

Sumber: Pixabay

66
SHARES
505
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
DALAM sejarah Islam, ada istimewa yang menjadi salah satu shahabiyah Rasulullah. Sosok tangguh ini juga memiliki keberanian yang sejati. Dia tidak pernah khawatir dengan kesulitan yang ada di dunia lantaran jaminan surga sudah diberikan untuknya.
Ia selalu bergegas, bekerja keras dalam kondisi apa pun. Baginya dunia tak lagi dihiraukannya karena urusan Allah, Rasulullah, dan akhir lebih utama.
Begitulah sosok Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah. Ia adalah seorang Shahabiyah yang mulia lagi pemberani. Banyak pengorbanan dan perjuangan yang telah ia ukir dalam perjuangan dakwah Islam. Banyak orang mengenalnya dengan Ummu Imarah atau Ummu umarah.

Kehadirannya dalam perjalanan dakwah Rasulullah sebagai salah satu contoh sikap keberanian yang abadi. Tak gentar sedikit pun terhadap musuh, tak khawatir nyawa sebagai taruhannya ketika harus turun ke kancah peperangan.

Nusaibah Ummu umarah tak pernah absen dalam jadwal-jadwal yang menjadi agenda besar bersama Rasulullah. Baginya kewajiban menjadi hal utama karena baginya panggilan Allah dan Rasul Nya tak bisa diabaikan begitu saja. Ummu umarah sangat tahu bahwa jalan itulah yang harus diambil karena akan membawanya pada kemuliaan di surga.

Baca Juga: Menganggap Ibadah Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?

Nusaibah binti Ka’ab, Perisai Rasulullah di Perang Uhud

Mengenalnya seolah tak pernah bisa untuk membicarakan. Ia wanita agung termasuk satu dari dua wanita yang bergabung bersama 70 laki-laki Anshar Hadir dalam baiah aqabah. Ia berbaiah bersama suami dan kedua anaknya.
Selain itu kisah kepahlawanan Nusaibah yang paling dikenang sepanjang sejarah adalah pada saat Perang Uhud, di mana ia dengan segenap keberaniannya membela dan melindungi Rasulullah. Dan tanpa gentar sedikit pun menghalau musuh walaupun tubuhnya pun tertebas pedang lawan.
Semula pada perang itu, Nusaibah bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas penting di bidang logistik dan medis. Bersama para wanita lainnya, Nusaibah ikut memasok air kepada para prajurit Muslim dan mengobati mereka yang terluka.
Namun ketika kaum Muslimin dilanda kekacauan dan mulai terdesak karena pasukan pemanah di atas bukit melanggar perintah Rasulullah, yakni turun dari bukit karena mekihat ghanimah, saat itu pasukan mulai kocar kacir. Saat itu nampak Rasulullah pun mulai kewalahan, dan nyawa beliau berada dalam bahaya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ketika melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan musuh sendirian, Nusaibah segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan yang lainnya membentuk pertahanan untuk melindungi beliau.
Dalam berbagai riwayat disebutkan, bahwa ketika itu Nusaibah berperang penuh keberanian dan tidak menghiraukan diri sendiri ketika membela Rasulullah. Saat itu, Nusaibah menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. Sedikitnya ada sekitar 12 luka di tubuhnya, dengan luka di leher yang paling parah. Namun hebatnya, Nusaibah tidak pernah mengeluh, mengadu, atau bersedih.
Ketika Rasulullah melihat Nusaibah terluka, beliau bersabda, “Wahai Abdullah (putra Nusaibah), balutlah luka ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga.”
Mendengar doa Rasulullah, Nusaibah tidak lagi menghiraukan luka di tubuhnya dan terus berperang, membela Rasulullah dan agama Allah. “Aku telah meninggalkan urusan duniawi,” ujarnya.
Dalam sejarah Islam, Nusaibah juga disebut-sebut sebagai seorang wanita yang memiliki kesabaran luar biasa dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain.
Begitulah sosok yang bisa jadi teladan kita. Sehingga banyak hal mampu dilakukan karena cita tertingginya untuk meraih Surga tertinggi, berjumpa dengan Allah serta menjadi teman Rasulullah. [DW]
Sumber: Ustadzah Rochma Yulika
Tags: Nusaibah binti Ka'ab Perisai Rasulullah di Perang Uhud
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?

Next Post

Kemenhaj Pastikan Seluruh Hak Jemaah Haji yang Wafat di Tanah Suci akan Dipenuhi

Next Post
Kemenhaj Pastikan Seluruh Hak Jemaah Haji yang Wafat di Tanah Suci akan Dipenuhi

Kemenhaj Pastikan Seluruh Hak Jemaah Haji yang Wafat di Tanah Suci akan Dipenuhi

Karakter Para Pembina Umat

Karakter Para Pembina Umat

Primary Jakarta Islamic School Ikuti PHIMO Math Olympiad, Tunjukkan Semangat dan Kemampuan Terbaik

Primary Jakarta Islamic School Ikuti PHIMO Math Olympiad, Tunjukkan Semangat dan Kemampuan Terbaik

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8626 shares
    Share 3450 Tweet 2157
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11432 shares
    Share 4573 Tweet 2858
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    939 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2206 shares
    Share 882 Tweet 552
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3882 shares
    Share 1553 Tweet 971
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2303 shares
    Share 921 Tweet 576
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2223 shares
    Share 889 Tweet 556
  • Bangsa yang Lupa Merenung: Relevankah Pancasila di Era Krisis Atensi?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4405 shares
    Share 1762 Tweet 1101
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga