• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 6 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

26/05/2025
in Berita
Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

72
SHARES
556
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PARA jurnalis dari Gaza hadir langsung di Bandung untuk menyampaikan satu pesan penting kepada rekan-rekan media di Indonesia pada Ahad (25/5).

Mereka bicara di sesi talkshow bertema “Membungkam Dunia: Membunuh Jurnalis di Palestina” dalam Konferensi Aktivis Palestina Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina yang diikuti  400 peserta mancanegara.

Sesi ini dihadiri Maher Atiya Abu Qoita dan Youmna El Sayed, koresponden Al-Jazeera English Gaza. Sedangkan kepala biro Al-Jazeera, Wael Al-Dahdouh, Jurnalis Al-Jazeera English di Qatar, hadir melalui video.

Tak hanya pewarta Gaza, turut hadir jurnalis Indonesia seperti Fitriyan Zamzami yang merupakan Asisten Redaktur Pelaksana Republika, Ananda Ismail, Senior Produser Liputan 6 SCTV, dan Pizaro Gozali Idrus Redaktur GazaMedia.net. Sesi ini dipandu oleh dosen jurnalistik Unpad sekaligus pendiri SMART 171, Dr. Maimon Herawati.

Wael Al-Dahdouh, Kepala Biro Al-Jazeera di Gaza yang kini tengah dievakuasi ke Eropa untuk dapatkan perawatan cedera lengan akibat serangan Israel mengatakan, “Kami, jurnalis Al-Jazeera sudah membayar dengan sangat mahal. Lima rekan kami telah meninggal.”

Wael menegaskan, pembunuhan terhadap jurnalis adalah strategi sistematis.

“Biasanya israel sudah memiliki target yang akan diserang. Misalkan Wael Al-Dahdouh, jurnalis Al-Jazeera di jalur Gaza. Alasannya? Tak tahu apa,” ungkapnya.

Dia menyebut satu per satu nama koleganya yang gugur, termasuk Samar Abu Daqqa, sahabatnya, “Saya harus mengucapkan perpisahan pada teman saya, Samar Abu Daqqa tanpa bisa melihat tubuhnya yang terbujur kaku. Apa salah Abu Daqqa? Lalu apa dosa Mahmoud yang baru berusia 16 tahun, yang hanya ingin menyebarkan foto video kondisi Gaza! Apa salah Hamzah, yang hanya menjalankan tugasnya memberitakan.”

Hal serupa dialami oleh Youmna yang ditarik keluar dari Gaza akibat ancaman keamanan semakin menyulitkan.

“Di Gaza, ketika Anda adalah seorang jurnalis, tidak hanya Anda berada dalam bahaya, tapi juga keluarga Anda dan orang-orang yang Anda cintai terancam. Kami adalah manusia sebelum jurnalis. Saya adalah ibu dan istri. Saya ingat, tiga hari setelah genosida mulai, saya hampir terbunuh di Jabalia Camp. Semua orang berada di sana karena disebut-sebut sebagai tempat aman tapi Israel malah jatuhkan bom. Saya tidak menemukan anak saya, semua orang berhamburan. Saya mengambil gawai saya dan mengirim pesan pada keluarga, “jika saya mati, saya ada di Jabalia Camp”.

Youmna juga mengisahkan trauma mendalam yang dialaminya.

“Satu hari, saya di kamar dan menangis karena merasa demikian hancur. Anak saya yang berusia 8 tahun masuk ke kamar dan berkata, ‘Ibu, kamu tidak boleh menangis. Kalau Ibu lemah, kita enggak akan selamat.’ Hari itu saya berhenti menangis. Sampai saat ini saya tidak bisa menangis karena harus bertahan kuat. Gaza masih berjuang.”

Maher Atiya Abu Qouta, kameramen yang selama ini bekerja bersama Youmna, mengisahkan bagaimana ia terus bekerja di tengah puing-puing dan tubuh manusia yang hancur karena bom, jika orang lain punya kuasa mengganti tontonan, tidak dengan kameramen di Gaza, dia harus menyorot semua, merekam kebrutalan setiap hari.

“Saya masih mencium bau darah itu. Mual pusing iba tak kuat bagaimanapun harus tetap merekam. Dunia harus melihat ini”.

Baca juga: Suara Aktivis Se-Asia Pasifik Menggema dari Bandung Menuntut Kebebasan Palestina

Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal

Diskusi juga menyinggung kondisi media di Indonesia yang vokal memberitakan Palestina.

Salah satu sorotan datang dari Redaktur Pelaksana Republika, Fitriyan Zamzami, yang mengungkapkan bahwa akun media sosial Republika diblokir saat melakukan siaran langsung aksi solidaritas Palestina di Monas.

Pemblokiran ini berdampak serius secara finansial. Sebelumnya, akun tersebut bisa menghasilkan antara Rp100 juta hingga Rp1 miliar per bulan. Namun, setelah pemblokiran, seluruh sumber penghasilan digital itu hilang.

Menanggapi situasi ini, Dr. Maimon Herawati menantang para jurnalis Indonesia untuk membentuk joint newsroom, ruang redaksi bersama yang mempertemukan seluruh wartawan Indonesia dalam satu strategi media, demi merancang pergerakan yang lebih terkoordinasi untuk mendukung perjuangan kemanusiaan di Palestina.[ind]

Tags: Jurnalis Gaza: Kami Sudah Membayar Terlalu Mahal
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pentingnya Suasana yang Nyaman Bagi Anak

Next Post

Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji Bagi Jemaah Usia Lanjut

Next Post
Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji Bagi Jemaah Usia Lanjut

Persiapan Kesehatan Sebelum Berangkat Haji Bagi Jemaah Usia Lanjut

Israel Membunuh Enam Penjaga Palestina yang Sedang Melindungi Truk Bantuan Datang

Israel Membunuh Enam Penjaga Palestina yang Sedang Melindungi Truk Bantuan Datang

Dunia Bungkam Terhadap Palestina, KPIPA: Ini Pembunuhan Jurnalistik

Dunia Bungkam Terhadap Palestina, KPIPA: Ini Pembunuhan Jurnalistik

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4187 shares
    Share 1675 Tweet 1047
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    255 shares
    Share 102 Tweet 64
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9048 shares
    Share 3619 Tweet 2262
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4095 shares
    Share 1638 Tweet 1024
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Shobrun Jamil, Bersabar Seperti Aisyah

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4733 shares
    Share 1893 Tweet 1183
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2405 shares
    Share 962 Tweet 601
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga