MENTERI Haji dan Umroh (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan skema perebutan atau war tiket haji masih sekadar wacana sehingga calon jemaah yang sudah mengantre bertahun-tahun tidak perlu takut.
“Itu masih wacana. Jadi, jemaah enggak perlu takut lah nanti, ‘Saya sudah antre sepuluh tahun, kok dihanguskan?’ Enggak, enggak. Tidak ada,” kata Menhaj Irfan, dikutip dari berbagai sumber.
Dia menjelaskan wacana war tiket haji merupakan upaya yang diusulkan pihaknya untuk memangkas antrean calon jemaah haji Indonesia yang dinilai terlalu panjang. Namun, wacana itu masih dalam tahap pembicaraan.
Baca juga: Kemenhaj Pastikan Petugas Haji Indonesia Berangkat pada 17 April 2026
Menhaj Tegaskan Skema War Tiket Haji Masih Wacana
“Kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean yang panjang ini,” katanya.
Menurut Menhaj, wacana war tiket haji membutuhkan pembahasan yang panjang dengan pemangku kepentingan (stakeholder), terutama dari Komisi VIII DPR RI, pelaku bisnis haji, dan jemaah itu sendiri.
“Banyak hal, banyak stakeholder yang harus kita bicarakan; dan ini bukan keputusan dalam waktu sebulan-dua bulan, ini pasti butuh waktu panjang,” tuturnya.
Wacana ini mendapat kritikan dari legislator bidang agama dan sosial. Namun, Irfan menyebut pembahasan akan tetap dilakukan, mengingat Indonesia membutuhkan terobosan baru dalam menyikapi persoalan antrean haji.
“Cuma mungkin istilahnya bukan war tiket atau apalah istilahnya,” kata dia.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dia belum bisa memastikan skema baru akan rampung pada tahun depan. Kendati demikian, pemerintah akan mengupayakan hal itu secepatnya.
Terlepas dari itu, Menhaj menekankan, skema baru tidak akan mengganggu jemaah yang sudah mengantre.
Di samping itu, Irfan juga mengatakan pemerintah Indonesia sudah berkomunikasi dengan Arab Saudi terkait skema penggunaan kuota haji negara tetangga, sebagaimana solusi yang diusulkan anggota Komisi VIII. [Din]





