• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 19 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Jatinetwork Gelar Workshop Studi Kasus Embargo Kasus Reynhard Sinaga

26/01/2020
in Berita
72
SHARES
551
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kasus Reynhard Sinaga yang memperkosa sebanyak 195 pria di Inggris menggemparkan dunia. Pemerkosaan  terbesar yang tercatat dalam sejarah Inggris tersebut melibatkan Indonesia karena terbukti pelakunya merupakan WNI.

Ternyata, kasus tersebut mulai diproses sejak tahun 2017. Saat korban pemerkosaan tiba-tiba terbangun lalu memukul Reynhard. Lantas kasus tersebut pun sampai dibawa ke pengadilan. 

Pengadilan membuka kasus ini kepada media selama persidangan, namun melakukan embargo terhadap media. Wartawan diperbolehkan mewawancarai hakim maupun juri. Tapi, informasi tidak boleh keluar dari gedung persidangan. Bila melanggarkan, bisa terkena tindak pidana. 

Melalui kasus tersebut, Jatinetwork mengundang wartawan BBC London yang menulis untuk BBC Indonesia, Mohammad Susilo pada Sabtu, 25  Januari 2020. Acara ini bertajuk 'Workshop Penulisan Kasus Sensitif: Contoh Media Embargo BBC Pada Kasus Raynhard Sinaga' di Perpustakaan Pusat Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Susilo menceritakan pengalamannya dan rekannya ketika meliput persidangan.

"Kasus Reynhard ini sangat menarik dibahas. Apalagi banyak orang yang tidak tahu apa itu embargo media. Bagaimana proses penulisannya, aturan apa yang harus diikuti, serta etika apa yang harus diperhatikan," ujar Fairuz Fildzah, pemimpin redaksi Jatinetwork dalam sambutannya.

Memulai seminar, Susilo bercerita dengan menunjukkan media cetak di Inggris seperti Metro, The Independent, Daily Mail, dan The Guardian. Halaman koran-koran tersebut memperlihatkan wajah Reynhard dengan berbagai judul mengenai kasus pemerkosaan.

"Uniknya dari berita-berita ini tidak menuliskan nama Indonesia. Jadi fokus hanya dengan kasusnya saja," ujarnya.

Kasus pencarian bukti hingga pengadilan yang berjalan selama 2,5 tahun. Namun Susilo mengungkapkan proses sidang berjalan setahun dengan empat kali sidang. Vonis Reynhard baru diumumkan pada akhir Desember 2019. Barulah pada 6 Januari 2020 pengadilan menjatuhkan vonis. Embargo media pun dihentikan. 

Dalam proses peliputannya, Susilo mengungkapka ada beberapa alasan mengapa kasus ini dirahasiakan. Mulai dari membantu polisi mengindentifikasi korban sampai merahasiakan korban agar mau bersaksi di pengadilan. 

"Korban didatangi polisi. Dikatakan bahwa ia telah diperkosa. Banyak dari mereka yang shock. Bahkan sampai ingin bunuh diri," cerita Susilo.

Dalam acara, Susilo juga membahas bagaimana proses peliputan hingga penulisan kasus Reynhard oleh tim BBC London, BBC Manchester, dan BBC Indonesia. Mulai dari mengikuti persidangan, mewawancara teman Reynhard dulu di kampus Indonesia hingga mendatangi keluarganya di Depok. 

Susilo mengungkapkan alasan mengapa BBC tidak merilis nama orang tua, alamat, maupun hal pribadi lainnya karena hanya ingin fokus kepada pelakunya saja. Media di Indonesia menuliskan nama orangtua, namun tim editor policy dan legal BBC tak ingin mengungkapkan karena menyangkut etika dan hati nurani. 

Dari proses pengadilan sampai penulisannya pun Susilo bercerita bahwa ia dan rekan-rekannya sempat stres. Selama lebih dari dua tahun wartawan menyimpan rahasia besar. Ia bercerita bahwa BBC menyediakan tenaga konseling untuk para wartawan yang meliput pengadilan Reynhard.

Susilo dan tim nya pun sudah menyiapkan tulisan sejak September 2019. Dokumen yang didapatkan dari persidangan pun tak boleh keluar dari kantor atau tertinggal di tempat umum. Dalam prosesnya, tulisan setidaknya harus melewati empat kali tahap editing. Melalui tim editorial policy, tim legal, dan dua editor lainnya. 

"Saya jadi tau seperti apa kronologis dari kasus Raynhard ini dan juga bagaimana media bekerja di dalamnya. Saya juga senang bisa berunding berbagi pendapat dengan peserta lain tentang bagaimana mengambil angle anti-mainstream pada kasus Raynhard ini," ujar Fathur, peserta seminar dari mahasiswa Universitas Padjadjaran. 

Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan workshop. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar. Susilo meminta peserta untuk mendiskusikan angle pemberitaan apa yang bisa dibuat selain apa yang diberitakan oleh BBC Indonesia.  Peserta pun terlihat antusias dan aktif mengutarakan ide. 

"Ada beberapa angle yang kita ambil. Ada lima. Kami angkat dari sisi kriminal. RS kan mengambil video, kenapa dia melakukan demikian. Kedua dari pendidikan. Dia sudah S2 dan menuju S3. Seharusnya tau etika kan. Ketiga, pola asuh keluarga. Apakah ada kaitannya dengan pola asuh keluarga. Apakah ayahnya juga ada kasus. Keempat, pandangan orang UK terhadap kasus ini. Apakah ada pandangan sensitif warga UK terhadap warga Indonesia," terang Febian, perwakilan dari peserta.

Dalam sesi pertanyaan, Susilo sempat menjawab pertanyaan peserta bagaimana sulitnya meliput kasus sensitif seperti pemerkosaan. Dalam jurnalisme, data dan fakta merupakan modal utama untuk menulis berita. Ia dan rekan-rekannya tak boleh sembarangan. Bahkan bila sumber berita tidak lengkap, maka tidak akan asal dimuat. [ah/rilis]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Bolu Ketan Hitam Kukus Mudah dan Lembut

Next Post

Islamic Fashion Week kembali Digelar di Parepare

Next Post

Islamic Fashion Week kembali Digelar di Parepare

Menag Bantah Ada Rencana Pemerintah Atur Teks Khutbah

Trump: AS akan Tambah Daftar Negara yang Dilarang Masuk ke AS

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    5963 shares
    Share 2385 Tweet 1491
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    708 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1743 shares
    Share 697 Tweet 436
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3400 shares
    Share 1360 Tweet 850
  • Cara Membuat Zuppa Soup Ayam Sederhana di Rumah

    174 shares
    Share 70 Tweet 44
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7859 shares
    Share 3144 Tweet 1965
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2854 shares
    Share 1142 Tweet 714
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11114 shares
    Share 4446 Tweet 2779
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga