PEMENUHAN kebutuhan dasar warga menyusul masih adanya lebih dari 1.600 warga yang mengungsi akibat banjir di sejumlah wilayah Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemerintah memfokuskan upaya penanganan banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari berbagai sumber, mengatakan bahwa banjir yang dipicu hujan deras sejak Kamis (22/1/2026) berdampak pada 20 kelurahan di enam kecamatan.
Baca juga: Banjir Karawang Meluas Akibat Sungai Citarum dan Sungai Cibeet Meluap
Lebih dari 1.600 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta
Dia menjabarkan bahwa pengungsian tersebar di Jakarta Timur menempati antara lain Mushala Al Islah dan Saung Lapangan Tenis RW 03 di Kelurahan Cawang, Aula Kelurahan Bidara Cina, Masjid Al Abror RW 11, Gedung SKKT RW 11 di Kelurahan Bidara Cina, serta SDN Kampung Melayu 01 dan 02 dan Masjid Jami Ittihadul Ikhwan di Kelurahan Kampung Melayu.
Sementara itu, pengungsian di Jakarta Barat berada di empat kelurahan, yakni Rawa Buaya, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Duri Kosambi.
Lokasi pengungsian memanfaatkan masjid, mushala, balai warga, sekolah dasar, hingga fasilitas perkantoran, dengan jumlah pengungsi terbanyak tercatat di SDN 07 Rawa Buaya dan sejumlah sekolah lainnya.
Adapun di Jakarta Utara, pengungsi tercatat berada di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara.
Abdul menjelaskan bahwa berdasarkan laporan BPBD Jakarta, kondisi genangan pada Minggu (25/1) pagi mulai menunjukkan perbaikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sejumlah titik banjir telah surut, antara lain di Kelurahan Cililitan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Namun, masih terdapat 14 RT yang tergenang di Jakarta Timur dan Jakarta Utara dengan tinggi muka air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.
Genangan tertinggi terpantau di Kelurahan Kampung Melayu akibat luapan Sungai Ciliwung yang menyebabkan air setinggi 80 sentimeter menggenangi permukiman warga.
Tim petugas gabungan yang disiapkan pemerintah provinsi, dipastikan masih berada dilokasi untuk memantau proses penyedotan genangan, pembersihan saluran air, serta memastikan fungsi drainase berjalan optimal bersama aparat wilayah setempat. [Din]





