• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Isu Terorisme di Mata Busyro Muqaddas

08/04/2016
in Berita
76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com—Masih ingat kasus Komando Jihad (KomJi) yang terjadi pada masa Orde Baru? Komji merupakan sebuah proyek rekayasa negara yang diotaki Ali Moertopo yang bertujuan untuk melemahkan potensi politik umat Islam yang dianggap bisa mengganggu kekuasaan Soeharto.

Untuk mengegolkan proyek Komji tersebut, Ali merekrut orang-orang yang dulu terlibat  dalam kasus Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).  Orang-orang inilah yang dipersiapkan untuk dibenturkan dengan kebijakan Soeharto. Para dedengkot Komji kemudian dituding ingin mendongkel kekuasaan Soeharto.

Salah seorang pimpinan di PP Muhammadiyah, Busyro Muqaddas mengkomparasikan Komji dengan kasus-kasus terorisme yang terjadi di Indonesia, beberapa tahun terakhir ini. Menurutnya, ada kemiripan, meski beda penanganannya.

Modus operandi seperti Komji, kata Busyro, juga ada pada isu terorisme sekarang. “Ada baiat, ada perampokan untuk mengumpulkan dana, ada isu Negara Islam, ada ketaatan dan loyalitas kepada pimpinan tertinggi atau imam,” ujarnya,  seperti dikutip Hidayatullah.com, Kamis (7/4/2016)

Mereka yang direkrut Komji tak menyadari jika mereka diperalat atau dijebak oleh aparat. “Sayangnya, mereka (Komji) tak sadar telah terjebak pada skenario intelijen,” urainya.

Busyro yang sewaktu Komji mencuat masih menjadi pengajar hukum di Universitas Islam Indonesia, turut membela para terdakwa Komji yang diseret ke meja hijau. Dia juga melakukan penelitian intensif kasus yang sempat memojokkan umat Islam ini. Dari penelitian ini ia kemudian menulis buku berjudul “Hegemoni Rezim Intelejen.”

Dalam penelitian itu, Busyro mengaku sempat langsung mewawancarai mantan Kabakin Letjen Soetopo Yuwono. Busyro juga bertemu langsung dengan Sudomo tiga kali. Sudomo adalah tangan kanannya Soeharto, di antaranya ia pernah menjadi Pangkokamtib (Panglima Komando Pemulihan dan Ketertiban).

Berdasarkan data penelitiannya, Busyro dengan tegas menyatakan, “Komji itu kejahatan intelijen negara.” Bagaimana dengan kasus terorisme sekarang, apakah ini juga rekayasa?

Mantan Komisiner KPK ini curiga demikian. “Jangan-jangan begitu, untuk memperalat umat Islam lagi,” katanya. Ia pun merasa heran ketika pucuk kepemimpinan nasional sudah berganti 4 kali, dan Kapolri berganti 5 kali, tapi masalah terorisme tak pernah selesai. “Ada apa ini?” katanya curiga.

Saat peluncuran bukunya yang berjudul “Hegemoni Rezim Intelijen”, yang merupakan disertasi di Universitas Islam Indonesia (UII), beberapa waktu lalu, Busyro hingga pada kesimpulan bahwa isu terorisme di Indonesia tidak akan pernah selesai. Semua ini karena para pelakunya itu sendiri sengaja “dipelihara”.

Menurut Busyro, jika umat Islam mau bersatu dan serius, pabrik reproduksi ‘terorisme’ itu sendiri bisa dibongkar dengan mudah. (mr/foto:hidayatullah.com)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

PKS : Pergantian Pimpinan DPR Tak Perlu Menunggu Putusan Incraht

Next Post

Indonesia Gelar Pertemuan Komite Kepramukaan se-Asia Pasifik

Next Post

Indonesia Gelar Pertemuan Komite Kepramukaan se-Asia Pasifik

Dipecat PKS, Fahri Duga Ada Operasi Intelijen

PKS dan Konsolidasi Ruh Gerakan Islam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8286 shares
    Share 3314 Tweet 2072
  • Kisah Nuryati bersama Anak Cucu di KRL Bekasi Timur

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4249 shares
    Share 1700 Tweet 1062
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11293 shares
    Share 4517 Tweet 2823
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5337 shares
    Share 2135 Tweet 1334
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3723 shares
    Share 1489 Tweet 931
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2215 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3324 shares
    Share 1330 Tweet 831
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga