SEJUMLAH keluarga pengungsi di wilayah Mawasi, Gaza selatan, menjalani awal Ramadan dalam kondisi keterbatasan akibat konflik yang masih berlangsung.
Waleed al-Zamli, ayah dari 11 anak yang saat ini tinggal di tenda setelah mengungsi dari wilayah terdampak operasi militer Israel, mengatakan bahwa Ramadan sebelumnya identik dengan perayaan keluarga, termasuk pembelian lampion, permen, dan hidangan khusus untuk anak-anak.
Menurutnya, situasi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut kehilangan pekerjaan setelah tempatnya bekerja mengalami kerusakan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Untuk berbuka puasa pertama, istrinya mengambil makanan dari dapur umum dan menambahkan sup agar cukup untuk seluruh anggota keluarga.
Dilansir dari trtworld, sejumlah warga di kawasan tersebut juga terlihat mengantre di dapur umum dengan membawa wadah kosong untuk mendapatkan makanan berbuka.
Anak-anak, perempuan, dan lansia menunggu dalam kondisi yang padat.
Ramadan di Gaza berlangsung di tengah gencatan senjata yang dilaporkan masih rapuh.
Keluarga Pengungsi Gaza Merayakan Ramadan di Tenda-tenda Mawasi
Banyak warga menyampaikan bahwa suasana bulan suci tahun ini terasa berbeda karena kondisi pengungsian dan kesulitan ekonomi yang mereka alami.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 72.000 warga Palestina meninggal sejak Oktober 2023.
Genosida tersebut juga menyebabkan sebagian besar penduduk mengungsi dan menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur.
Al-Zamli menyatakan bahwa harga bahan pangan meningkat dan bantuan yang tersedia terbatas, sehingga menyulitkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Baca juga: Israel Kembali Luncurkan Bom di Bulan Ramadan, Gaza Terbangun dengan ‘Sahur Berdarah’
Ia menambahkan bahwa harga daging dan unggas naik dibandingkan sebelum konflik.
Di tengah keterbatasan, beberapa keluarga berupaya menghadirkan suasana Ramadan secara sederhana.
Anak-anak di kamp pengungsian membuat lentera dari kaleng bekas dan memasang hiasan di sekitar tenda.
Al-Zamli mengatakan ia berharap situasi keamanan membaik serta kondisi kehidupan warga dapat kembali stabil, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang bagi anak-anaknya.[Sdz]





