• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 23 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Isu Terorisme di Mata Busyro Muqaddas

08/04/2016
in Berita
77
SHARES
589
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com—Masih ingat kasus Komando Jihad (KomJi) yang terjadi pada masa Orde Baru? Komji merupakan sebuah proyek rekayasa negara yang diotaki Ali Moertopo yang bertujuan untuk melemahkan potensi politik umat Islam yang dianggap bisa mengganggu kekuasaan Soeharto.

Untuk mengegolkan proyek Komji tersebut, Ali merekrut orang-orang yang dulu terlibat  dalam kasus Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).  Orang-orang inilah yang dipersiapkan untuk dibenturkan dengan kebijakan Soeharto. Para dedengkot Komji kemudian dituding ingin mendongkel kekuasaan Soeharto.

Salah seorang pimpinan di PP Muhammadiyah, Busyro Muqaddas mengkomparasikan Komji dengan kasus-kasus terorisme yang terjadi di Indonesia, beberapa tahun terakhir ini. Menurutnya, ada kemiripan, meski beda penanganannya.

Modus operandi seperti Komji, kata Busyro, juga ada pada isu terorisme sekarang. “Ada baiat, ada perampokan untuk mengumpulkan dana, ada isu Negara Islam, ada ketaatan dan loyalitas kepada pimpinan tertinggi atau imam,” ujarnya,  seperti dikutip Hidayatullah.com, Kamis (7/4/2016)

Mereka yang direkrut Komji tak menyadari jika mereka diperalat atau dijebak oleh aparat. “Sayangnya, mereka (Komji) tak sadar telah terjebak pada skenario intelijen,” urainya.

Busyro yang sewaktu Komji mencuat masih menjadi pengajar hukum di Universitas Islam Indonesia, turut membela para terdakwa Komji yang diseret ke meja hijau. Dia juga melakukan penelitian intensif kasus yang sempat memojokkan umat Islam ini. Dari penelitian ini ia kemudian menulis buku berjudul “Hegemoni Rezim Intelejen.”

Dalam penelitian itu, Busyro mengaku sempat langsung mewawancarai mantan Kabakin Letjen Soetopo Yuwono. Busyro juga bertemu langsung dengan Sudomo tiga kali. Sudomo adalah tangan kanannya Soeharto, di antaranya ia pernah menjadi Pangkokamtib (Panglima Komando Pemulihan dan Ketertiban).

Berdasarkan data penelitiannya, Busyro dengan tegas menyatakan, “Komji itu kejahatan intelijen negara.” Bagaimana dengan kasus terorisme sekarang, apakah ini juga rekayasa?

Mantan Komisiner KPK ini curiga demikian. “Jangan-jangan begitu, untuk memperalat umat Islam lagi,” katanya. Ia pun merasa heran ketika pucuk kepemimpinan nasional sudah berganti 4 kali, dan Kapolri berganti 5 kali, tapi masalah terorisme tak pernah selesai. “Ada apa ini?” katanya curiga.

Saat peluncuran bukunya yang berjudul “Hegemoni Rezim Intelijen”, yang merupakan disertasi di Universitas Islam Indonesia (UII), beberapa waktu lalu, Busyro hingga pada kesimpulan bahwa isu terorisme di Indonesia tidak akan pernah selesai. Semua ini karena para pelakunya itu sendiri sengaja “dipelihara”.

Menurut Busyro, jika umat Islam mau bersatu dan serius, pabrik reproduksi ‘terorisme’ itu sendiri bisa dibongkar dengan mudah. (mr/foto:hidayatullah.com)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

PKS : Pergantian Pimpinan DPR Tak Perlu Menunggu Putusan Incraht

Next Post

Indonesia Gelar Pertemuan Komite Kepramukaan se-Asia Pasifik

Next Post

Indonesia Gelar Pertemuan Komite Kepramukaan se-Asia Pasifik

Dipecat PKS, Fahri Duga Ada Operasi Intelijen

PKS dan Konsolidasi Ruh Gerakan Islam

  • Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9385 shares
    Share 3754 Tweet 2346
  • Ketua Kossuma Sleman DIY Lolos Seleksi Australia Awards 2026

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4821 shares
    Share 1928 Tweet 1205
  • Kolaborasi DW EXCLUSIVE, WOU BATIK dan KELASMODELLING.ID pada Panggung Fashion Nation dengan Koleksi Multikreasi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4246 shares
    Share 1698 Tweet 1062
  • Ular dan Penampakan Jin

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1301 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    426 shares
    Share 170 Tweet 107
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga