PASANG laut setinggi 2,7-2,9 meter di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) pada 19 – 20 Januari 2026 berpotensi menghambat aktivitas sosial hingga ekonomi warga, sehingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak semua pihak waspada.
“Pasang laut bisa menyebabkan sejumlah hal, seperti banjir rob, tambak terendam, dan sejumlah dampak lainnya,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, dikutip dari berbagai sumber.
Kawasan yang diprakirakan mengalami pasang laut tersebut, antara lain di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan pasang tertinggi 2,8 meter diperkirakan terjadi pada 19 Januari pukul 19.00 Wita, sementara surut terendah 0,5 meter pada 20 Januari pukul 02.00 dan 13.00 Wita.
Baca juga: Kapal Cepat dari Pelabuhan Muara Angke Menuju Kepulauan Seribu Dihentikan Sementara
BMKG Waspadai Pasang Laut Setinggi 2.7 Sampai 2.9 Meter di Pesisir Kalimantan Timur
Sementara di kawasan Pulau Nubi dan sekitarnya, terutama di Muara Pantauan, banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang aktif, sehingga dengan adanya peringatan dini BMKG ini diharapkan warga melakukan kesiapsiagaan dan pengamanan agar petambak tidak merugi.
Kawasan lainnya adalah perairan Balikpapan, yakni pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 20 Januari dengan ketinggian 2,9 meter pada pukul 20.00 Wita. Prakiraan surut terendah 0,4 meter pada 20 Januari pada pukul 12.00 Wita
Sedangkan di perairan Balikpapan setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surutnya yakni Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada lima kawasan pesisir ini, masih banyak tambak masih aktif, sehingga ketika terjadi pasang laut dikhawatirkan budi daya warga, seperti udang, ikan, maupun kepiting, bisa hilang terdampak arus laut.
“Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk pemukiman warga yang dekat pantai, termasuk membahayakan anak-anak yang bermain di pantai,” kata Carolina.
Peringatan dini juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lain, seperti di muara Sungai Berau dan sekitarnya, dengan potensi pasang tertinggi 2,7 meter pada 20 Januari pukul 21.00 Wita, dengan surut terendah setinggi 0,4 meter pada 20 Januari pukul 15.00 Wita.
Kemudian di Teluk Sangkulirang dengan pasang tertinggi diperkirakan 2,8 meter pada 20 Januari pukul 20.00 Wita, sedangkan surut terendah 0,3 meter pada 20 Januari pada pukul 13.00 Wita. [Din]





