• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Mengurangi Penumpukan Sampah di TPA dengan Membuat Kompos dari Sampah Organik

17/12/2024
in Berita
Mengurangi Penumpukan Sampah di TPA dengan Membuat Kompos dari Sampah Organik

Foto: Tim Ayo Less Waste

88
SHARES
677
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAMPAH organik, terutama sisa makanan, seringkali dianggap sebagai masalah yang harus dibuang dan ditumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya, sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos, sebuah solusi yang dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA.

Pada tanggal 22 November 2024, Tim komunitas Ayo Less Waste (ALW) bersama dengan guru-guru dari Sekolah Al-Fayyadh Indonesia mengajarkan siswa-siswi SD dan SMP tentang cara memanfaatkan sampah organik dalam pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Pembelajaran ini memiliki tema Belajar Memilah Sampah Anorganik & Mengompos Sampah Organik.

Baca juga: Ayo Less Waste Adakan Edukasi Lingkungan dalam Rangkaian P5 di Sekolah Islam Al Fayyadh Indonesia

Mengurangi Penumpukan Sampah di TPA dengan Membuat Kompos dari Sampah Organik

Dalam mengompos sampah organik, prosesnya cukup sederhana yaitu:

Siapkan sampah organik.

Buat galian lubang di tanah.

Tumpuk limbah organik dalam galian lubang.

Lakukan layering limbah dalam galian dengan limbah coklat (ranting) dan limbah hijau (limbah makanan & daun).

Tutup bagian atas dengan tanah hasil galian lubang.

Timbun selama kurang lebih 1-3 bulan.

Mengurangi Penumpukan Sampah di TPA dengan Membuat Kompos dari Sampah Organik
Foto: Tim Ayo Less Waste

Berdasarkan sumber waste4change.com, TPA Bantar Gebang, yang merupakan TPA khusus DKI Jakarta, menerima sekitar 8000 ton sampah setiap harinya.

60% dari sampah tersebut adalah sampah organik yang mudah terurai. Sementara itu, idealnya, TPA hanya seharusnya menampung 20% dari jumlah keseluruhan sampah yang masuk ke sana. Sisanya, sangat mungkin di daur ulang atau di upcycle menjadi barang yang lebih berguna lagi.

“Pemanfaatan Sampah Organik dalam Pembuatan Kompos: Solusi Penumpukan di TPA adalah konsep yang perlu kita tekankan,” ujar Mochammad Iqbal Ramadhani, Anggota Komunitas Ayo Less Waste (ALW) dan Mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Kimia Universitas Pamulang.

“Kita harus memikirkan kembali dari setiap sampah terutama sisa makanan yang kita hasilkan. Jika terbuang dan berakhir di TPA, dampaknya sangat buruk bagi lingkungan kita, seperti gas metana yang dihasilkan dan lainnya,” lanjutnya.

Dhiya Suci Auliyah, Anggota Komunitas Ayo Less Waste (ALW) dan Mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Kimia Universitas Pamulang, menambahkan, Sebagai perumpamaan, setiap 1 keluarga menghasilkan 1kg sisa makanan terbuang dalam 1 hari.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Bagaimana jika itu semua terkumpul dan berakhir di TPA? Itu semua sangat berbahaya baik bagi kesehatan warga sekitar TPA maupun lingkungan, udara dan lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh KLHK tahun 2022, jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 68,7 juta ton/tahun dengan komposisi sampah didominasi oleh sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 41,27%.

Kurang lebih 38,28% dari sampah tersebut bersumber dari rumah tangga. Selain itu, sampah organik juga merupakan kontributor terbesar dalam menghasilkan emisi gas rumah kaca jika tidak terkelola dengan baik.

Dalam upaya mencapai target Zero Waste, sudah saatnya kita meninggalkan pendekatan kumpul-angkut-buang yang menitikberatkan pengelolaan sampah di TPA.

Mari kita mulai memanfaatkan sampah organik kita menjadi kompos, sebuah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan kita. [Din]

Tags: Mengurangi Penumpukan Sampah di TPA dengan Membuat Kompos dari Sampah Organik
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Salah Satu Rezeki dari Allah

Next Post

Pulau Bali jadi Destinasi Wisata Solo Favorit Wisatawan AS Tahun 2024

Next Post
Pulau Bali jadi Destinasi Wisata Solo Favorit Wisatawan AS Tahun 2024

Pulau Bali jadi Destinasi Wisata Solo Favorit Wisatawan AS Tahun 2024

Kopi Arabika Gayo Indonesia Masuk Dalam 10 Biji Kopi Terenak di Dunia Versi Taste Atlas

Kopi Arabika Gayo Indonesia Masuk Dalam 10 Biji Kopi Terenak di Dunia Versi Taste Atlas

Diaspora Indonesia di Turkiye Gelar Endonezya Kultur Sahnesi

Diaspora Indonesia di Turkiye Gelar Endonezya Kultur Sahnesi

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8853 shares
    Share 3541 Tweet 2213
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1078 shares
    Share 431 Tweet 270
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11568 shares
    Share 4627 Tweet 2892
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3986 shares
    Share 1594 Tweet 997
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3456 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2265 shares
    Share 906 Tweet 566
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Tuwailah binti Aslam, Shahabiyah yang Menjadi Saksi Perjalanan Mulia Rasulullah

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga