• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Beberapa Fakta Penting Tentang Brain Rot Saat ini

01/01/2025
in Berita
Beberapa Fakta Penting Tentang Brain Rot Saat ini

Foto: Pinterest

106
SHARES
816
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ISTILAH brain rot sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di kalangan Gen Alpha generasi yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pembusukan otak, sebuah kondisi yang dikaitkan dengan konsumsi berlebihan konten digital tanpa makna atau konten receh.

Baca juga: Pemerintah Australia Larang Remaja di Bawah 16 Tahun Gunakan Sosial Media

Beberapa Fakta Penting Tentang Brain Rot Saat ini

Beberapa fakta brain rot:

Fenomena kesehatan otak nyata

Brain rot mungkin hanya sebuah istilah gaul yang dibuat oleh anak-anak muda. Namun, fenomenanya benar-benar terjadi. Fenomena ini memiliki dasar ilmiah yang nyata dan bisa memengaruhi kesehatan otak.

Brain Rot adalah kelebihan beban kognitif otak akibat aktivitas digital (misalnya, media sosial) berlebihan, tapi tanpa makna.

Brain rot terjadi akibat kelebihan beban kognitif yang dipicu oleh konsumsi berlebihan konten instan, seperti video pendek di TikTok atau Instagram Reels.

Aktivitas ini sering melibatkan konten receh atau hiburan ringan tanpa nilai edukasi yang signifikan. Otak manusia memiliki sistem pengimbalan (reward system) yang bekerja dengan melepaskan dopamin saat seseorang menikmati sesuatu yang menyenangkan.

Namun, konsumsi konten receh yang terus-menerus dapat membuat otak bergantung pada hiburan instan dan menghindari aktivitas yang membutuhkan usaha atau konsentrasi.

Berdampak buruk pada otak

Brain rot tidak menyebabkan kerusakan fisik pada otak, tetapi memiliki dampak serius pada kemampuan kognitif dan emosional. Berikut beberapa dampaknya:

Penurunan memori kerja: informasi instan tidak melibatkan area otak yang bertanggung jawab untuk pembelajaran mendalam. Akibatnya, kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah informasi kompleks menurun.

Pemendekan rentang perhatian: konsumsi konten pendek dapat membuat seseorang sulit fokus pada tugas jangka panjang, sehingga mudah teralihkan dan sulit menyelesaikan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Penurunan empati: paparan berlebihan terhadap konten digital dapat menumpulkan kemampuan seseorang untuk memahami dan merespons emosi orang lain, sehingga memengaruhi hubungan sosial.

Dipicu konsumsi konten receh

Brain rot tidak berakibat fatal, seperti membuat otak menjadi rusak secara fisik. Namun, jika dilakukan dalam waktu lama, tetap memberikan sejumlah dampak bagi otak.

Beban kognitif ini memang tidak langsung membuat otak rusak secara fisik, meskipun jika dicermati secara molekuler, akan ditemukan perubahan. Tidak semua konten berdurasi pendek adalah konten receh.

Ciri-ciri konten receh bisa meliputi:

Hiburan ringan seperti meme atau video lucu tanpa kedalaman cerita.

Informasi yang tidak mendidik atau tidak menambah wawasan.

Interaksi cepat dan dangkal, misalnya video pendek yang hanya berfokus pada hiburan instan.

Untuk dicatat, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi konten-konten tersebut sama sekali. Namun, pastikan tidak melakukannya secara berlebihan sehingga dampak buruknya kita rasakan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Bisa dicegah

Untuk mencegah dampak negatif brain rot, disarankan untuk lebih selektif dalam mengonsumsi konten digital.

Prioritaskan konten yang menginspirasi, mendidik, dan memberikan nilai tambah. Selain itu, kurangi waktu scrolling tanpa tujuan dan luangkan waktu untuk aktivitas offline yang merangsang otak, seperti membaca buku atau diskusi mendalam.

Mengonsumsi konten singkat juga tak semuanya buruk. Namun, perhatikan isinya. Disarankan untuk memilih konten berkualitas dan hindari konten yang hanya menawarkan hiburan singkat tanpa makna. [Din]

Tags: Beberapa Fakta Penting Tentang Brain Rot Saat ini
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Minum Kopi Secara Rutin dapat Mengurangi Kemungkinan Terkena Jenis Kanker Tertentu

Next Post

Mengapa Ada Sujud Syukur, tapi Tidak Ada Sujud Sabar

Next Post
Mengapa Ada Sujud Syukur, tapi Tidak Ada Sujud Sabar

Mengapa Ada Sujud Syukur, tapi Tidak Ada Sujud Sabar

Kasus Norovirus Meningkat di Berbagai Bagian Amerika Serikat

Kasus Norovirus Meningkat di Berbagai Bagian Amerika Serikat

Rajab Mubarak

Bulan Rajab dan Keutamaannya

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6149 shares
    Share 2460 Tweet 1537
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    454 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Kokurikuler SDIT Yapidh Dorong Literasi Lewat Program Jurnalis Cilik Berkarya

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1751 shares
    Share 700 Tweet 438
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7866 shares
    Share 3146 Tweet 1967
  • Resep Singkong Keju Goreng

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5247 shares
    Share 2099 Tweet 1312
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3403 shares
    Share 1361 Tweet 851
  • Kronologi Pendaki Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet, Kini Sudah Ditemukan

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga