• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

26/05/2025
in Berita
Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

71
SHARES
546
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PARA jurnalis dari Gaza hadir langsung di Bandung untuk menyampaikan satu pesan penting kepada rekan-rekan media di Indonesia pada Ahad (25/5).

Mereka bicara di sesi talkshow bertema “Membungkam Dunia: Membunuh Jurnalis di Palestina” dalam Konferensi Aktivis Palestina Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina yang diikuti  400 peserta mancanegara.

Sesi ini dihadiri Maher Atiya Abu Qoita dan Youmna El Sayed, koresponden Al-Jazeera English Gaza. Sedangkan kepala biro Al-Jazeera, Wael Al-Dahdouh, Jurnalis Al-Jazeera English di Qatar, hadir melalui video.

Tak hanya pewarta Gaza, turut hadir jurnalis Indonesia seperti Fitriyan Zamzami yang merupakan Asisten Redaktur Pelaksana Republika, Ananda Ismail, Senior Produser Liputan 6 SCTV, dan Pizaro Gozali Idrus Redaktur GazaMedia.net. Sesi ini dipandu oleh dosen jurnalistik Unpad sekaligus pendiri SMART 171, Dr. Maimon Herawati.

Wael Al-Dahdouh, Kepala Biro Al-Jazeera di Gaza yang kini tengah dievakuasi ke Eropa untuk dapatkan perawatan cedera lengan akibat serangan Israel mengatakan, “Kami, jurnalis Al-Jazeera sudah membayar dengan sangat mahal. Lima rekan kami telah meninggal.”

Wael menegaskan, pembunuhan terhadap jurnalis adalah strategi sistematis.

“Biasanya israel sudah memiliki target yang akan diserang. Misalkan Wael Al-Dahdouh, jurnalis Al-Jazeera di jalur Gaza. Alasannya? Tak tahu apa,” ungkapnya.

Dia menyebut satu per satu nama koleganya yang gugur, termasuk Samar Abu Daqqa, sahabatnya, “Saya harus mengucapkan perpisahan pada teman saya, Samar Abu Daqqa tanpa bisa melihat tubuhnya yang terbujur kaku. Apa salah Abu Daqqa? Lalu apa dosa Mahmoud yang baru berusia 16 tahun, yang hanya ingin menyebarkan foto video kondisi Gaza! Apa salah Hamzah, yang hanya menjalankan tugasnya memberitakan.”

Hal serupa dialami oleh Youmna yang ditarik keluar dari Gaza akibat ancaman keamanan semakin menyulitkan.

“Di Gaza, ketika Anda adalah seorang jurnalis, tidak hanya Anda berada dalam bahaya, tapi juga keluarga Anda dan orang-orang yang Anda cintai terancam. Kami adalah manusia sebelum jurnalis. Saya adalah ibu dan istri. Saya ingat, tiga hari setelah genosida mulai, saya hampir terbunuh di Jabalia Camp. Semua orang berada di sana karena disebut-sebut sebagai tempat aman tapi Israel malah jatuhkan bom. Saya tidak menemukan anak saya, semua orang berhamburan. Saya mengambil gawai saya dan mengirim pesan pada keluarga, “jika saya mati, saya ada di Jabalia Camp”.

Youmna juga mengisahkan trauma mendalam yang dialaminya.

“Satu hari, saya di kamar dan menangis karena merasa demikian hancur. Anak saya yang berusia 8 tahun masuk ke kamar dan berkata, ‘Ibu, kamu tidak boleh menangis. Kalau Ibu lemah, kita enggak akan selamat.’ Hari itu saya berhenti menangis. Sampai saat ini saya tidak bisa menangis karena harus bertahan kuat. Gaza masih berjuang.”

Maher Atiya Abu Qouta, kameramen yang selama ini bekerja bersama Youmna, mengisahkan bagaimana ia terus bekerja di tengah puing-puing dan tubuh manusia yang hancur karena bom, jika orang lain punya kuasa mengganti tontonan, tidak dengan kameramen di Gaza, dia harus menyorot semua, merekam kebrutalan setiap hari.

“Saya masih mencium bau darah itu. Mual pusing iba tak kuat bagaimanapun harus tetap merekam. Dunia harus melihat ini”.

Baca juga: Suara Aktivis Se-Asia Pasifik Menggema dari Bandung Menuntut Kebebasan Palestina

Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

Diskusi juga menyinggung kondisi media di Indonesia yang vokal memberitakan Palestina.

Salah satu sorotan datang dari Redaktur Pelaksana Republika, Fitriyan Zamzami, yang mengungkapkan bahwa akun media sosial Republika diblokir saat melakukan siaran langsung aksi solidaritas Palestina di Monas.

Pemblokiran ini berdampak serius secara finansial. Sebelumnya, akun tersebut bisa menghasilkan antara Rp100 juta hingga Rp1 miliar per bulan. Namun, setelah pemblokiran, seluruh sumber penghasilan digital itu hilang.

Menanggapi situasi ini, Dr. Maimon Herawati menantang para jurnalis Indonesia untuk membentuk joint newsroom, ruang redaksi bersama yang mempertemukan seluruh wartawan Indonesia dalam satu strategi media, demi merancang pergerakan yang lebih terkoordinasi untuk mendukung perjuangan kemanusiaan di Palestina.[ind]

Tags: Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pentingnya Suasana yang Nyaman Bagi Anak

Next Post

Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji Bagi Jemaah Usia Lanjut

Next Post
Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji Bagi Jemaah Usia Lanjut

Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji Bagi Jemaah Usia Lanjut

Israel Membunuh Enam Penjaga Palestina yang Sedang Melindungi Truk Bantuan Datang

Israel Membunuh Enam Penjaga Palestina yang Sedang Melindungi Truk Bantuan Datang

Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    507 shares
    Share 203 Tweet 127
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3439 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5272 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7905 shares
    Share 3162 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6708 shares
    Share 2683 Tweet 1677
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2874 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    577 shares
    Share 231 Tweet 144
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga