• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 6 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Galang Donasi FORMASI: Korban Banjir dan Longsor Ungkap Tanah dan Pohon Berjalan, Rumah Rata dengan Tanah

12/01/2026
in Berita
Galang Donasi FORMASI: Korban Banjir dan Longsor Ungkap Tanah dan Pohon Berjalan, Rumah Rata dengan Tanah
71
SHARES
546
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

FORUM Muslimah Indonesia (FORMASI) dan Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsa (KPIPA) kembali menggalang bantuan bagi korban banjir Sumatera. Kali ini kegiatan bertajuk “Bersama Pulihkan Sumatera” digelar secara daring pada Ahad (11/1) dan diikuti ratusan donatur.

Ketua FORMASI dan KPIPA, Nurjanah Hulwani, mengatakan bahwa musibah adalah ujian bagi yang tertimpa dan bagi seluruh umat yang menyaksikannya.

“Yang diukur bukan hanya kesabaran mereka yang diuji, tetapi juga kepekaan sosial mereka yang hidup di sekitarnya; apakah memilih diam atau hadir memberi bantuan. Membantu Sumatera adalah membantu keluarga kita. Terlebih lagi mendekati puasa. Kisah banjir ini membawa pesan agar kita selalu bersyukur dan berbagi,” ucapnya.

Warga terdampak banjir dan longsor asal Sumatera Barat, Reza Mardianis, menceritakan kondisi saat terjadi longsor yang mengakibatkan anggota keluarga meninggal dunia.

“Longsor pertama terjadi tanggal 27 November 2025 menyebabkan jalan tertutup dan listrik mati. Hari Sabtu tanggal 29 November, daerah menuju rumah kami terendam banjir hingga separuh tinggi rumah. Beberapa rumah hanyut. Pukul 18.50 terdengar seperti suara gempa. Kami menyaksikan 4 rumah dan 1 musolla rata dengan tanah. Tanah dan pohon berjalan. Kakak, ponakan, dan ipar saya tak bisa diselamatkan,” kenangnya sambil meneteskan air mata.

Mukhlis Rais, warga terdampak banjir Aceh menyebut banjir di wilayahnya disebabkan hujan yang sangat deras selama 3 hari 3 malam sejak 23 November. Di tempat paling rendah di Aceh Tamiang, air rata-rata mencapai ketinggian 4 meter.

“Sudah 46 hari. Sampai sekarang masyarakat Aceh Tamiang masih berjibaku mengeluarkan lumpur yang tingginya mencapai pinggang. Harus menggunakan excavator untuk membersihkan lumpur yang sudah mengeras. Tidak bisa dibersihkan secara manual. Ibu-ibu masih membantu di dapur umum. Seorang pengurus Salimah jatuh dari motor ketika menyalurkan bantuan di Aceh Tamiang dan meninggal beberapa hari yang lalu,” kata Mukhlis.

Khairul Nisya, warga terdampak banjir Sumatera Utara, menceritakan kerugian material dan psikologis yang dialami korban. “Namun, para pengungsi saling menguatkan dan memberikan semangat. Semua ini adalah ujian yang pasti ada ganjaran jika kita tabah menjalaninya. Sebagai orang beriman, selalu berprasangka baik kepada Allah bahwa tidak ada yang sia-sia. Yakinlah Allah pasti akan menolong kita,” pesannya.

Warga berharap, bencana ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk menjaga keseimbangan alam. Bantuan dari pemerintah dan relawan sangat membantu mereka untuk pulih kembali. Huntap dan huntara sangat dibutuhkan untuk mereka pulang dan menjalani kehidupan normal.

Wakil Ketua FORMASI, Norita, mengajak masyarakat terus memberi bantuan karena hingga saat ini warga terdampak banjir dan longsor Sumatera masih membutuhkan uluran tangan para relawan.

“Kami mengetuk hati semua orang untuk membantu saudara kita dengan menyisihkan rezekinya berupa dana, Al-Qur’an, sarung, mukena, baju laki-laki dan perempuan, baju anak laki-laki dan perempuan, jilbab instan, pakaian dalam, kaus kaki, kelambu, dan handuk. Semoga sedikit uluran tangan kita menjadi secercah cahaya bagi mereka melaksanakan ibadah Ramadan,” tuturnya.

Menurut data tempo dan BBCNews Indonesia pada 6 Januari, banjir dan longsor Sumatera mengakibatkan korban tewas sebanyak 1.178 jiwa, korban cedera lebih dari 7.000 jiwa, korban hilang 147 jiwa, kerugian harta benda Rp68,6T, pengungsi lebih dari 1 juta jiwa, dan total terdampak lebih dari 3,3 juta jiwa. Banyaknya korban jiwa pada bencana ini menjadikannya sebagai bencana alam paling mematikan di Indonesia.

“FORMASI hadir sebagai lembaga independen di Indonesia yang mewadahi para muslimah, praktisi dan akademisi yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. FORMASI senantiasa bersama dalam misi kemanusiaan baik lingkup nasional maupun internasional.” pungkas Norita. [Mh/KPIPA]

Tags: FORMASI dan KPIPA
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Optimalkan Dana Kemaslahatan, BPKH Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat melalui Program UMKM Berdaya

Next Post

Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo Dihadiri Istri Bupati

Next Post
Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo Dihadiri Istri Bupati

Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo Dihadiri Istri Bupati

Hukum Menggunakan Khadam

Hukum Menggunakan Khadam

BMKG Prakirakan Sebagian DKI Jakarta Hujan Ringan hingga Malam

BMKG Prakirakan Sebagian DKI Jakarta Hujan Ringan hingga Malam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8807 shares
    Share 3523 Tweet 2202
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11547 shares
    Share 4619 Tweet 2887
  • Gebyar Muharam Salimah Tulungagung: Konsultan Parenting Ungkap 3 Cara Sederhana Mendidik Anak Jadi Bertanggung Jawab

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1051 shares
    Share 420 Tweet 263
  • Kapan Sebaiknya Waktu yang Ideal untuk Olahraga Renang? Ini Penjelasannya

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3969 shares
    Share 1588 Tweet 992
  • Menghina Allah dalam Hati

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Rekomendasi Warna Hijab untuk Baju Abu-Abu

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Belajar Pengasuhan dan Pendidikan dari Drama Korea Teach You a Lesson

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Perhiasan yang Boleh Dipakai Laki-laki

    2429 shares
    Share 972 Tweet 607
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga