• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Pembangunan Ramah Keluarga: Fondasi Indonesia Emas 2045

15/11/2025
in Berita
Pembangunan Ramah Keluarga: Fondasi Indonesia Emas 2045

Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si.

69
SHARES
532
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PEMBANGUNAN ramah keluarga adalah fondasi Indonesia Emas 2045, hal itu menjadi fokus pembahasan dalam dialog “Potret Keluarga Indonesia di Tengah Arus Perubahan”, Sabtu (15/11/2025) secara daring.

Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, pakar Ketahanan Keluarga dan Guru Besar IPB University, menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak akan berkelanjutan bila keluarga tidak ditempatkan sebagai pusat pembangunan.

“Keluarga adalah fondasi kemuliaan manusia dan peradaban bangsa. Jika keluarga rapuh, maka dampaknya merembet ke seluruh aspek pembangunan,” tegas Prof. Euis, yang lebih dari 20 tahun meneliti dinamika ketahanan keluarga di Indonesia.

Baca juga: Pembangunan Ramah Keluarga, Solusi Sistemik untuk Tantangan Megatrend

Keluarga dalam Peta Indonesia Emas 2045

Prof. Euis memaparkan bahwa agenda besar Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai bila kualitas keluarga diabaikan. Lima sasaran utama—mulai dari peningkatan pendapatan per kapita hingga daya saing SDM dan penurunan emisi karbon—semuanya bergantung pada kualitas manusia yang lahir dari keluarga yang sehat, kuat, dan berfungsi optimal.

“Jangan sampai kita berbicara tentang Indonesia Emas, tetapi lupa bahwa emas itu ditempa dari keluarga,” ujarnya dalam sesi pemaparan.

Delapan misi pembangunan dan tujuh belas arah pembangunan yang disusun pemerintah, menurutnya, harus memastikan bahwa setiap kebijakan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

Syarat Pembangunan yang Ramah Keluarga

Prof. Euis merinci enam syarat keharusan dan kecukupan pembangunan keluarga:

1. Holistik dan Komprehensif

Pembangunan tidak boleh melihat keluarga hanya dari satu sisi.
“Masalah keluarga itu multidimensi. Karena itu, solusinya pun harus multidimensi,” tegasnya.

2. Terpadu dan Terintegrasi

Program antar-lembaga tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
“Sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi—semuanya harus bicara dalam satu meja,” kata Prof. Euis.

3. Berkecepatan Tinggi dan Inovatif

Keluarga menghadapi perubahan sosial yang cepat, sehingga kebijakan tidak boleh lambat.
“Kita butuh terobosan, bukan rutinitas. Keluarga perlu dukungan yang relevan dengan zaman,” ungkapnya.

4. Sinergi Multipihak

Pemerintah tak dapat bekerja sendiri.
“Keluarga adalah urusan bersama. Negara, masyarakat, akademisi, hingga dunia usaha punya peran,” tutur Prof. Euis.

5. Berkelanjutan

Program penguatan keluarga harus terus-menerus, bukan seremonial.
“Pendidikan orang tua itu bukan sekali belajar, tapi sepanjang hayat,” tambahnya.

6. Berbasis Pemberdayaan dan Perlindungan Keluarga

Fokus pembangunan harus mencakup:

* peningkatan kapasitas dan kemandirian,
* perluasan akses dan kesempatan hidup,
* penanganan akar kerentanan,
* dan perlindungan keluarga dari ancaman serta risiko sosial.

“Keluarga yang mandiri akan lebih tahan menghadapi krisis. Sebaliknya, keluarga yang rentan akan mudah tumbang oleh masalah kecil,” jelasnya.

Pembangunan Ramah Keluarga: Fondasi Indonesia Emas 2045
Pembangunan Ramah Keluarga: Fondasi Indonesia Emas 2045

Tantangan Serius: Krisis Kesehatan Mental Remaja

Prof. Euis juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental remaja di Indonesia. Data yang ia tampilkan sangat mengkhawatirkan:

* 34,9% remaja mengalami masalah kesehatan mental
* 61% remaja depresi pernah memiliki pikiran bunuh diri dalam satu bulan terakhir
* Hanya 10,4% yang mencari pertolongan
* Kurang dari 3% yang mengakses konseling profesional

“Ini bukan sekadar angka. Ini alarm keras bahwa keluarga kita sedang terluka,” katanya tegas.

Ia menambahkan bahwa penyebab utama adalah bullying, relasi buruk, penyalahgunaan zat, dan pengalaman masa kecil yang merugikan. Hambatan terbesar adalah stigma dan keterbatasan akses layanan.

“Keluarga harus mampu menjadi tempat paling aman bagi anak. Jika tidak, anak akan mencari pelarian yang berbahaya,” ujar Prof. Euis.

Baca juga: Prof. Euis: Kebijakan Pembangunan yang Ramah Keluarga Sangat Penting

Arah Baru Pembangunan: Menempatkan Keluarga sebagai Poros

Sebagai penutup, Prof. Euis mengajak seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan keluarga sebagai pusat desain pembangunan nasional.

“Kalau kita ingin Indonesia kuat, mulailah dari penguatan keluarga. Tidak ada pembangunan yang kokoh jika fondasinya rapuh,” pungkasnya.

Pendidikan harus mendukung pengasuhan yang efektif, program ekonomi harus menstabilkan kehidupan keluarga, dan intervensi sosial harus menurunkan risiko kerentanan. Dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat dicapai melalui masyarakat yang sehat, berdaya, dan berketahanan—dimulai dari keluarga.[ind]

Tags: Pembangunan Ramah Keluarga: Fondasi Indonesia Emas 2045
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Memilih Outfit untuk Shalat Tarawih

Next Post

Pentingnya RUU Ketahanan Keluarga dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Keluarga

Next Post
Pentingnya RUU Ketahanan Keluarga dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Keluarga

Pentingnya RUU Ketahanan Keluarga dalam Mewujudkan Pembangunan Ramah Keluarga

Omelet tomat goreng

Cara Membuat Masker Tomat untuk Kecantikan

Cantik Itu Luka

Cantik Itu Luka

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1801 shares
    Share 720 Tweet 450
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • SD Jakarta Islamic School JISc Satu-satunya Sekolah Islam di Jakarta Timur yang Ditunjuk sebagai Sekolah Model AI

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8030 shares
    Share 3212 Tweet 2008
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Permata Bank Syariah Hadir sebagai Official Banking Partner di HijrahFest Ramadan 2026, Perkenalkan Nilai Syariah untuk Semua

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kemenag Ajak Umat Islam Laksanakan Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan Total

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ratusan Jamaah Hadiri YMQ Salimah Bogor, Puluhan Juta Donasi Palestina Terkumpul

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Adam dan Hawa Berusaha Menutupi Aurat dengan Daun Tin

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4156 shares
    Share 1662 Tweet 1039
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga