FENOMENA embun es atau yang dikenal masyarakat sebagai embun upas kembali muncul di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir.
Pemandangan yang biasanya identik dengan negara empat musim ini pun kembali menarik perhatian wisatawan dan ramai dibagikan di media sosial.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi akibat kombinasi kondisi cuaca ekstrem kering pada musim kemarau, suhu udara yang sangat rendah, serta faktor geografis khas kawasan Dieng.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan, curah hujan di Dieng tercatat 0 milimeter selama periode 6 hingga 9 Juni 2026.
Kondisi tersebut menandakan atmosfer berada dalam keadaan sangat kering dengan langit yang relatif cerah, terutama pada malam hingga pagi hari.
Baca juga: Pertunjukan Jazz Atas Awan Hadir di Dieng Culture Festival 2026
Fenomena Embun Es di Kawasan Dataran Tinggi Dieng Kembali Muncul
Saat langit cerah tanpa tutupan awan, panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari akan lebih mudah terlepas ke atmosfer dan luar angkasa. Akibatnya, proses pendinginan berlangsung lebih cepat dan suhu udara turun secara signifikan.
Data BMKG menunjukkan suhu udara dan suhu permukaan rumput di Dieng terus mengalami penurunan sejak 6 Juni 2026.
Puncaknya terjadi pada 9 Juni 2026 ketika suhu udara minimum mencapai 1,05 derajat Celsius pada pukul 01.01 WIB. Sementara suhu minimum pada permukaan rumput tercatat 0,60 derajat Celsius pada pukul 08.30 WIB.
Suhu yang mendekati titik beku tersebut membuat uap air yang menempel pada daun, rumput, dan permukaan tanah berubah menjadi kristal-kristal es.
Kristal es inilah yang kemudian terlihat sebagai lapisan putih tipis yang dikenal sebagai embun es atau embun upas.
Selain kondisi atmosfer yang mendukung, bentuk geografis Dieng juga berperan penting dalam munculnya embun es.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menurut BMKG, kawasan Dieng merupakan wilayah cekungan yang dikelilingi pegunungan. Pada malam hari, udara dingin dari lereng gunung akan mengalir turun dan berkumpul di dasar lembah.
Akumulasi udara dingin tersebut membuat suhu di kawasan Dieng menjadi lebih rendah dibandingkan daerah di sekitarnya.
Fenomena embun es tahun ini tercatat muncul selama empat hari berturut-turut, mulai Minggu (7/6/2026) hingga Rabu (10/6/2026).
Kemunculan embun upas setiap pagi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan warga sekitar. Banyak orang mengabadikan hamparan rumput yang berubah putih akibat lapisan kristal es dan membagikannya melalui media sosial.
Meski Indonesia berada di wilayah tropis, fenomena embun es di Dieng bukanlah hal yang mustahil. Kombinasi udara kering saat kemarau, langit cerah, suhu yang mendekati titik beku, serta topografi cekungan menjadikan kawasan dataran tinggi ini mampu menghadirkan fenomena alam yang unik setiap musim kemarau. [Din]





