OTORITAS Bali memperketat keamanan di berbagai tempat wisata pasca terjadinya serangkaian kasus pembunuhan dan penculikan yang menyasar wisatawan mancanegara (wisman) sehingga memicu kekhawatiran internasional, termasuk dari Pemerintah Korea Selatan.
Sebelumnya Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk lebih berhati-hati saat berkunjung ke Bali.
Dalam peringatan tersebut, disebutkan bahwa kejahatan terhadap wisman meningkat di sejumlah tempat wisata utama, seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu.
Wisatawan diminta berhati-hati, terutama saat bepergian pada malam hari serta memastikan keamanan transportasi dan akomodasi.
Serangkaian kasus kekerasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Pulau Dewata turut memperkuat kekhawatiran tersebut.
Baca juga: Pendakian Gunung Rinjani Resmi Dibuka Kembali Mulai 1 April 2026
Otoritas Bali Perketat Keamanan Pasca Terjadi Berbagai Kasus Kekerasan
Salah satunya penculikan warga negara asing (WNA) asal Ukraina pada Februari 2026, yang berakhir dengan terbunuhnya WNA tersebut setelah mengalami penyiksaan.
Selain itu, seorang wisman asal Belanda juga dilaporkan tewas setelah diserang oleh dua pelaku bersenjata tajam di Seminyak.
Merespons situasi ini, aparat kepolisian Bali meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik wisata utama.
Direktur Investigasi Kriminal Kepolisian Bali, Komisaris Senior I Gede Adhi Mulyawarman, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan.
Pihak kepolisian juga memperkuat koordinasi pelaku industri pariwisata, termasuk hotel, vila, dan pengelola tempat hiburan, untuk meningkatkan sistem keamanan, seperti penggunaan kamera pengawas (CCTV) dan pemeriksaan tamu.
Meski demikian, pemerintah menegaskan Bali tetap termasuk destinasi wisata yang aman. Data menunjukkan Indonesia disebut memiliki tingkat pembunuhan yang relatif rendah yakni sekitar 0,3 per 100.000 penduduk, salah satu yang terendah di dunia.
Selain itu, Bali meraih 7,05 juta kunjungan wisman sepanjang tahun 2025, yang menjadi angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hal ini menunjukkan daya tarik Bali sebagai destinasi global masih sangat kuat. Menurut situs web peringatan perjalanan pemerintah Australia, Bali secara umum aman untuk dikunjungi.
Namun, wisman tetap disarankan untuk waspada terhadap sejumlah risiko, seperti kecelakaan lalu lintas, pencurian kecil, dan masalah terkait alkohol.
Pengacara kriminal Indonesia, Simon Nahak, juga menilai wisman tidak perlu terlalu khawatir terhadap kasus-kasus yang terjadi.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan bahwa perlindungan terhadap wisman merupakan tanggung jawab negara sesuai hukum pidana yang berlaku.
Langkah pengetatan keamanan ini diharapkan mampu menjaga situasi tetap nyaman serta mempertahankan kepercayaan wisatawan internasional terhadap Bali sebagai destinasi unggulan Indonesia. [Din]





